Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmen Indonesia untuk menekan emisi gas rumah kaca melalui target iklim yang telah ditetapkan dalam dokumen nasional maupun komitmen internasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup Laksmi Widyajayanti mengatakan Indonesia terus menjalankan komitmen yang telah disampaikan dalam Persetujuan Paris (Paris Agreement) untuk membatasi kenaikan suhu global.
"Indonesia secara nyata menegaskan komitmennya terkait dengan perubahan iklim terhadap Paris Agreement untuk menjaga kenaikan suhu global kita tetap berada sedekat mungkin pada batas 1,2 derajat Celsius," ujar Laksmi dalam keterangan pers di Gedung Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, komitmen tersebut tercermin dalam target Enhanced Nationally Determined Contribution (Enhanced NDC) 2030. Pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% dengan upaya domestik dan hingga 42,20% melalui dukungan internasional.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan strategi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim yang tertuang dalam dokumen Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050).
Laksmi mengatakan isu perubahan iklim menjadi salah satu fokus peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Secara global, peringatan tahun ini mengusung tema Inspired by Nature for Climate, for Our Future yang didukung kampanye Now for Climate.
Menurut dia, tema tersebut menitikberatkan pada penguatan solusi berbasis alam (nature-based solutions/NBS), peningkatan partisipasi publik, dan pemanfaatan teknologi hijau untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
"Tema ini diarahkan untuk memperkuat aksi iklim berbasis alam atau nature based solutions, memperluas partisipasi publik secara inklusif serta menampilkan inovasi teknologi hijau guna memitigasi dampak buruk perubahan iklim yang kian nyata," katanya.
Sejalan dengan tema global tersebut, Indonesia menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026 yakni "Saatnya Kita Bekerja untuk Iklim".
Laksmi mengatakan tema tersebut ditujukan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam aksi lingkungan dan iklim.
"Indonesia merespon secara progresif dan menetapkan Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026 dengan tema Saatnya Kita Bekerja untuk Iklim. Tema nasional ini memang dirancang sebagai instrumen penggerak untuk mentransformasikan paradigma masyarakat dalam pengelolaan lingkungan," tandasnya.