Bisnis.com, JAKARTA — Zohran Kwame Mamdani terpilih sebagai wali kota New York ke-111, menjadi kemenangan bersejarah yang akan menempatkan seorang sosialis demokrat dan muslim yang gigih memimpin kota yang menjadi ibu kota keuangan global.
Dilansir dari Bloomberg, berdasarkan perhitungan 75% suara menurut Associated Press, Zohran Mamdani memperoleh 50,4% suara dalam pemilihan Wali Kota New York City. Dia merupakan kandidat dari Partai Demokrat
Sementara itu, Andrew Cuomo, yang maju melalui jalur independen setelah kalah dari Mamdani dalam pemilihan pendahuluan, memperoleh 41,3% suara. Calon dari Partai Republik, Curtis Sliwa, memperoleh 7,5% suara.
Ketika Mamdani dilantik pada 1 Januari 2026, anggota parlemen negara bagian berusia 34 tahun dari Queens ini akan menjadi orang termuda yang memegang jabatan tersebut dalam satu abad. Dia juga akan menjadi wali kota Muslim pertama di New York, orang pertama keturunan Asia Selatan yang memimpin kota ini dalam 400 tahun sejarahnya.
Mamdani akan menggantikan Wali Kota Eric Adams yang baru menjabat satu periode, yang mengundurkan diri dari pencalonan di tengah rendahnya angka jajak pendapat dan serangkaian skandal.
Pemilu tersebut merupakan salah satu persaingan paling kompetitif yang pernah terjadi di kota terbesar di Amerika Serikat (AS) ini dalam lebih dari satu dekade—sebuah fakta yang tercermin dari tingginya minat dan partisipasi pemilih. Lebih dari 2 juta orang memberikan suara di seluruh Kota New York, jumlah terbanyak sejak 1969, menurut Dewan Pemilihan Kota New York.
Mamdani berhasil menembus persaingan ketat kandidat dalam pemilihan pendahuluan pada Juni 2025 dengan kombinasi karisma, kepiawaian media sosial, dan pesan yang ditujukan untuk mengatasi krisis aksesibilitas di New York. Beberapa pengamat politik menilai strategi itu akan menjadi model yang ditiru Partai Demokrat dalam skala nasional.
Dia berkampanye dengan janji untuk membekukan sewa lebih dari 1 juta apartemen tetap, mendanai bus gratis, serta menggratiskan layanan penitipan anak universal. Sumber dana untuk program-program itu adalah dari pajak baru bagi perusahaan dan orang-orang berpenghasilan tinggi alias orang-orang kaya di New York.
Harga sewa rata-rata telah melonjak menjadi sekitar US$3.400 per bulan, dan tingkat kekosongan perumahan di kota mencapai 1,4% tahun lalu, terendah dalam sejarah. Apabila mengacu pada kurs JISDOR terbaru yakni Rp16.724 per dolar AS, rata-rata harga sewa properti di New York itu setara Rp56,86 juta per bulan.
Mamdani juga mengusulkan untuk mengakhiri kendali wali kota atas sekolah-sekolah negeri di kota dan mendirikan kantor baru di Departemen Kepolisian New York untuk menangani panggilan terkait orang-orang yang menderita penyakit mental berat.
Dia juga ingin mendirikan lima toko kelontong milik kota untuk menyediakan pilihan makanan yang lebih terjangkau di tengah inflasi yang meningkat.
Proposal dan kurangnya pengalamannya—Mamdani hanya mensponsori beberapa RUU selama tiga periode menjabat sebagai anggota dewan negara bagian—membuat para pemimpin bisnis, kelompok real estat, dan donatur kaya yang menggelontorkan uang untuk mendukung Cuomo merasa resah.
Mamdani membangun pasukan relawan yang besar dan meluncurkan upaya penggalangan dana yang luar biasa besarnya, yang berhasil mengumpulkan jutaan dolar dari ribuan donatur individu berdana kecil, untuk memanfaatkan program dana pendamping publik kota yang dermawan. Kota ini mencocokkan donasi dari warga kota kepada kandidat wali kota dengan US$8 untuk setiap US$1 yang diberikan, hingga maksimum US$250.
Kampanye Mamdani membangkitkan semangat pemilih muda yang jumlahnya jauh lebih besar daripada pemilu sebelumnya. Dia juga menarik minat pemilih Asia di New York yang terus berkembang, yang telah meningkat menjadi hampir 16% dari populasi selama 20 tahun terakhir.
Salah satu tantangan pertamanya sebagai wali kota adalah mengelola hubungan kota dengan Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengecam Mamdani, menyebutnya 'komunis gila' dan mengancam akan menahan dana dari kota.
"Saya sangat yakin bahwa Kota New York akan menjadi bencana ekonomi dan sosial yang total dan menyeluruh jika Mamdani menang. Sebagai presiden, saya tidak ingin menghasilkan uang yang baik setelah uang yang buruk," tulis Trump di Truth Social pada Senin (3/11/2025).