Bisnis.com, BIREUEN– Akses utama jalur darat dari Banda Aceh–Medan maupun sebaliknya terputus akibat jembatan penghubung di Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireuen ambruk pascabanjir akhir November lalu.
Masyarakat terpaksa harus menyeberangi Sungai Peusangan menggunakan perahu nelayan untuk berpindah lokasi, termasuk penumpang transportasi umum tujuan Banda Aceh-Medan maupun sebaliknya.
Salah seorang warga sekitar yang juga berprofesi sebagai sopir bus di jalur lintas Banda Aceh–Medan, Bram, mengatakan kondisi jalan utama yang terputus telah memukul bisnis transportasi.
Bram menyebut bus-bus penumpang yang melayani rute Banda Aceh–Medan atau sebaliknya terpaksa menghentikan perjalanan di kedua sisi Sungai Peusangan. Penumpang lantas diminta turun dan menyeberangi sungai menggunakan perahu motor agar dapat melanjutkan perjalanan kembali dengan bus lain yang telah menunggu di seberang.
“Ini satu-satunya akses dari Banda Aceh ke Medan [dan sebaliknya],” kata Bram kepada Bisnis, Minggu (21/12/2025).
Dikatakan Bram, tidak ada alternatif lain bagi kendaraan besar seperti truk dan bus untuk melintasi wilayah tersebut pasca robohnya jembatan. Penumpang harus turun terlebih dahulu, menyeberangi sungai dengan perahu sekitar dua menit dengan membayar Rp10.000 per sekali jalan, dan melanjutkan perjalanan kembali menggunakan transportasi lain di seberang sungai.
Dia mengatakan, meski terdapat jembatan di kampung sebelah yang masih bisa dilalui, jalur tersebut tidak memungkinkan bagi kendaraan besar.
“Ada jembatan di kampung sebelah, tapi kita tidak bisa dilewati bus. Hanya motor dan mobil saja yang bisa lewat,” katanya.
Akibat pembatasan jalur di lintas utara itu, kendaraan besar dari Medan menuju Banda Aceh atau sebaliknya terpaksa memutar jauh melalui Jalan Meulaboh–Banda Aceh di Jalur Trans Sumatra bagian selatan.
Dari pantauan Bisnis, di sekitar lokasi jembatan yang putus tampak sejumlah posko bencana bagi masyarakat terdampak.
Sejumlah alat berat seperti eskavator dan truk pengangkut material juga terlihat hilir-mudik membersihkan area terdampak untuk mempercepat proses perbaikan jembatan.
Menurut keterangan warga di lokasi, upaya perbaikan jalur berlangsung setiap hari dengan pengawasan petugas di lapangan.
Namun, melihat kondisi jembatan yang putus total, diperkirakan pemulihan akses Jalan Lintas Sumatra di jalur utara akan memakan waktu yang cukup lama.
Informasi yang dihimpun Bisnis di lapangan, jembatan yang membelah Sungai Peusangan di Kabupaten Bireuen itu baru dapat berfungsi secara normal kurang lebih tiga bulan ke depan.
“Akses jembatan ini katanya baru bisa dipakai lagi tiga bulan ke depan,” ujar Bram.
Jalan lintas Banda Aceh–Medan merupakan urat nadi transportasi dan perekonomian di wilayah utara Aceh. Terputusnya jalur ini berdampak luas terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Pascabencana yang memutus jalur tersebut, masyarakat sekitar berharap pemerintah dapat memastikan kelancaran distribusi logistik, ketersediaan BBM dan LPG, serta keselamatan masyarakat yang terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu. (240)