Bisnis.com, DENPASAR – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang 2025 mencapai 7,1 juta atau meningkat 11,3% dibandingkan 2024.
Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan kunjungan wisman ke Bali melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat yakni sejumlah 7 juta wisman per tahun.
"Sebelum Covid-19, tahun 2019 wisman ke Bali hanya 6,27 juta, sebelum itu lebih rendah lagi. Rupanya Bali tetap menjadi daya tarik masyarakat dunia, apapun isunya wisman tetap pilih Bali,” jelas Koster dikutip Jumat (2/1/2025).
Untuk kedatangan wisman melalui kapal pesiar, berdasarkan informasi Pelabuhan Benoa, jumlahnya mencapai 71.000 orang. Meningkat jika dibandingkan dengan 2024 yang jumlah kunjungannya 53.000 wisman. Jika digabung dengan kedatangan dari Bandara, jumlah kunjungan wisman ke Bali mencapai 7,1 juta.
Kemudian kedatangan Wisatawan Nusantara (Wisnus) pada 2025 mencapai 9,28 juta, sedangkan di 2024 jumlahnya 10,1 juta orang ke Bali. Jadi kunjungan wisatawan nusantara turun sekitar 700.000 lebih.
Jika ditotal kedatangan wisman dan Wisnus di 2025 ke Bali mencapai sekitar 16,38 juta orang atau menurun dibandingkan pada tahun 2024, yang mana jumlah total kunjungannya berada di angka 16,4 juta atau turun 0,2% karena turunnya kunjungan wisatawan nusantara.
"Karena itu, apa yang selama ini menjadi isu Bali sepi di media sosial sudah dibantah. Ibu Menteri pasti sudah meninjau Bandara Ngurah Rai, Mall, meninjau destinasi wisata, salah satunya Ubud, ternyata tidak sepi dan di jalan macet. Data sudah membantah bahwa Bali tidak sepi, kedatangan wisman ke Bali malah mencapai rekor tertinggi,” kata Koster.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa Bali adalah prioritas Pemerintah Pusat. Widiyanti menjelaskan Presiden RI menginstruksikan semua Menteri untuk berkunjung ke seluruh Indonesia, Kemenpar nomor satu utamakan Bali. Jadi selalu di support industri pariwisata Bali.
“Bali adalah destinasi yang sangat penting bagi Indonesia, World Bank juga sudah melakukan kajian terkait apa saja isu – isu Bali dan bagaimana quality tourism di Bali bisa dibangun yang sesuai dengan Perda Provinsi Bali tentang Pariwisata Bali yang berkualitas,” kata Menpar RI seraya menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali atas atensinya.