Menbud Fadli Zon dorong Tahura Gunung Palasari Sumedang jadi Cagar Budaya Nasional untuk wisata budaya dan sejarah, dengan fokus pelestarian dan edukasi. [273] url asal
Bisnis.com, BANDUNG -- Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong Situs Tahura Gunung Palasari di Sumedang menjadi Cagar Budaya Nasional sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah "hidup."
Menbud menegaskan pemerintah pusat berkomitmen memperkuat pelestarian situs bernilai sejarah, budaya dan lingkungan tinggi. Menurutnya Situs Gunung Palasari berpotensi besar ditingkatkan statusnya sebagai cagar budaya nasional.
Ia menambahkan peningkatan status tersebut juga bertujuan untuk memperkuat perlindungan dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
“Ke depan, kita akan bersama-sama dengan Pak Bupati, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), serta para pemangku kepentingan lainnya mendorong Situs Gunung Palasari agar menjadi tempat wisata budaya dan sejarah yang hidup," kata dia.
Pengembangan situs budaya harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Menbud menekankan pentingnya menjaga ekosistem dengan menanam pohon-pohon langka yang merupakan bagian dari pohon endemik lokal.
Sejalan dengan itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan Pemkab siap memelihara dan mengelola Gunung Palasari. Tujuannya agar situs tersebut tidak hanya terlindungi secara fisik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi budaya bagi masyarakat.
Dony menekankan bahwa cagar budaya harus memberikan dampak edukatif dan menumbuhkan kesadaran warga Sumedang.
“Cagar budaya ini harus hidup dan memberi dampak. Bukan hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat Sumedang datang, melihat, mengetahui, dan memiliki kesadaran untuk ikut melestarikannya," ungkap dia.
Pihaknya menilai kunci pelestarian berkelanjutan adalah menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap situs tersebut. Selain itu, Pemkab Sumedang merencanakan digitalisasi cagar budaya sebagai bagian dari inovasi pelestarian.
Inovasi digitalisasi memastikan informasi sejarah dan edukasi dapat diakses lebih luas, terutama oleh generasi muda. “Kami merencanakan digitalisasi cagar budaya, sehingga informasi sejarah, nilai budaya, dan edukasinya bisa diakses lebih luas, terutama oleh generasi muda," tutupnya.
1768800754_c50e2aae-fd18-4115-96a0-4ec098753f97.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56