REI Batam Nilai Segmen Menengah ke Bawah Masih Stabil

REI Batam Nilai Segmen Menengah ke Bawah Masih Stabil

Pasar properti segmen menengah ke bawah di Batam stabil, didorong oleh kebutuhan end user, meski biaya produksi naik. Kurs dolar belum berdampak signifikan.

(Bisnis.Com) 26/01/26 12:05 114167

Bisnis.com, BATAM - Ketua Real Estate Indonesia (REI) Batam Robinson Tan mengatakan bahwa pasar properti segmen menengah ke bawah masih relatif kuat dan stabil.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasar properti di segmen menengah ke bawah relatif lebih kuat dan stabil. Berbeda dengan segmen menengah ke atas yang sebagian pembelinya berorientasi investasi, sehingga berpotensi terpengaruh oleh tren instrumen investasi lain, termasuk emas.

Dia mengatakan bahwa sebagian besar pengembang yang tergabung dalam REI Batam memasarkan produk perumahan untuk konsumen akhir atau end user, bukan semata-mata untuk kepentingan investasi.

“Kalau di anggota REI, mayoritas penjualannya memang ke end user. Konsumen membeli rumah karena kebutuhan, bukan untuk investasi Mungkin segmen menengah atas yang ada unsur investasi bisa terdampak, tapi secara keseluruhan pengaruhnya tidak signifikan,” katanya, baru-baru ini.

Robinson menambahkan, kondisi pasar properti Batam hingga saat ini masih cenderung sama seperti tahun sebelumnya. Meski demikian, REI Batam masih akan mencermati perkembangan pasar pada kuartal pertama tahun ini untuk melihat respons masyarakat.

Dia mengatakan bahwa kondisi real estate 2026 masih akan sama seperti tahun lalu, tetapi pihaknya tetap memantau di kuartal satu ini bagaimana pergerakan dan respons pasar,” ujarnya.

Terkait fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD), Robinson memastikan hingga kini belum ada laporan dari anggota REI Batam mengenai dampaknya terhadap penjualan properti.

“Sejauh ini belum ada laporan dari anggota kami terkait pengaruh kurs dolar terhadap penjualan,” katanya.

Adapun jika terjadi penyesuaian harga jual properti, Robinson menegaskan hal tersebut lebih disebabkan oleh kenaikan biaya produksi, seperti harga material dan upah minimum kerja (UMK), bukan karena faktor nilai tukar.

“Kalau ada kenaikan harga, itu karena biaya produksi naik, seperti material dan UMK, sehingga harga jual menyesuaikan. Bukan karena kurs,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan harga properti yang dipicu oleh pelemahan maupun penguatan nilai tukar dolar.

“Sementara ini belum terlihat adanya kenaikan harga properti akibat faktor kurs,” tutup Robinson.

#batam-properti #segmen-menengah-bawah #pasar-properti-batam #rei-batam #properti-end-user #investasi-properti-batam #harga-properti-batam #kurs-dolar-properti #kenaikan-harga-properti #biaya-produksi

https://sumatra.bisnis.com/read/20260126/534/1947085/rei-batam-nilai-segmen-menengah-ke-bawah-masih-stabil