Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah anggota DPR di Komisi III menyoroti penyalahgunaan tabung gas Whip Pink yang digunakan untuk memantik sensasi layaknya memakai narkoba sehingga meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) menindak tegas peredaran Whip Pink.
Whip Pink merupakan tabung gas yang berfungsi mendorong krim dalam wadah whipped cream sehingga sudah cukup familiar di industri food and beverage. Namun justru disalahgunakan terutama di kalangan remaja.
Menurut anggota Komisi III, Aboe Bakar Al-Habsyi, BNN perlu melakukan terobosan untuk melakukan analisis melalui sarana signature analysis senilai Rp55,47 miliar. Sarana ini diajukan oleh BNN guna memaksimalkan pemberantasan narkotika.
"Dan apakah laboratorium semacam ini dapat mendeteksi bahaya Whip Pink N2O untuk efek euforia. Nah tabung ini kayaknya nge-trend, pak, di kalangan remaja," katanya saat raker bersama BNN, Selasa (3/2/2026).
Dia menilai penggunaan Whip Pink sudah meluas hingga ke daerah sehingga dirinya meminta BNN tegas.
Hal serupa disampaikan Abdullah dari fraksi PKB. Dia mengatakan bahwa terdapat perubahan gaya hidup di kalangan anak muda, begitupun peredaran narkoba.
Dia menilai peredaran narkoba telah lebih variatif dan bermacam-macam agar bisa masuk ke berbagai kalangan. Dia turut menyoroti adanya tulisan halal di tabung Whip Pink.
Oleh karena itu, dirinya mendukung penambahan anggaran di BNN untuk memaksimalkan pemberantasan narkoba.
"Oleh karena itu ketika buru anggaran apapun itu, pak, pegangannya jelas mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya mewakili Partai Kebangkitan Bangsa sangat mendorong, apalagi cuman segini anggarannya kurang, pak, kalau bisa lebih lagi pak," jelasnya.
Bahaya Whip Pink
Dikutip dari laman resmi Alcohol and Drug Foundation (ADF), gas Nitrous Oxide ini sering kali disalahgunakan sebagai bahan inhalasi untuk mencapai perasaan euforia dan kebahagiaan yang singkat. Namun, efek tersebut hanya bertahan sementara dan disertai dengan risiko kesehatan yang besar.
Risiko kesehatan bisa dialami salah satunya jika pengguna mencoba menghirup gas Nitrous Oxide dari tabung langsung. Kegiatan ini dapat menyebabkan radang dingin pada hidung, bibir, dan tenggorokan (pita suara) karena gas tersebut dilepaskan dalam kondisi yang sangat dingin dan bertekanan tinggi.
Selain itu, penggunaan gas Nitrous Oxide bisa terkena cedera karena efek pusing atau tidak stabilnya keseimbangan yang dihasilkan setelah menghirup gas ini.
Tak hanya efek jangka pendek, penggunaan gas Nitrous Oxide juga menimbulkan efek jangka panjang terhadap penggunanya seperti hilang ingatan, kekurangan vitamin B12, depresi, sistem kekebalan tubuh melemah, gangguan pada sistem reproduksi, dan lain-lain. Kekurang vitamin B12 dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak dan saraf.