Asuransi Kendaraan Jadi Andalan, Ini 4 Jurus Kerek Pendapatan Premi

Asuransi Kendaraan Jadi Andalan, Ini 4 Jurus Kerek Pendapatan Premi

Asuransi kendaraan tetap dominan berkontribusi terhadap pendapatan premi industri asuransi umum.

(Bisnis.Com) 20/01/26 15:55 108549

Bisnis.com, JAKARTA — Asuransi kendaraan bermotor dinilai tetap dominan berkontribusi terhadap pendapatan premi industri asuransi umum, karena basis eksposurnya sangat besar dan bersifat existing driven.

Pengamat asuransi Wahyudin Rahman menjelaskan artinya bukan hanya bergantung pada penjualan kendaraan baru, tetapi juga pada jutaan kendaraan yang sudah beredar dan terus membutuhkan perlindungan.

“Selain itu, penetrasi asuransi kendaraan di segmen pembiayaan masih tinggi karena bersifat wajib dari lembaga pembiayaan,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (20/1/2026).

Wahyudin menambahkan, faktor lainnya adalah sifat risikonya tangible (dapat dirasakan secara fisik) dan mudah dipahami oleh masyarakat. Risiko kecelakaan, kehilangan dan kerusakan adalah risiko sehari-hari yang langsung dirasakan pemilik kendaraan.

“Ditambah lagi, produk ini relatif mature, memiliki jaringan distribusi luas [leasing, dealer, bank, broker], serta menjadi pintu masuk cross selling ke produk lain. Inilah yang membuat kontribusinya tetap stabil bahkan ketika pasar otomotif sedang melambat,” jelasnya.

Sebab demikian, dia menilai perusahaan asuransi harus bergeser dari sekadar volume ke arah kualitas dan diferensiasi. Dia menyarankan empat cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mendongkrak pendapatan premi dari asuransi kendaraan bermotor.

Pertama, memperluas penetrasi ke segmen non leasing, khususnya retail dan UMKM, dengan produk yang lebih fleksibel dan terjangkau. Kedua, memperkuat ekosistem digital, mulai dari akuisisi, underwriting, hingga klaim agar pengalaman nasabah lebih cepat dan transparan.

Ketiga, lanjutnya, mengembangkan produk berbasis kebutuhan seperti pay as you drive, cover mobil listrik termasuk baterai hingga layanan tambahan seperti emergency service.

Keempat, memperkuat manajemen risiko dan pricing serta OPEX berbasis data agar premi yang tumbuh tetap menghasilkan margin yang sehat,” ucap Wahyudin.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Asuransi Umum di PT Asuransi Asei Indonesia ini membeberkan tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan dalam memasarkan produk asuransi kendaraan bermotor.

Tantangannya adalah kombinasi antara layanan purna jual, benefit tambahan, dan perubahan perilaku konsumen. Di satu sisi, tekanan kompetisi atas tambahan outgo berlebihan, menekan profitabilitas. Di sisi lain pula, konsumen semakin service sensitive dan digital savvy, sehingga loyalitas menurun dan mudah berpindah perusahaan.

Tidak sampai di situ, Wahyudin menyebut faktor ekonomi juga berpengaruh, khususnya daya beli dan tingkat suku bunga yang memengaruhi pertumbuhan kredit kendaraan.

“Namun, yang paling krusial adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas portofolio. Tantangan sesungguhnya bukan hanya menjual polis, tetapi menjual polis yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih jauh, dia turut menyoroti profil risiko asuransi kendaraan bermotor saat ini cenderung meningkat, terutama pada frekuensi klaim parsial dan klaim akibat banjir, serta kecelakaan lalu lintas di area urban.

“Beberapa perusahaan juga mulai merasakan tekanan loss ratio akibat bencana dan inflasi biaya perbaikan dan suku cadang. Selain itu, risiko fraud masih menjadi perhatian, baik dalam bentuk klaim fiktif maupun overclaim,” tutupnya.

#asuransi-kendaraan #premi-asuransi #penetrasi-asuransi #risiko-kendaraan #produk-asuransi #ekosistem-digital #manajemen-risiko #pay-as-you-drive #mobil-listrik #layanan-tambahan #manajemen-pricing #ta

https://finansial.bisnis.com/read/20260120/89/1945608/asuransi-kendaraan-jadi-andalan-ini-4-jurus-kerek-pendapatan-premi