Triasmitra (KETR) dan Moratelindo (MORA) Bentangkan Kabel Fiber Optik Bawah Laut 1.128,5 Km
Triasmitra dan Moratelindo memulai proyek kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 km dari Jakarta ke Singapura, meningkatkan konektivitas digital.
(Bisnis.Com) 23/01/26 12:34 111972
Bisnis.com, JAKARTA —Anak usaha PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR), PT Jejaring Mitra Persada (JMP) bersama PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo mulai menggelar kabel fiber optik bawah laut Jakarta–Batam–Singapura pada pekan ini.
Kabel fiber optik bawah laut itu merupakan bagian dari Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta–Batam–Singapura yang dinamakan SKKL Rising 8. Kabel laut SKKL Rising 8 dibentangkan sepanjang 1.128,5 kilometer yang menghubungkan Jakarta–Batam–Singapura.
Proyek itu digarap bersama oleh PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo.
Penggelaran ini dilakukan dengan menggunakan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari. Tahap pertama penggelaran difokuskan pada segmen Jakarta–Batam dengan panjang 1.053,5 kilometer.
Titus Dondi, Direktur Utama Ketrosden Triasmitra, menekankan signifikansi strategis proyek ini. Menurutnya, penggelaran SKKL Rising 8 dengan CLV Bentang Bahari menandai era baru kemandirian Indonesia di sektor infrastruktur kabel laut.
“Dengan kapasitas 25 Tbps per fiber pair serta kendali penuh atas operasional, kami optimistis proyek ini tidak hanya meningkatkan konektivitas digital Indonesia–Singapura, tetapi juga memposisikan Triasmitra sebagai pemain regional yang kompetitif dengan standar operasional kelas dunia,” paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/1/2026).
KETR, lanjutnya, berkomitmen menyelesaikan penggelaran segmen pertama ini tepat waktu pada akhir I/2026.
Proyek ini memperoleh dukungan penuh dari pemerintah, salah satunya dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menyatakan bahwa SKKL Rising 8 merupakan bagian dari misi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Komdigi menegaskan bahwa SKKL Rising 8 menjadi bagian integral dari rencana strategis nasional untuk meningkatkan penetrasi dan kualitas layanan akses digital, sekaligus mewujudkan kedaulatan dan kemandirian digital Indonesia.
SKKL Rising 8 mengadopsi teknologi repeatered submarine cable system berkapasitas tinggi dengan total kapasitas mencapai 400 Terabit per second (Tbps), menjadikannya salah satu sistem kabel laut berkapasitas besar di kawasan regional.
Sistem ini menggunakan kabel bawah laut berkualitas tinggi produksi Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW), Jerman, pabrik milik Prysmian Group yang telah berpengalaman lebih dari 125 tahun dalam pembuatan kabel bawah laut.
Infrastruktur tersebut terintegrasi dengan 11 unit repeater berteknologi tinggi dari Alcatel Submarine Networks (ASN), Prancis, yang dirancang untuk mendukung 16 fiber pairs dengan kapasitas total minimum 400 Tbps.
SKKL Rising 8 dihadirkan untuk menjawab kebutuhan akan bandwidth tinggi dan keandalan konektivitas antara Indonesia dan Singapura. Sistem ini juga berfungsi sebagai jalur alternatif, baik domestik maupun internasional, bagi penyelenggara Layanan Gerbang Akses Internet (NAP) existing, sehingga menyediakan redundansi yang krusial untuk menjaga stabilitas infrastruktur digital nasional.
Penggelaran SKKL Rising 8 segmen pertama Jakarta–Batam dijadwalkan rampung pada akhir kuartal I/2026. Proyek ini menegaskan komitmen Triasmitra dalam memperkuat infrastruktur telekomunikasi Indonesia sekaligus memposisikan perusahaan sebagai pemain kunci dalam pembangunan konektivitas regional.
Setelah penyelesaian SKKL Rising 8, Triasmitra akan melanjutkan pengembangan SKKL Indonesia Tengah sepanjang 8.732 kilometer dengan target komersialisasi pada 2027. Proyek itu akan menghubungkan berbagai wilayah strategis di Indonesia Tengah dan semakin memperkokoh backbone telekomunikasi nasional.
#fiber-optik #kabel-bawah-laut #jakarta-batam-singapura #skkl-rising-8 #triasmitra #moratelindo #infrastruktur-digital #konektivitas-indonesia-singapura #repeatered-submarine-cable #kapasitas-400-tbps #n-a