Kuota BBM Subsidi 2026: Pertalite 29,2 Juta KL, Solar 18,63 Juta KL
BPH Migas menetapkan kuota BBM 2026 dengan penghematan negara mencapai Rp 4,98 triliun. Simak detailnya!
(Kompas.com) 27/01/26 20:05 116192
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 29,2 kiloliter (KL) atau tepatnya 29.267.947 KL.
Sementara untuk kuota BBM jenis Solar ditetapkan sebesar 18,63 juta KL atau 18.636.500 KL.
"Untuk minyak tanah (ditetapkan) sebanyak 526.000 KL," ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (27/1/2026). Kuota BBM subsidi tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, kuota Pertalite ditetapkan sebanyak 31,23 juta KL dan solar sebanyak 18,88 juta KL.
Sementara kuota minyak tanah pada 2026 sedikit meningkat dibandingkan 2025 yang sebanyak 525.000 KL.
Penetapan kuota BBM bersubsidi tahun ini mempertimbangkan realisasi penyaluran pada tahun sebelumnya yang tercatat berada di bawah kuota.
BPH Migas mencatat penyaluran Pertalite di 2025 sebesar 28,06 juta KL atau sekitar 89,86 persen dari kuota.
Lalu Solar realisasinya mencapai 18,41 juta KL atau 97,4 persen dari kuota, serta minyak tanah sebesar 507.944 KL atau 96,75 persen dari kuota. "Alhamdulillah selama tahun 2025 distribusi BBM subsidi dan kompensasi negara semua terpenuhi dan lancar," kata Wahyudi.
Selain penetapan kuota, untuk mendukung distribusi kuota BBM subsidi, BPH Migas menargetkan penambahan 71 lembaga penyalur.
Maka total kumulatif sepanjang 2017-2026 mencapai 654 lembaga penyalur.
Negara hemat Rp 4,98 triliun dari penyaluran BBM subsidi
Di sisi lain, BPH Migas mencatat bahwa negara berhasil menghemat anggaran Rp 4,98 triliun sepanjang 2025 berkat penyaluran BBM subsidi yang berada di bawah kuota.
Secara perinci, penyaluran Pertalite hemat 3,16 juta KL atau setara Rp 2,75 triliun.
Lalu penyaluran Solar hemat 473.634 KL atau setara Rp 2,11 triliun, serta penyaluran minyak tanah hemat 17.056 KL dengan nilai setara Rp 0,122 triliun.
"Dalam distribusi realisasi Januari hingga Desember 2025, BPH Migas telah mengawal penyaluran BBM dengan baik, semuanya lancar, serta terdapat penghematan subsidi dan kompensasi negara sebesar Rp 4,982 triliun," ucap Wahyudi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#bph-migas #pertalite-dan-solar #kuota-bbm-2026 #penghematan-subsidi