Raja Juli Paparkan PECI Aceh dan Skema Pendanaan 57 Taman Nasional

Raja Juli Paparkan PECI Aceh dan Skema Pendanaan 57 Taman Nasional

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni memaparkan inisiatif PECI Aceh untuk konservasi gajah Sumatra dan skema pendanaan berkelanjutan bagi 57 taman nasional.

(Bisnis.Com) 22/01/26 14:00 110673

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati nasional, khususnya penyelamatan gajah Sumatra, melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh.

Raja Juli menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, tetapi menghadapi tekanan serius akibat degradasi habitat dan perubahan tata guna lahan.

“Ratusan spesies tumbuhan dan mamalia saat ini dikategorikan sebagai rentan, terancam punah, atau bahkan kritis,” ujar Raja Antoni dalam forum Advancing Sustainable Nature Finance in Aceh and Beyond yang digelar oleh Minister for Indo-Pacific Inggris, Seema Malhotra, di London, Rabu (21/1/2026) waktu setempat.

Dia menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung agar pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati nasional, termasuk memperkuat perlindungan taman nasional. Salah satu wujud nyata arahan tersebut adalah pelaksanaan PECI Aceh yang berfokus pada konservasi gajah Sumatra.

Raja Antoni menjelaskan bahwa komitmen tersebut bermula dari dialog antara Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Charles III pada November 2024. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan komitmen menyediakan lahan seluas 20.000 hektare untuk kawasan konservasi gajah Sumatera, yang kemudian diperluas menjadi 90.000 hektare pada Agustus 2025.

PECI Aceh dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor yang mengintegrasikan pendekatan konservasi satwa, pengelolaan lanskap, serta pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan. Inisiatif ini juga disiapkan sebagai model percontohan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia dengan tantangan konservasi serupa.

Selain PECI Aceh, Raja Antoni memaparkan upaya pemerintah dalam membangun skema pembiayaan berkelanjutan bagi sistem taman nasional. Proyek percontohan pertama dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung.

“Saat ini kami sedang membangun fondasi agar Way Kambas dapat menjadi lokasi proyek carbon offset pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi Pasar Karbon Sukarela atau Voluntary Carbon Market,” katanya.

Lebih lanjut, Menhut menyampaikan langkah strategis percepatan pembiayaan berkelanjutan bagi 57 taman nasional di Indonesia, salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Taman Nasional yang diketuai oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo.

“Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengoordinasikan pelaksanaan strategi dan kerangka investasi pembiayaan taman nasional, termasuk revisi regulasi yang diperlukan agar Indonesia dapat bermitra secara efektif dengan sektor swasta,” tandas Raja Juli.

Di sela-sela kegiatan forum, Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III juga menyempatkan diri berdialog dan menyalami para peserta. Pada agenda terpisah, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan 20 rektor universitas ternama di Inggris yang tergabung dalam Russell Group.

Forum tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri untuk Indo-Pasifik Inggris Seema Malhotra, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.

#peci-aceh #konservasi-gajah-sumatra #taman-nasional-indonesia #pendanaan-taman-nasional #raja-juli-antoni #keanekaragaman-hayati #prabowo-subianto #raja-charles-iii #way-kambas #carbon-offset-indonesi

https://kabar24.bisnis.com/read/20260122/15/1946308/raja-juli-paparkan-peci-aceh-dan-skema-pendanaan-57-taman-nasional