Bisnis.com, JAKARTA — Laporan kekayaan wajib Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan pendapatan dari US$1 miliar dari bisnis terkait aset kripto sepanjang tahun lalu.
Sebagian besar pendapatan ini berasal dari bisnis aset kripto yang berkembang pesat setelah dirinya kembali menjabat sebagai presiden.
Melansir BBC, dalam laporan setebal 927 halaman, pendapatan terbesar berasal dari royalti meme coin Trump yang mencapai sekitar US$635 juta. Selain itu, Trump juga melaporkan lebih dari US$500 juta pendapatan dari World Liberty Financial, perusahaan aset kripto yang didirikan oleh putra-putranya bersama anak-anak utusan khusus AS Steve Witkoff.
Besarnya pendapatan dari aset digital tersebut jauh melampaui sumber penghasilan konvensional Trump yang selama ini berasal dari bisnis properti, hotel, dan lapangan golf.
Gedung Putih membantah adanya konflik kepentingan. Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly mengatakan seluruh bisnis Trump telah ditempatkan dalam lembaga pengelola yang dikelola oleh anak-anaknya sehingga tidak memengaruhi pengambilan kebijakan pemerintahan.
Menurut Kelly, Trump justru berhasil mewujudkan ambisinya menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat industri kripto dunia.
"Baik Presiden maupun keluarganya tidak pernah dan tidak akan pernah terlibat konflik kepentingan,” ungkap Kelly dalam pernyataannya, seperti dikutip BBC, Rabu (1/7/2026).
Dia menambahkan seluruh kebijakan pemerintahan diambil untuk kepentingan rakyat Amerika Serikat dan menilai tudingan konflik kepentingan sebagai narasi lama yang terus diulang oleh lawan politik Trump.
Meski demikian, kritik tetap bermunculan. Mantan penasihat etika Gedung Putih pada era Presiden George W. Bush, Richard Painter, menilai besarnya keuntungan Trump dari bisnis kripto merupakan kondisi yang luar biasa sekaligus mencerminkan konflik kepentingan.
"Tentu saja ini adalah konflik kepentingan,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Private Clients Raymond James Financial Group Will Walker-Arnott. Dia menilai pendekatan Trump sangat berbeda dibandingkan presiden-presiden sebelumnya yang memilih menjauhkan kepentingan bisnis pribadi selama menjabat.
Di sisi lain, Trump justru terus memperoleh keuntungan dari berbagai lini bisnisnya.
Selain aset kripto, laporan tersebut menunjukkan Trump memperoleh sekitar US$122 juta dari Trump National Doral Golf Club di Florida serta sekitar US$77 juta dari klub Mar-a-Lago.
Trump juga mencatat pendapatan lebih dari US$30 juta dari sejumlah lapangan golf lain, termasuk di Bedminster, New Jersey, Jupiter, Florida, dan Turnberry, Skotlandia.
Pendapatan lain berasal dari berbagai produk bermerek Trump seperti jam tangan, Alkitab, sepatu, parfum, dan gitar. Royalti dari penjualan jam tangan saja mencapai sekitar US$4,7 juta.
Ibu Negara Melania Trump turut melaporkan pendapatan sebesar US$10,7 juta dari perjanjian lisensi dokumenter tentang dirinya serta sekitar US$6 juta dari penjualan non-fungible token (NFT).
Dalam laporan yang sama, Trump juga mencatat pendapatan sekitar US$86,5 juta dari berbagai penyelesaian gugatan hukum terhadap sejumlah perusahaan media dan teknologi. Gedung Putih menyebut sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan perpustakaan kepresidenan Trump maupun organisasi nirlaba yang mendukung pemeliharaan taman di kawasan Washington DC.
Kekayaan Trump meningkat signifikan setelah kembali ke Gedung Putih. Forbes memperkirakan total kekayaannya kini mencapai sekitar US$6 miliar, meningkat dari US$2,3 miliar pada 2024. Sementara Bloomberg Billionaires Index memperkirakan nilai kekayaan Trump mencapai US$7,6 miliar.
Peningkatan kekayaan tersebut berlangsung bersamaan dengan perubahan sikap Trump terhadap industri aset digital.
Setelah sempat menyebut Bitcoin sebagai penipuan pada 2021, Trump berbalik mendukung penuh industri kripto saat kampanye pemilu. Salah satu kebijakan awal setelah kembali menjabat adalah menerbitkan perintah eksekutif untuk mendukung pertumbuhan industri aset digital.
Pemerintahannya juga mendorong regulasi yang lebih ramah terhadap industri tersebut, termasuk melalui pengesahan GENIUS Act yang ditujukan memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin global dalam aset digital.
Di sisi lain, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) di bawah kepemimpinan Paul Atkins juga mulai meninggalkan pendekatan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap industri kripto.
Laporan kekayaan Trump kali ini jauh lebih tebal dibandingkan laporan keuangan Presiden Joe Biden pada tahun terakhir masa jabatannya yang hanya berjumlah 11 halaman.