Buruh Klaim Jumlah PHK 2025 Tembus 100.000 Orang, Lampaui Data Kemnaker
KSPI mengeklaim jumlah PHK sepanjang 2025 mencapai 100.000, melebihi data Kemnaker yang sebanyak 88.519 pekerja.
(Bisnis.Com) 26/01/26 15:07 114427
Bisnis.com, JAKARTA — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengeklaim angka pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025 mencapai 100.000 orang. Jumlah tersebut melampaui data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang mencatat 88.519 kasus PHK pada Januari–Desember tahun lalu.
Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan bahwa data tersebut dihimpun pihaknya berdasarkan laporan serikat buruh anggota KSPI hingga berdasarkan angka tenaga kerja yang telah mengeklaim jaminan hari tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan.
“Syarat pengambil JHT yaitu telah di-PHK. Karena pesangonnya belum dibayar, mungkin datanya Disnaker dan Kemnaker tidak memasukkan kategori [tenaga kerja] ter-PHK,” kata Said dalam konferensi pers secara daring, Senin (26/1/2026).
Dia kemudian memaparkan sejumlah faktor penyebab terjadinya gelombang PHK pada tahun lalu. Pertama adalah penurunan daya beli masyarakat, sehingga produksi barang kebutuhan di pabrik menjadi berkurang dan berujung pada pengurangan tenaga kerja.
Faktor berikutnya adalah impor barang yang berlebih di sektor padat karya seperti tekstil dan garmen. Meskipun peraturan terkait telah direvisi pemerintah, harga yang murah dari produk impor tersebut dinilai memukul industri dalam negeri, sehingga kalah bersaing.
Terakhir, Said mengungkapkan sulitnya perusahaan padat karya untuk bersaing di sejumlah daerah, mengingat biaya operasional yang tinggi seperti sewa tanah, air bersih, hingga pajak. Hal ini disebut menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk membagi sebagian kapasitas produknya maupun beralih membangun pabrik baru ke daerah lain.
“Jadi bukan karena faktor [kenaikan] upah. Tiga faktor itulah yang mengakibatkan terjadinya PHK dan menjelaskan fenomena relokasi,” terangnya.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan melalui portal Satu Data Kemnaker mencatat angka pemutusan hubungan kerja mencapai 88.519 sepanjang 2025.
Indah Anggoro Putri, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker menyampaikan bahwa PHK banyak melanda sektor manufaktur dan padat karya. Secara khusus, dia menyebut kondisi ini banyak dipengaruhi oleh tekanan kinerja ekspor-impor dan dinamika geopolitik global sepanjang tahun lalu.
“Tekanan ekspor impor itu pasti, kondisi dunia pada 2025 awal sampai semester pertama kan masih ada dinamika geopolitik tinggi, ada perang dan sebagainya,” kata Indah saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
#phk-2025 #angka-phk #jumlah-phk #data-phk #kspi-phk #kemnaker-phk #pemutusan-hubungan-kerja #serikat-pekerja #jaminan-hari-tua #daya-beli-masyarakat #impor-barang #sektor-padat-karya #industri-dalam-n