Simak Rekayasa Lalin di MH Thamrin Sampai November 2026 Imbas Proyek MRT
Rekayasa lalu lintas di MH Thamrin berlaku hingga November 2026 akibat proyek MRT Bundaran HI-Monas. Pengguna jalan diimbau ikuti rambu dan petunjuk petugas.
(Bisnis.Com) 29/01/26 14:56 118518
Bisnis.com, JAKARTA — Pembangunan Stasiun MRT dari Bundaran HI hingga Monas yang termasuk dalam pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Paket Kontrak 201 (CP 201)masih terus berlangsung.
Untuk itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama dengan Shimizu–Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana CP 201 memberlakukan rekayasa lalu lintas lanjutan selama masa konstruksi berlangsung sampai dengan November 2026.
“Kami berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan,” ujar Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Rendy Primartantyo dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Dalam prosesnya terdapat beberapa pekerjaan di sekitar area konstruksi Stasiun MRT Thamrin dan Stasiun MRT Monas.
Mulai dari pekerjaan konstruksi pintu masuk (entrance) dan menara ventilasi (ventilation tower) Stasiun MRT Thamrin sisi timur dan barat, serta pekerjaan pengembalian kondisi (reinstatement).
Proyek MRT Bundaran HI—Monas yang tercatat telah mencapai 91,16% per 25 Desember 2025 ini ditargetkan mulai beroperasi pada semester II/2027.
Pada 2026, MRT Jakarta menargetkan proyek ini dapat mencapai 95% atau bahkan lebih, sehingga dapat rampung sesuai harapan.
Fase 2 sendiri terdiri dari dua tahap, yaitu fase 2A dan fase 2B. Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) dengan total panjang jalur sekitar 5,8 kilometer.
Pekerjaan konstruksinya dibagi ke dalam tiga paket kontrak, yaitu CP201 untuk membangun Stasiun Thamrin dan Monas serta jalur sepanjang 1,96 kilometer (total: 2,678 kilometer). CP202 untuk membangun Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga besar serta jalur sepanjang 1,19 kilometer (total: 1,827 kilometer).
Berikut rekayasa lalu lintas di MH Thamrin
1.Stasiun MRT Thamrin (16 Januari-8 Februari)
Pekerjaan pembongkaran dinding penahan tanah sementara dan pekerjaan timbunan, serta okupansi area kerja Entrance 3, yang terletak di persimpangan Jl. M. H. Thamrin – Jl. Kebon Sirih (depan Bank Indonesia) sisi Barat dan Timur.
Konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
2. Pekerjaan Pengembalian Kondisi dan Peningkatan Kondisi Trotoar (17 Januari 2026 – 31 Mei 2026)
Perpanjangan Rekayasa Lalu Lintas Jalan M.H. Thamrin Pada Sisi Utara Stasiun MRT Bundaran HI. Pagar konstruksi akan berpindah dari yang semula berada pada area median ke area trotoar sisi timur dan barat Jl. M.H. Thamrin.
Arus lalu lintas Jl. M.H. Thamrin sisi timur (arah Blok M) dari depan Gedung Sarinah hingga depan Gedung Sinarmas akan bergeser ke arah barat (arah median jalan), dengan konfigurasi 3+1.
Arus lalu lintas Jl. M.H. Thamrin sisi barat (arah Kota) dari depan Gedung Lippo Thamrin hingga depan Gedung Bawaslu akan bergeser ke arah timur (arah median jalan) dengan konfigurasi 3+1.
3. Pekerjaan Pengembalian Pedestrian Tahap 1 segmen Wahid Hasyim-Stasiun Thamrin (Sari Pasific) periode 1 Mei 2026 – 31 Agustus 2026
Pekerjaan pengembalian Pedestrian di Jl. M.H. Thamrin sisi timur (arah Blok M) akan dimulai dari Gedung Menara Cakrawala hingga Thamrin 10, serta Jl. M. H. Thamrin sisi barat (arah Kota) akan dimulai dari Gedung Jaya sampai Gedung Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
4. Rekayasa Lalu Lintas Stasiun MRT Thamrin Tahap 3A (1 Februari 2026 - 31 Maret 2026)
Arus lalu lintas di sisi timur Jl. M.H. Thamrin (arah Blok M), mulai dari bundaran air mancur Thamrin (Patung Kuda) hingga persimpangan Jl. Kebon Sirih akan bergeser ke sisi timur dengan konfigurasi 3+1.
Arus lalu lintas pada sisi barat Jl. M.H. Thamrin (arah Kota) setelah persimpangan Jl. Kebon Sirih (depan Bank Indonesia), akan bergeser ke arah barat, dengan konfigurasi 3+1.
5. Rekayasa Lalu Lintas Stasiun MRT Thamrin Tahap 3B (1 April 2026 – 30 November 2026)
Arus lalu lintas di sisi timur Jl. M.H. Thamrin (arah Blok M), mulai dari Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda) tidak mengalami perubahan, dengan konfigurasi 3+1.
Arus lalu lintas pada sisi barat Jl. M.H. Thamrin (arah Kota) setelah persimpangan Jl. Kebon Sirih (depan Bank Indonesia), akan bergeser ke arah barat, dengan konfigurasi 3+1.
6. Jalan Budi Kemuliaan Sisi Utara Pada Simpang Bundaran Air Mancur Thamrin Patung Kuda (01 Februari 2026 – 30 November 2026)
• Pada jam 04.00 hingga jam 22.00 terdapat 2 lajur kendaraan dari arah Jl. M.H. Thamrin menuju Jl. Budi Kemuliaan dan 2 lajur dari Jl. Budi Kemuliaan menuju Jl. Medan Merdeka Barat. Area konstruksi koridor Entrance-6 Stasiun MRT Thamrin yang berada di badan jalan akan ditutup dengan dek baja (steel deck) sehingga tetap dapat dilalui oleh kendaraan. Untuk lajur sisi barat Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda) tersedia 3 lajur pada siang dan malam hari.
• Pada malam hari, antara jam 22.00 hingga jam 04.00, terdapat 1 (satu) lajur kendaraan dari arah Jl. M.H. Thamrin menuju Jl. Budi Kemuliaan dan 1 (satu) lajur dari Jl. Budi Kemuliaan menuju Jl. Medan Merdeka Barat. Rekayasa lalu lintas pada area ini akan menyesuaikan dengan tahapan pekerjaan konstruksi yang diperlukan.
#mrt-jakarta #rekayasa-lalu-lintas #proyek-mrt-bundaran-hi #mrt-monas #stasiun-mrt-thamrin #stasiun-mrt-monas #konstruksi-mrt-jakarta #lalu-lintas-mh-thamrin #proyek-mrt-fase-2a #pembangunan-mrt-jakart