Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan manufaktur elektronikPT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, menutup operasional perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sekitar 350 orang karyawan.
Hal tersebut disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. Dia menyampaikan bahwa PHK tersebut merupakan bagian dari gelombang tekanan industri manufaktur yang mulai terasa dalam beberapa bulan terakhir, salah satunya karena imbas konflik geopolitik yang berkecamuk di Timur Tengah.
“Benar telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Perusahaan total tutup operasional,” kata Said dalam konferensi pers secara daring, Senin (25/5/2026).
Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa serikat pekerja PT Xacti Indonesia telah telah menyepakati hasil perundingan dengan manajemen perusahaan.
Said menyatakan pekerja Xacti Indonesia yang terdampak PHK disebut memperoleh pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan, termasuk uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.
Profil PT Xacti Indonesia
Mengutip laman resmi Xacti Corporation dan pelbagai sumber, PT Xacti Indonesia (PXI) merupakan pabrik manufaktur elektronik, khususnya kamera, yang berlokasi di Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat.
Xacti Indonesia sebelumnya berada di bawah bendera Grup Sanyo asal Jepang yang memiliki sejumlah lini bisnis di Indonesia sejak 1970.
Seiring perubahan bisnis dan kepemilikan Sanyo di Negeri Matahari Terbit pada 2013, pabrik tersebut berganti nama menjadi PT Xacti Indonesia sejak 2014.
Secara keseluruhan, aktivitas produksi Xacti Indonesia di Tanah Air berlangsung sekitar 20 tahun, yang menghasilkan produk jadi seperti kamera digital, perekam gambar, dan peralatan elektronik lainnya.
Sebelum diberitakan tutup pada Mei 2026, operasional PT Xacti Indonesia dipimpin oleh Head of Production Division Xacti Corporation yang merangkap Presiden PXI, yakni Yoshikiyo Morikawa.