Program MBG Terbesar di Dunia, Menko Zulhas: Indonesia Satu-satunya yang Beri Makan 82,9 Juta Warga
Menteri Pangan Zulkifli Hasan ungkap tantangan program Makanan Bergizi terbesar di dunia.
(Kompas.com) 20/10/25 22:05 10347
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut program Makanan Bergizi (MBG) yang dijalankan pemerintah sebagai program pangan terbesar di dunia.
Program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, jumlah yang menurutnya belum pernah dicapai negara mana pun.
“Apalagi sekarang ada MBG, Makanan Bergizi Gratis. Ini satu kebijakan yang sangat mendasar, besar saiz-nya, bahkan terbesar di dunia, gak ada yang kasih makan 82,9 juta (warga), di seluruh dunia gak ada. Cuma ada di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas saat sesi wawancara dengan KompasTV terkait satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Senin malam (20/10/2025).
Karena skala program yang sangat besar dan berdampak luas, Zulhas memastikan pemerintah cukup berhati-hati melaksanakan MBG agar tidak menimbulkan masalah di lapangan.
Kendati begitu, sejumlah kasus keracunan massal menodai pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Di Garut, Jawa Barat, misalnya, 657 siswa keracunan setelah mengonsumsi nasi kotak MBG.
Di Kulon Progo, 497 siswa mengalami gejala serupa, dan di Bandung Barat, 1.333 siswa harus dirawat akibat makanan yang tidak higienis.
Hingga September 2025, tercatat 34 Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan dengan ribuan korban, mayoritas anak sekolah.
“Tentu karena besar saiznya, berdampak luas, tentu tidak mudah. Kita tidak ingin ada yang keracunan. Bukan soal langkah, satu pun anak kita gak boleh terjadi,” paparnya.
Zulhas mengatakan, evaluasi terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik.
Ia mengungkap baru saja menerima Keputusan Presiden (Keppres) yang menugaskannya sebagai Ketua Tim Koordinasi Program MBG.
KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Para relawan menyiapkan kebutuhan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kair, Bengkulu“Oleh karena itu kita evaluasi terus-menerus untuk melakukan perbaikan. Saya baru terima Keppres tiga hari yang lalu sebagai Ketua Tim untuk melakukan koordinasi. Nanti dibagi, MBG itu. Ada penyelenggara, Pak Dadan (Kepala BGN) yang pimpin. Nanti kalau penyelenggaraannya belum bagus, tentu nanti akan sempurnakan,” lanjutnya.
Zulhas juga menyoroti efek ekonomi besar dari program MBG.
Dengan jumlah penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang, kebutuhan bahan pangan pokok seperti telur dan daging ayam akan meningkat tajam.
“Dampaknya MBG itu, dampaknya kalau 82,9 juta itu sudah penerima manfaat, kalau kita butuh satu telur saja satu hari, maka kita perlu 82,9 juta telur satu hari. Bayangkan itu nanti, peternak, penggemuk ayam, petelur itu akan bergerak. Kalau kita perlu daging ayam satu potong, maka kita akan perlu 82,9 juta potong,” kata Menko Pangan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang#makanan-bergizi #keracunan-massal #evaluasi-program #zulkifli-hasan