Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri sementara waktu, imbas konflik bersenjata yang melibatkan Israel-Amerika Serikat dan Iran.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku dirinya menyoroti situasi dan keadaan keamanan negara-negara di kawasan Jazirah Arab dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, eskalasi konflik yang melibatkan Israel-Amerika Serikat dan Iran masih terpantau tinggi.
"Kami harapkan, warga Surabaya, ketika kondisi Timur Tengah panas begini, ada perang, saya berharap warga Surabaya tidak [bepergian] ke luar negeri dulu," imbau Eri, Selasa (3/3/2026).
Lebih lanjut, Eri menyebut pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Agama (Kemenag). Komunikasi tersebut bertujuan untuk memantau kondisi warga Kota Pahlawan yang saat ini sedang menunaikan ibadah umrah maupun haji di Tanah Suci.
"Sudah, kami dengan Kemenag [Kantor Wilayah] Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kemenag di pusat, dan mengetahui warga Surabaya yang ada di sana (Arab Saudi)," ucapnya.
Tak lupa, Ketua APEKSI ini juga meminta kepada segenap warganya yang berkedudukan di negara-negara kawasan Jazirah Arab untuk senantiasa waspada. Sebab, lanjut dia, tidak ada pihak yang dapat memprediksi konflik tersebut akan meningkat maupun mereda intensitasnya.
"Dan teruntuk warga Surabaya yang ada di Timur Tengah, saya harapkan hati-hati karena perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan," pungkasnya.
Sebagai informasi, pada Sabtu (28/2/2026), AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan bersenjata ke sejumlah target vital di wilayah administratif Republik Islam Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur hingga korban warga sipil. Situasi semakin memanas usai pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei juga dikabarkan meninggal dunia terdampak rangkaian serangan tersebut.