Bisnis.com, JAKARTA -- PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) melalui Kalbe, berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan layanan kesehatan berbasis teknologi stem cell yang aman, efektif, dan mematuhi regulasi.
Kalbe melalui Regenic Stem Cell yang dinaungi anak usaha Kalbe yaitu PT Bifarma Adiluhung (Bifarma) menjadi contoh penerapan riset dan layanan kesehatan berbasis stem cell atau sel punca di Indonesia.
Regenic meluncurkan Program Penelitian Berbasis Pelayanan Sel Punca berkolaborasi dengan 16 rumah sakit pengampu dan jejaringnya, yang diharapkan dapat mendorong harapan menjadikan Indonesia sebagai pusat unggulan terapi regeneratif di Asia.
Rumah sakit tersebut adalah RSUP dr. Cipto Mangunkusumo, RSUD Dr. Soetomo, RSUP Dr. M. Djamil, RSJPD Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RSUP Persahabatan, RSUP dr. Hasan Sadikin, RSUP dr. Kariadi, RSPAD Gatot Subroto, RSUP dr. Sardjito, RSUP Sanglah, RSUP Wahidin Sudirohusodo, RSUD Moewardi, RS PON Prof dr. Mahar Mardjono, RS Royal Prima, dan RS Atmajaya.
"Hari ini kami nersama 16 rumah sakit membahas regulasi terbaru mengenai stem cell dan turunannya, protokol penelitian, dan manfaat terapi stem cell serta secretome bagi pasien. Kalbe meyakini bahwa inovasi dan kolaborasi merupakan kunci kesuksesan dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia," ungkap Presiden Direktur Kalbe Regenic Stem Cell, dr. Sandy Qlintang dalam keterangan resmi, dikutip Senin (27/10/2025).
Oleh karena itu, Kalbe Regenic Stem Cell mendorong integrasi riset dan pelayanan kesehatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan fasilitas kesehatan untuk memperkuat penelitian translasional terapi stem cell agar masyarakat bisa segera mendapatkan manfaatnya. Salah satunya dengan menggagas program penelitian stem cell berbasis layanan.
Program Penelitian Berbasis Pelayanan Sel Punca juga didukung oleh Kemenkes dan BPOM. Di antaranya, terkait implementasi regulasi terkini mengenai pelayanan dan penelitian stem cell berbasis pelayanan hingga percepatan registrasi produk, pengawasan menyeluruh, sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksi stem cell dan secretome.
"Tujuannya, agar inovasi medis berjalan aman, bermutu, dan berstandar nasional serta global. Terlebih lagi, terapi stem cell menawarkan harapan baru bagi para pasien agar bisa menjalani hidup yang berkualitas," lanjut Sandy.
Menurutnya, solusi kesehatan stem cell yang inovatif dan memiliki potensi besar dalam terapi regeneratif untuk menangani berbagai penyakit, terutama penyakit yang memiliki pilihan terapi terbatas.
"Kami berharap kolaborasi dan komitmen seluruh stakeholder, mampu mengakselerasi pengaplikasian terapi stem cell ke pasien,” imbuh dr. Sandy.
Dalam pengembangannya, saat ini, Kalbe Regenic Stem Cell juga telah melaksanakan uji klinis terapi stem cell untuk pasien Covid-19 dan osteoarthritis, serta mengembangkan terapi mesenchymal stem cell (MSCs), secretome, eksosom, dan terapi sel untuk kanker.
Regenic sendiri merupakan fasilitas produksi sel punca pertama di Indonesia yang telah bersertifikasi cGMP (CPOB), standar resmi dari BPOM yang memastikan proses produksi dilakukan dengan standar dan cara yang benar, aman, dan higienis.
Sertifikasi CPOB menjamin bahwa kualitas sudah dibangun sejak awal, dari proses desain hingga produksi, agar setiap produk terapi seperti stem cell dan secretome benar-benar layak digunakan untuk pasien.
Selain itu, Regenic juga mendapatkan lisensi pengoperasian dari Kementerian Kesehatan RI, yang memampukan Regenic untuk memproduksi sel punca tahap klinis beserta produk metabolitnya.
Dengan teknologi termutakhir dan komitmen akan kualitas, keamanan, dan etika, Regenic mengembangkan solusi untuk berbagai kondisi ortopedik, penyakit kronis, dan sebagainya.