Bisnis.com, Jakarta -Film animasi GOAT yang menghadirkan kisah seekor kambing kecil untuk menantang anggapan bahwa hanya yang besar layak menang siap rilis. Diproduksi Sony Pictures Animation, film ini dijadwalkan tayang pada 13 Februari 2026.
GOAT mengikuti Will, seekor kambing bertubuh mungil yang bercita-cita menjadi atlet profesional dalam olahraga fiksi bernama roarball. Di dunia yang dipenuhi pemain besar dan kuat, ambisi Will kerap dianggap sebagai mimpi muluk.
Disutradarai Tyree Dillihay dan Adam Rosette, GOAT menggabungkan komedi, olahraga, dan drama coming of age. Tak hanya itu, film berdurasi 1 jam 35 menit ini juga mengurai isu tentang rasa percaya diri dan identitas diri.
Berdasarkan trailer yang dirilis Sony Pictures, roarball digambarkan sebagai olahraga berintensitas tinggi yang memadukan unsur basket, rugby, dan hoki. Permainan ini menuntut kekuatan fisik sekaligus kecepatan berpikir.
Alih-alih mengandalkan fisik, Will mengembangkan strategi berbasis kelincahan dan kecerdikan membaca permainan. Pendekatan tersebut menjadi kekuatan yang membedakannya dari atlet lain, meski jalan yang ditempuh tidak instan.
Sutradara Tyree Dillihay mengatakan dia ingin menghadirkan cerita yang bukan hanya seru secara visual, tetapi juga kuat secara emosional, sekaligus menyampaikan pesan tentang ketekunan dan kepercayaan diri.
“GOAT adalah tentang bagaimana karakter yang terlihat kecil di mata dunia justru punya kekuatan besar untuk menginspirasi,” ujarnya dikutip dari AOL.
Film ini juga diperkuat keterlibatan pebasket NBA Stephen Curry sebagai produser sekaligus pengisi suara. Kehadiran Curry dinilai selaras dengan pesan tentang menembus batas stereotip fisik dalam dunia olahraga profesional.
Dari sisi visual, GOAT menampilkan gaya animasi dinamis khas Sony Pictures Animation. Gerak kamera yang agresif dan desain karakter yang ekspresif membuat adegan pertandingan roarball terasa intens sekaligus menghibur.
Bagi penonton anak-anak, GOAT menawarkan humor segar dan petualangan yang menyenangkan. Sementara bagi penonton dewasa, film ini membuka ruang refleksi tentang tekanan sosial, standar kesuksesan, dan arti ketekunan.