Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) atau Tugu Insurance per Agustus 2025 mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 12% secara (year on year/YoY).
Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana mengemukakan pertumbuhan premi tersebut masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan data industri yang sebesar 2,42% YoY.
Adi berpendapat perlambatan pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi terjadi lantaran tahun ini penuh tantangan, baik berupa tekanan ekonomi global dan penurunan daya beli masyarakat.
“Dengan kondisi tersebut, masyarakat menahan untuk melakukan belanja, termasuk pula untuk pembelian asuransi. Hal inilah yang diperkirakan berpengaruh terhadap perlambatan kinerja premi asuransi,” ungkapnya kepadaBisnis, Sabtu (18/10/2025).
Meski begitu, Adi optimistis bahwa Tugu Insurance dapat meningkatkan kinerjanya hingga akhir 2025 ini. Setidaknya ada tiga strategi yang dilakukan untuk terus menggenjot pertumbuhan pendapatan premi.
Strategipertamaadalah melakukan diversifikasi dan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar.Kedua, terus meningkatkan kualitas layanan dengan mengedepankanTrust,Easy, danFriendlyuntuk meningkatkan kepuasan nasabah.
“Di sisi lain, Tugu Insurance secara konsisten terus membangun dan memperluas jaringan sertadistribution channelyang strategis, dibarengi dengan mengembangkan strategi marketing yang tepat dan melakukan penguatan manajemen risiko,” sebut Adi.
Sebagai informasi, lini bisnis yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan premi di Tugu Insurance bersumber dari Fire & Property sebesar 51%, lalu diikuti Aviation sebesar 13%, dan energi sebesar 11%.
Untuk diketahui, OJK mencatat premi asuransi dan reasuransi per Agustus 2025 nilainya Rp102,01 triliun dengan pertumbuhan sebesar 2,42% YoY. Laju itu turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau Agustus 2024, yakni 12,89%.
Laju pertumbuhan premi pun turun tipis jika dibandingkan secara bulanan, yakni pada Juli 2025 pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi sebesar 2,67%.
Sementara itu, praktisi manajemen risiko dan Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Wahyudin Rahman memproyeksikan pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi hingga akhir tahun ini berada di kisaran 4%—5%. Angka ini sedikit di bawah proyeksi awal tahun yang diharapkan mencapai 6%—7%.