Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak tiga gerai perhiasan mewah Tiffany & Co disegel Bea Cukai karena dugaan administrasi impor barang.
Tiffany & Co merupakan salah satu brand mewah yang dimiliki salah satu orang terkaya di dunia, Bernard Arnault yang memiliki LVMH.
Tiffany & Co. didirikan pada 1837. Pendiri Charles Lewis Tiffany memperkenalkan batu permata utama pertama ke AS, sehingga Tiffany & Co. mendapatkan julukan "Raja Berlian" di media massa.
Kesuksesannya kemudian berlanjut usai dia memperkenalkan cincin pertunangan Tiffany pada tahun 1886, yang dianggap sebagai ungkapan cinta sejati yang paling utama.
Tiffany & Co juga dikenal dengan blue box nya.
Sejak debutnya pada pertengahan abad ke-19, Tiffany Blue Box telah menjadi objek yang didambakan. Kotak ini langsung dikenali sebagai simbol mimpi dan penanda momen-momen paling bermakna dalam hidup dan tidak ada kotak lain yang membuat jantung berdebar lebih kencang.
Profil Charles Lewis Tiffany
Tiffany & Co merupakan brand yang didirikan oleh Charlse Lewis Tiffany.
Charles Lewis Tiffany adalah seorang pengusaha visioner dengan hasrat untuk mendapatkan permata paling langka dan luar biasa.
Charles Lewis Tiffany dan para ahli gemologinya termasuk yang pertama kali berkeliling dunia mencari batu permata langka dan unik.
Eksplorasi perintis mereka menemukan batu-batu yang belum pernah dilihat sebelumnya dengan warna dan kualitas yang luar biasa. Semangat untuk menampilkan batu permata paling luar biasa ini terus mendorong Tiffany & Co. hingga saat ini.
Sejak ia membuka Tiffany & Co. sebagai toko barang mewah dan alat tulis di New York City pada tahun 1837, ia menetapkan standar kemewahan seperti yang kita kenal sekarang.
Pembelian permata oleh Tiffany dari bangsawan Prancis pada tahun 1840-an menandai kemunculan pertama permata utama di AS. Pers memperhatikan hal ini, menobatkan Tiffany sebagai "Raja Berlian," sebuah predikat yang terus dipertahankan oleh perusahaan tersebut.
Berlian Tiffany adalah salah satu berlian kuning mewah terbesar dan paling terkenal di dunia. Batu mentah seberat 287,42 karat ini ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 1877 dan diperoleh oleh Charles Lewis Tiffany setahun kemudian.
Dipotong menjadi 128,54 karat untuk meningkatkan kilaunya daripada ukurannya, berlian ini merupakan simbol dari seni visioner, inovasi, dan keahlian Tiffany. Berlian Tiffany terkenal telah dikenakan oleh empat wanita dan telah ditampilkan dalam lima desain berbeda, masing-masing menandai momen penting dalam sejarah perusahaan.
Tiffany semakin memperkuat reputasinya dalam menawarkan permata paling menakjubkan di dunia kepada kliennya pada tahun 1887, ketika ia membeli hampir sepertiga dari Permata Mahkota Prancis dalam sebuah lelang di Louvre.
Diakuisisi LVMH
LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE ("LVMH"), grup barang mewah terkemuka di dunia, dan Tiffany & Co. (NYSE: TIF) ("Tiffany"), perusahaan perhiasan mewah global, pada 2019 mengakuisisi Tiffany seharga US$135 per saham secara tunai, dalam transaksi dengan nilai ekuitas sekitar €14,7 miliar atau US$16,2 miliar.
Penambahan Tiffany mengubah divisi Jam Tangan & Perhiasan LVMH dan melengkapi 75 merek terkemuka LVMH.
"Kami sangat senang memiliki kesempatan untuk menyambut Tiffany, sebuah perusahaan dengan warisan yang tak tertandingi dan posisi unik di dunia perhiasan global, ke dalam keluarga LVMH. Kami memiliki rasa hormat dan kekaguman yang besar terhadap Tiffany dan bermaksud untuk mengembangkan permata ini dengan dedikasi dan komitmen yang sama seperti yang telah kami terapkan pada setiap Maison kami. Kami akan bangga memiliki Tiffany di samping merek-merek ikonik kami dan berharap dapat memastikan bahwa Tiffany terus berkembang selama berabad-abad yang akan datang." ujar Bernard Arnault dilansir dari laman resmi LVMH.
Akuisisi Tiffany oleh LVMH telah disetujui oleh dewan direksi kedua perusahaan dan Dewan Direksi Tiffany merekomendasikan agar pemegang saham Tiffany menyetujui transaksi dengan LVMH.
Transaksi ini diharapkan selesai pada pertengahan tahun 2020 dan tunduk pada persyaratan penutupan yang lazim, termasuk persetujuan dari pemegang saham Tiffany dan penerimaan persetujuan peraturan.
Tiffany & Co di Indonesia
Di Indonesia, gerai Tiifany & Co berada di tiga toko yakni Plaza Indonesia, Plaza Senayan dan Pacific Place.