Harga Logam Dasar Kian Solid Jelang Perundingan Dagang AS-China
Harga logam dasar menguat menjelang pertemuan dagang AS-China. Tembaga naik 0,8% di London, seng 0,4%, dan nikel 0,2%. Ekspektasi kesepakatan meningkat.
(Bisnis.Com) 21/10/25 19:02 11347
Bisnis.com, JAKARTA – Harga logam dasar terpantau sedikit menguat menjelang pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat dan China pada pekan depan. Pelaku pasar berekspektasi ketegangan dagang antara kedua negara bakal mereda.
Berdasarkan data Bloomberg, harga tembaga di London Metal Exchange sempat naik 0,8% menjadi US$10.691,50 per ton. Selanjutnya, harga kontrak berjangka seng naik 0,4% menjadi US$2.991 per ton pada pukul 11:51 waktu Shanghai. Nikel menguat 0,2%.
Sedangkan kontrak berjangka bijih besi naik 1% menjadi US$104,55 per ton di Singapura. Kontrak berjangka dalam yuan di bursa Dalian juga naik, sementara kontrak baja di Shanghai bergerak bervariasi.
Tembaga, yang sering dianggap sebagai indikator ekonomi karena penggunaannya yang luas di sektor industri, mendapat dorongan harga dari pernyataan Presiden AS Donald Trump pada awal pekan ini bahwa dia melihat bakal tercapai kesepakatan dagang dari pembicaraan yang dijadwalkan pekan depan dengan Presiden China Xi Jinping. Meski begitu, Trump kembali menegaskan janjinya untuk menaikkan tarif jika kesepakatan tidak tercapai sebelum 1 November.
Beberapa hari sebelumnya, Trump sempat mengancam akan memberlakukan tarif impor 100% atas produk China setelah Beijing berjanji untuk memperketat pengendalian ekspor mineral strategis tersebut.
Trump juga menegaskan AS menginginkan China menghentikan ekspor fentanyl dan bahan kimia prekursornya, yang dituding berkontribusi terhadap krisis opioid di Amerika. Selain itu, dia menuntut agar ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut kembali membeli kedelai dari AS.
“Tiga hal ini sebenarnya sangat normal,” kata Trump.
Harga tembaga diperdagangkan mendekati rekor tertinggi yang dicapai awal bulan ini, akibat serangkaian gangguan di tambang yang memperparah lonjakan permintaan. BHP Group menyatakan pada hari Selasa bahwa mereka meningkatkan produksi tembaga pada kuartal pertama, dengan proyeksi internal menunjukkan permintaan global terhadap logam merah ini akan melonjak 70% pada tahun 2050.
Para pedagang, produsen, dan pembeli logam terlihat cukup optimistis dalam konferensi tahunan LME Week di London pekan lalu. Banyak pedagang global utama menikmati tahun paling menguntungkan sepanjang sejarah karena harga-harga diperdagangkan di level tertinggi atau mendekati rekor.
#logam-dasar #harga-logam #perundingan-dagang #as-china #harga-tembaga #kontrak-berjangka #harga-seng #harga-nikel #bijih-besi #bursa-dalian #harga-baja #indikator-ekonomi #kesepakatan-dagang #tarif-im