Bisnis.com, PADANG PARIAMAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat terdapat 250 jiwa penduduk di Nagari/Desa Kampung Galapung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, harus mengungsi akibat banjir yang melanda desa tersebut sejak Senin (25/11) kemarin.
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy yang datang ke lokasi pengungsian mengatakan untuk warga yang terdampak bencana banjir ini telah disalurkan sejumlah bantuan, mulai dari beras, makanan siap saji, kasur, selimut, dan sejumlah kebutuhan pengungsi anak-anak.
“Saya malam hari saya berada di lokasi pengusian itu. Lokasi pengungsian di sebuah surau (musala). Bantuan pun telah kami salurkan melalui BPBD dan Dinas Sosial,” katanya, Selasa (25/11/2025).
Adapun bantuan yang disalurkan dari Dinas Sosial ini beras reguler sebanyak 2 ton, makanan siap saji 100 paket, kasur 60 lembar, tenda gulung 50 lembar, kidswear 40 lembar, selimut 50 lembar, family kit 50 paket, dan makanan anak 160 paket. Selain itu, BPBD Sumbar juga menyalurkan tambahan berupa 100 helai selimut dan 20 paket sembako.
“Total nilai bantuan mencapai Rp124,27 juta, dan saya telah meminta kepada BPBD dan Dinas Sosial untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan mempercepat penanganan darurat,” ujarnya.
Dia juga mendesak untuk penyaluran bantuan ini berjalan secara cepat dan tepat kepada warga yang terdampak bencana banjir tersebut. “Bantuan harus datang tepat waktu dan pemerintah harus hadir di titik-titik terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi,” tegasnya.
Vasko juga berpesan agar bantuan itu diprioritaskan untuk kebutuhan kelompok rentan seperti balita dan lansia. Karena kondisi hujan dan banjir ini, ketersediaan logistik adalah hal yang paling penting. Makanya, penyaluran bantuan haruslah menyebar dan merata.
Menurutnya Pemprov Sumbar akan terus memantau perkembangan cuaca serta potensi banjir susulan. Koordinasi dengan BMKG, BPBD, dan pemerintah kabupaten/kota akan terus ditingkatkan untuk memastikan langkah antisipasi berjalan efektif.
Wagub juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG. Meski angin dan intensitas hujan mulai menurun, kondisi lapangan masih belum sepenuhnya aman.
“Pemprov Sumbar telah mengeluarkan himbauan kewaspadaan, sementara Pemkab Padang Pariaman juga sudah menetapkan status siaga bencana di sejumlah wilayah terdampak banjir. Hal ini patut dipatuhi dan pedomani secara bersama,” sebutnya.
“Cuaca masih sangat dinamis, keselamatan harus diutamakan. Ikuti peringatan BMKG dan arahan petugas di lapangan,” sambungnya.
Kader Pembangunan Manusia (KPM) Nagari Kampung Galapung Suci Ramadhan menyampaikan bahwa saat ini 250 warga masih bertahan di lokasi pengungsian, termasuk 44 balita dan 92 lansia. Para pengungsi ini sudah bertahan dua malam di tempat pengungsian sejak banjir melanda Minggu siang,.
Dikatakannya saat ini satu unit dapur umum telah beroperasi, namun tenaga juru masak masih terbatas sehingga diperlukan tambahan personel untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumsi.