Menteri Maman Sebut KUR Bisa Serap Tenaga Kerja dan Bantu Pemerintah Entaskan Pengangguran
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan program KUR mampu menyerap 6-9 juta tenaga kerja dan melampaui target penyaluran di sektor produksi hingga 60%.
(Bisnis.Com) 22/10/25 05:40 11577
Bisnis.com, SURABAYA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa pelaksanaan program nasional Kredit Usaha Rakyat (KUR) membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
Menurut Maman, dari sekitar 3,5 juta UMKM yang telah menerima manfaat program KUR saat ini, mengacu kepada data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), satu entitas UMKM dapat menyerap kurang lebih dua sampai tiga tenaga kerja sekaligus.
"Artinya melalui program KUR ini secara rata-rata kita mendorong penyerapan tenaga kerja sebanyak 6-9 juta pekerja di seluruh Indonesia, tetapi kembali lagi saya juga sampaikan, masih ada satu pekerjaan rumah kami, bagaimana membuat mayoritas 6 sampai 9 juta pekerja ini bisa bergeser dari informal menjadi formal. Inilah yang sedang kita lakukan dengan beberapa program-program jaminan sosial perlindungan kesehatan, asuransi, dan lain sebagainya," ucap Maman di Surabaya, Selasa (22/10/2025).
Dirinya juga menyoroti penyaluran KUR ke para pelaku UMKM di sektor produksi selama setahun masa jabatan Presiden Prabowo Subianto telah melampaui target yang ditentukan.
Maman menyebut, capaian tersebut menjadi sejarah baru, di mana penyaluran KUR untuk sektor produksi telah mencapai bahkan melebihi target 60%, angka yang belum pernah tercapai pada masa pemerintahan sebelumnya.
"Hari ini pertama kali kita mencapai sejarah, yaitu di era Pak Prabowo bahwa alokasi KUR di sektor produksi pertama kali mencapai angka 60%, yang selama ini belum pernah tercapai," ungkapnya.
Selain itu, Maman juga menargetkan bahwa target penyaluran KUR ke sektor produksi dapat dinaikkan hingga 62% pada tahun 2026 mendatang. Menurutnya, pendistribusian KUR kepada UMKM di sektor produksi dapat memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi, ketimbang penyalurannya kepada sektor konsumsi.
"Selama ini alokasi KUR pendistribusiannya banyak ke sektor konsumsi. Akhirnya, multiplier effect kurang bergerak. Mudah-mudahan dengan angka 60% ini ke sektor produksi, ekonomi di daerah, di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua ini bisa bergerak karena 60% dari Rp300 triliun kita alokasikan ke sektor produksi yang tentunya mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak," pungkasnya.
#kur #kredit-usaha-rakyat #umkm #tenaga-kerja #penyerapan-tenaga-kerja #sektor-produksi #prabowo-subianto #program-kur #lapangan-kerja #pengangguran #ekonomi-daerah #jaminan-sosial #pertumbuhan-ekonomi