Susu Formula Nestle Ditarik di 49 Negara, Bagaimana di RI?
BPOM meminta masyarakat menghentikan sementara konsumsi susu formula Nestle tertentu, meskipun perusahaan menyatakan produk yang beredar aman.
(Bisnis Tempo) 15/01/26 16:39 104615
PRODUSEN makanan dan minuman asal Swiss, Nestlé, mengumumkan penarikan sejumlah produk susu formula bayi di 49 negara. Penarikan ini dilakukan setelah ditemukan potensi cemaran toksin cereulide, yaitu racun yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus.
Nestlé menyatakan penarikan telah dimulai sejak Desember lalu. Adapun produk yang ditarik meliputi merek SMA, BEBA, dan NAN yang dipasarkan di berbagai wilayah Eropa, Amerika Latin, Asia, hingga Timur Tengah.
“Keamanan pangan dan kesejahteraan semua bayi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami memahami bahwa kabar ini menimbulkan kekhawatiran dan kami berkomitmen memberi informasi yang jelas dan transparan,” kata Nestlé seperti dikutip dari keterangan resmi di laman perusahaan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Perusahaan makanan dan minuman asal Swiss tersebut mengklaim, hingga kini belum ditemukan laporan penyakit yang terkait dengan produk yang ditarik.
Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan sementara distribusi dan importasi susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk dua nomor bets, yaitu 51530017C2 dan 51540017A1.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan langkah tu diambil setelah BPOM menerima peringatan dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan International Food Safety Authorities Network (INFOSAN).
“Penarikan produk ini berhubungan dengan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid atau ARA oil tertentu yang digunakan dalam produksi susu,” kata Taruna dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menyebut produk susu formula bayi yang diproduksi Nestlé Suisse SA di Pabrik Konolfingen, Swiss, tercatat masuk ke Indonesia. Namun hasil uji laboratorium terhadap dua bets yang terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi.
Meski demikian, BPOM tetap meminta masyarakat menghentikan penggunaan atau mengembalikan produk tersebut. “Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap kesehatan bayi,” ujar Taruna.
Taruna menjelaskan toksin cereulide bersifat tahan panas sehingga tidak dapat dimusnahkan melalui penyeduhan atau pemanasan biasa. Dampaknya bisa muncul dalam 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi, berupa muntah parah, diare, dan kelesuan.
BPOM menegaskan produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain dua kode tersebut masih aman untuk digunakan.
Nestlé Indonesia memastikan seluruh produk yang beredar di dalam negeri aman dikonsumsi. “Seluruh pabrik Nestlé Indonesia tidak terdampak. Produk yang diproduksi secara lokal maupun impor telah memenuhi standar keamanan dan mutu melalui pengujian yang komprehensif,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.
Terdapat dua bets produk impor dari Swiss ke Indonesia yang dinilai berpotensi terdampak, yaitu Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1.
Berdasarkan hasil uji, Nestle Indonesia menyatakan kedua bets ini tidak terdeteksi terkontaminasi toksin cereulide. Namun, sejalan dengan permintaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dipublikasikan pada 14 Januari 2026, Nestlé Indonesia telah menghentikan sementara distribusi dan impor produk terdampak.Selain itu, Nestlé Indonesia menyatakan menarik produk secara sukarela terhadap dua bets tersebut di bawah pengawasan BPOM. Nestlé Indonesia juga meminta konsumen yang memiliki produk Wyeth S-26 Promil Gold pHPro batch 51530017C2 dan 51540017A1 untuk menghubungi layanan konsumen melalui nomor telepon 0800 182 1028 atau melalui email nestle.indonesia@id.nestle.com.
Diktuip dari laman resmi perusahaan, berikut negara yang melakukan penarikan produk susu formula bayi Nestlé.
Eropa: Austria, Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Makedonia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Inggris, Ukraina.
Amerika Selatan: Argentina, Brasil, Cile, Meksiko, Paraguay, Peru, Uruguay.
Asia dan Oseania: Australia, Cina, Hong Kong, Selandia Baru, Filipina.
Timur Tengah dan Afrika Utara: Bahrain, Mesir, Iran, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
#nestle #susu-formula #bpom #recall
https://tempo.co/ekonomi/susu-formula-nestle-ditarik-di-49-negara-bagaimana-di-ri--2107383