Bisnis.com, PALEMBANG — Pembangunan dua ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) kembali mengisi daftar sederet proyek strategis nasional (PSN) di Sumatra Selatan. Meski digadang mampu mempercepat konektivitas, dampak nyata JTTS terhadap pertumbuhan ekonomi daerah masih menjadi tanda tanya besar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatra Selatan (Bappeda Sumsel) Regina Ariyanti mengungkapkan dua ruas JTTS yang masuk dalam PSN yaitu kelanjutan jalan tol ruas Prabumulih-Muara Enim, serta ruas Palembang-Betung yang nantinya akan terhubung sampai ke Provinsi Jambi.
“Berdasarkan Permenko yang baru dikeluarkan 24 September 2025, kita ada 15 PSN yang juga kelanjutan dari PSN sebelumnya yang belum selesai,” ujarnya, dikutip Senin (27/10/2025).
Namun demikian, Regina menyoroti tantangan Sumsel ke depan dengan hadirnya berbagai ruas jalan tol di wilayah tersebut. Menurutnya, belum bisa dilihat apakah JTTS tersebut dapat mendongkrak pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah di sekitar jalan tol.
“Karena kalau kita melihat seperti di Lampung itu banyak exit tol dan pertumbuhan industri di sekitarnya. Tapi ketika masuk ke Sumsel, kita bisa hitung exit tol-nya,” tutur Regina.
Dia menilai perlu adanya peran pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan potensi sektor lain yang bisa digali dengan adanya jalan tol tersebut.
“Bagaimana kabupaten/kota melakukan perencanaan untuk pusat pertumbuhan di sekitar jalan tol. Karena ini juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa pembangunan tol ruas Palembang-Betung akan mulai terhubung pada 2026 mendatang.
Hal itu sejalan dengan hampir rampungnya persoalan lahan yang selama ini menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan.
“Pembangunan tidak akan mengubahschedule [target] kita. Di Lebaran 2026, jalan tol sudah bisa digunakan untuk arus mudik dan baik,” tuturnya.
Dia menambahkan untuk pembebasan lahan ruas tol Palembang-Betung terjadi di kawasan kilometer 54 hingga 59. Setelah hambatan itu selesai, pihaknya optimis pembangunan bisa dilanjutkan dan keberadaan tol membantu mengatasi kemacetan yang terjadi selama ini.
“Saya pastikan progresnya kembali berjalan, karena pemilik lahan telah membuka blokade pembangunan ini dan kemacetan jalan selama ini akan segera terjawab,” pungkasnya.