Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus melakukan upaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan ketergantungan penggunaan pupuk kimia dengan ... [336] url asal
Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus melakukan upaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan ketergantungan penggunaan pupuk kimia dengan mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair atau POC.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menyampaikan kegiatan memberikan bantuan berbagai jenis sayuran dan bibit tanaman serta pupuk cair organik kepada masyarakat itu menjadi bagian untuk memicu semangat generasi muda juga turut bergerak di sektor pertanian.
"Kegiatan menyalurkan bantuan sayuran hasil panen dari penggunaan pupuk organik cair ini untuk memberdayakan masyarakat. Dan inovator POC dari limbah dapur ini diharapkan menjadi contoh petani muda lainnya," kata Ulfiyah di sela menyerahkan sayuran dan pupuk organik cair kepada masyarakat di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Selasa.
Dia menyampaikan pemanfaatan limbah rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran serta limbah dapur lainnya selain bisa diolah menjadi pupuk organik cair untuk pertanian, juga secara otomatis mengatasi persoalan sampah.
"Sudah ada komunitas ibu-ibu rumah tangga yang sudah diajarkan memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk organik, kami harap ini juga bisa ditiru di kecamatan lainnya," kata Wabup Ulfiyah.
Wabup menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengawal keberlanjutan inovasi pupuk organik cair dari limbah rumah tangga tersebut, termasuk alokasi anggaran khusus.
"Seperti yang disampaikan Mas Bupati (Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo), ini diproyeksikan tidak hanya berfokus di wilayah tengah, tetapi juga akan disebarluaskan ke wilayah timur dan wilayah barat Situbondo," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Quratul Aini mengatakan dalam kegiatan pemberian berbagai jenis sayuran dan bibit tanaman, warga juga mendapatkan satu pupuk organik cair.
"Kami dari Dispertangan siap memberikan pendampingan kepada komunitas petani milenial maupun ibu-ibu rumah tangga dalam proses pembuatan pupuk organik cair dari limbah dapur," katanya.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Induk Situbondo Purwanto pupuk organik cair dari limbah rumah tangga tersebut telah dilakukan uji coba untuk tanaman padi, tebu dan tumpangsari dan mampu meningkatkan produktivitas padi.
"Untuk tanaman sayuran juga bisa untuk hasil sayur sehat dan pertumbuhan tanaman juga lebih baik," katanya.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah melepas keberangkatan kapal penyeberangan feri, yang mengangkut ratusan santri pulang berjamaah dalam rangka libur Ramadhan ... [349] url asal
Situbondo, Jatim (ANTARA) - Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah melepas keberangkatan kapal penyeberangan feri, yang mengangkut ratusan santri pulang berjamaah dalam rangka libur Ramadhan 1447 Hijriah, dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Senin.
Ratusan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo ini pulang ke kampung halamannya ke Pulau Kangean, Madura, Jatim, menggunakan transportasi laut KMP Munggiyango Hulalo.
"Pada siang hari ini ada 364 orang santri putra dari Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo pulang berjamaah ke Pulau Kangean menggunakan KMP Munggiyango Hulalo," kata Wabup Ulfiyah usai melepas keberangkatan kapal feri di dermaga Pelabuhan Jangkar, Situbondo.
Menurut dia, kepulangan santri pada momen libur Ramadhan 1447 Hijriah ini difasilitasi Ikatan Alumni Santri Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo (Iksas), Pemkab Sumenep, Madura, dan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jatim.
Pada Senin pagi sekitar pukul 09.20 WIB, lanjut Ulfiyah, sebanyak 177 santri putra serta wali santri juga pulang berjamaah dari Pelabuhan Jangkar ke Pulau Sapudi, Madura, menggunakan KMP Wicitra Dharma I.
"Alhamdulillah, kepulangan santri ke beberapa kepulauan di Madura ini gratis, kerja sama Iksas Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Sumenep," kata Ulfiyah yang juga alumni Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo itu.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah saat meninjau kepulangan santri di Dermaga Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Senin (9/2/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Salah seorang santri, Azizi mengatakan selama libur Ramadhan 2026 mendapatkan tugas dari pesantrennya yakni santri kerja nyata atau SKN.
"Selama liburan di kampung halaman, kegiatan kami adalah santri kerja nyata sesuai petunjuk dari pesantren," katanya.
Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang membawahi Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Slamet Santoso menyebutkan total penumpang KMP Munggiyango sebanyak 364 santri dan sekitar 20 orang lainnya penumpang umum.
"Kalau cuaca pada hari ini cukup bagus untuk aktivitas pelayaran rute Situbondo-Madura, dibandingkan cuaca pada beberapa hari sebelumnya," katanya.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memfasilitasi kepulangan para santri dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo ke Sumenep, Madura, menjelang Ramadhan 1447 Hijriah dengan menggunakan Kapal Motor Sabuk Nusantara 74.
Kapal perintis Kementerian Perhubungan tersebut dijadwalkan mengangkut santri pada momentum libur Ramadhan ini pada Selasa (10/2/2026) besok.