Greenland Memanas! Trump Ancam Naikkan Tarif hingga Serangan Militer
Presiden Donald Trump ingin kuasai Greenland demi keamanan, ancam tarif & militer, meski ditolak Denmark & Eropa.
(Bisnis.Com) 21/01/26 17:41 109787
Bisnis.com, BANDA ACEH — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan keinginannya untuk menguasai Greenland dengan alasan keamanan nasional, meski mendapat penolakan dari Denmark dan negara-negara Eropa.
Sikap tersebut memicu ketegangan diplomatik dengan sekutu Amerika di Eropa. Trump juga mengancam akan menjatuhkan tarif perdagangan tambahan dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
“NATO telah mengatakan kepada Denmark selama 20 tahun bahwa ‘kalian harus menyingkirkan ancaman Rusia dari Greenland’. Sayangnya, Denmark tidak mampu melakukan apa pun. Sekarang waktunya telah tiba, dan itu akan dilakukan,” tulis Trump di Truth Social, Senin (19/01/2026).
Mengutip dari BBC, Rabu (21/01/2026), Greenland adalah pulau terbesar di dunia dengan luas sekitar 2,2 juta kilometer persegi dan populasi sekitar 56.000 jiwa.
Wilayah ini berada di kawasan Arktik dan memiliki posisi strategis untuk sistem peringatan dini serta pemantauan militer. Amerika Serikat telah mengoperasikan Pangkalan Antariksa Pituffik sejak Perang Dunia II. Pangkalan tersebut hingga kini digunakan untuk memantau ancaman misil di kawasan tersebut.
Ketertarikan Trump terhadap Greenland juga dipicu oleh potensi sumber daya alam, termasuk mineral tanah jarang dan kemungkinan cadangan minyak serta gas. Namun, Trump menegaskan bahwa ancaman Rusia dan China menjadi alasan utamanya.
Trump sebelumnya pernah menawarkan pembelian Greenland pada 2019, tetapi ditolak. Minat tersebut kembali menguat setelah Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025.
Ancaman tarif hingga 25% disampaikan kepada sejumlah negara Eropa jika mereka menolak rencana tersebut. Para pemimpin Eropa menilai langkah itu tidak dapat diterima dan berpotensi merusak hubungan transatlantik.
Pemerintah Denmark dan Greenland menegaskan bahwa masa depan wilayah tersebut hanya dapat ditentukan oleh rakyat Greenland dan Denmark. Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menyebut gagasan penguasaan AS sebagai “fantasi”.
Survei menunjukkan mayoritas warga Greenland mendukung kemerdekaan dari Denmark, tetapi menolak menjadi bagian dari Amerika Serikat. Penolakan itu juga memicu aksi demonstrasi di Greenland dan Denmark.
#greenland #trump-greenland #greenland-tarif #greenland-militer #trump-ancam-tarif #greenland-keamanan-nasional #greenland-rusia #greenland-china #greenland-sumber-daya #greenland-minyak-gas #greenland