Bisnis.com, JAKARTA – Hamas resmi membebaskan 20 sandera Israel terakhir yang masih hidup pada Senin (13/10/2025), di bawah kesepakatan gencatan senjata yang menandai babak baru menuju berakhirnya dua tahun agresi Israel di Gaza.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menjadi arsitek utama perdamaian tersebut, menyebut momen ini sebagai “awal yang baru.”
Melansir Reuters, militer Israel memastikan seluruh sandera yang masih hidup telah dipindahkan dari Gaza melalui Palang Merah. Ribuan warga yang menanti di Lapangan Sandera, Tel Aviv, menyambut kedatangan mereka dengan sorak, pelukan, dan air mata haru.
Sementara itu, bus yang mengangkut warga Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel juga tiba di Gaza, menurut seorang pejabat yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Ini hari besar, ini awal yang baru,” ujar Trump setibanya di Israel, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir untuk menghadiri KTT yang membahas kerangka perdamaian permanen bagi Gaza.
Ketika ditanya apakah perang Gaza telah benar-benar berakhir, Trump menjawab tegas, “Ya.”
Foto yang dirilis militer Israel memperlihatkan enam sandera yang baru dibebaskan berdiri bersama prajurit penyambut, beberapa di antaranya tersenyum lega.
“Saya sangat bahagia, sulit menggambarkan perasaan saya sekarang,” ujar Viki Cohen, ibu sandera Nimrod Cohen, saat menuju pangkalan militer Reim tempat para sandera diterima.
Di sisi lain, di Gaza, sejumlah pria bersenjata berpakaian hitam—anggota sayap militer Hamas—tampak hadir di Rumah Sakit Nasser, tempat panggung dan kursi disiapkan untuk menyambut para tahanan Palestina yang pulang.
“Semoga inilah akhirnya. Kami kehilangan keluarga, teman, dan rumah kami,” kata Emad Abu Joudat, warga Gaza berusia 57 tahun, sambil menyaksikan siaran langsung prosesi itu di ponselnya.
Pertemuan puncak lanjutan yang akan digelar di Sharm el-Sheikh, Mesir, dijadwalkan membahas fase berikutnya dari kesepakatan damai. Lebih dari 20 pemimpin dunia akan meninjau rencana 20 poin yang diusung Trump untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan pascaperang yang dimulai sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 — serangan yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan membuat 251 lainnya disandera.
Serangan udara dan operasi darat Israel yang berlangsung setelahnya menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, menurut data otoritas kesehatan setempat.
Kesepakatan gencatan senjata dimediasi oleh AS, Mesir, Qatar, dan Turki. Fase berikutnya mencakup pembentukan Board of Peace, lembaga internasional yang akan dipimpin Trump. Namun, sejumlah isu krusial masih mengancam kelanjutan proses damai — mulai dari tata kelola Gaza setelah perang hingga status akhir Hamas.
Trump menyatakan bahwa Hamas telah setuju untuk mematuhi ketentuan perlucutan senjata dalam rencananya. Namun, masih ada ganjalan lain, termasuk kemungkinan penarikan penuh pasukan Israel dan perdebatan soal pembentukan negara Palestina — isu yang ditolak banyak pihak di Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dipastikan hadir dalam KTT tersebut. Trump sendiri menjadi presiden AS keempat yang berpidato di Knesset, setelah Jimmy Carter, Bill Clinton, dan George W. Bush.
Perang dua tahun telah meninggalkan Gaza sebagai lautan puing, membuat hampir seluruh 2,2 juta penduduknya kehilangan tempat tinggal. Konflik itu juga memicu ketegangan di kawasan, termasuk dengan Iran, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.
Di pangkalan militer Reim, warga Israel berkumpul di sepanjang jalan sambil mengibarkan bendera biru putih yang dihiasi pita kuning — simbol solidaritas bagi para sandera. “Kami akhirnya bisa bernapas lagi. Matan sudah pulang,” kata keluarga sandera Matan Angrest.
Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, menyatakan bahwa Israel telah mengizinkan pengiriman bantuan tambahan ke Gaza. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga meminta Israel untuk mengizinkannya bekerja tanpa hambatan di wilayah tersebut.