Bisnis.com, JAKARTA - Sebentar lagi umat Islam akan merayakan Iduladha atau Idul kurban yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Umat Islam pun diminta untuk melakukan salat Iduladha yang hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Namun bagi sebagian orang yang tidak bisa datang ke majelis, atau terlambat datang, dapat melakukan salat Iduladha sendiri (munfarid) di rumah diperbolehkan dalam Islam.
Adapun tata cara dan jumlah rakaatnya sama seperti melakukan salat berjamaah, namun dilakukan tanpa azan, iqamah, dan tanpa khutbah.
Syarat melakukan salat Iduladha sendiri di rumah yakni salat tersebut harus dilaksanakan sebelum waktu dzuhur tiba pada hari ke-10 Dzulhijjah.
Niat Salat Iduladha
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَـــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ rak'taini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Niat tersebut biasanya dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram sebagaimana salat berjamaah biasa, yakni membaca takbir, allâhu akbar, sembari mengangkat tangannya.
Bacaan di sela Takbir Salat Iduladha
Pada rakaat pertama salat iduladha, dianjurkan bertakbir sebanyak tujuh kali dan membaca doa iftitah. Sedangkan pada rakaat kedua kita dianjurkan untuk bertakbir sebanyak lima kali.
Di antara takbir tersebut dianjurkan membaca doa zikir, yang bunyinya:
Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar, wa la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil azhîm.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya selain berkat pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Atau bisa juga membaca:
Subhânallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.
Artinya:
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”