#30 tag 24jam
Ada 13 Fenomena Bulan Purnama Sepanjang Tahun 2026, Ini Jadwalnya
Sepanjang 2026, akan ada 13 bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan. Fenomena ini dimulai dengan Wolf Moon pada Januari. [747] url asal
#bulan-purnama-2026 #supermoon-2026 #blue-moon-2026 #gerhana-bulan-2026 #wolf-moon-januari #snow-moon-februari #worm-moon-maret #blood-moon-maret #pink-moon-april #flower-moon-mei #blue-moon-mei #straw
(Bisnis.Com - Teknologi) 03/01/26 17:14
v/92313/
Bisnis.com, JAKARTA— Fase bulan purnama akan terjadi sebanyak 13 kali sepanjang 2026, termasuk kemunculan Blue Moon, sejumlah supermoon, serta dua peristiwa gerhana bulan. Salah satu gerhana tersebut merupakan gerhana bulan total terakhir yang terjadi sebelum akhir 2028.
Melansir laman Live Sciene pada Sabtu (3/1/2026) Bulan purnama terdekat terjadi pada Januari. Bulan purnama Januari, yang dikenal dengan sebutan Wolf Moon, akan mencapai fase purnama penuh pada Sabtu, 3 Januari 2026, tepat pukul 10.02 UTC atau 5.02 a.m. EST, yang setara dengan pukul 17.02 WIB.
Meski puncak purnama terjadi pada waktu tersebut, bulan akan tampak terang dan hampir penuh sejak Jumat, 2 Januari, hingga Minggu, 4 Januari 2026. Wolf Moon Januari 2026 juga tercatat sebagai supermoon dan menjadi supermoon terakhir dari rangkaian empat supermoon berturut-turut, setelah Harvest Moon pada Oktober, Beaver Moon pada November, dan Cold Moon pada Desember 2025.
Supermoon terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan posisi bulan yang berada dekat titik perigee, yakni jarak terdekat bulan dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa.
Sepanjang 2026, bulan purnama berikutnya akan muncul pada 1 Februari. Snow Moon akan mencapai puncak pada 22.09 UTC atau 5.09 p.m. EST, setara dengan 5.09 WIB pada Senin, 2 Februari.
Selanjutnya, Worm Moon akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 11.37 UTC atau 6.37 a.m. EST, yang bertepatan dengan pukul 18.37 WIB. Worm Moon pada Maret 2026 bertepatan dengan peristiwa gerhana bulan total.
Pada 3 Maret, bulan akan melintasi bayangan umbra Bumi dan berubah warna menjadi kemerahan selama sekitar 58 menit, yakni dari pukul 6.04 hingga 7.02 a.m. EDT atau 18.04 hingga 19.02 WIB.
Fenomena yang dikenal sebagai blood moon ini dapat diamati dengan baik dari wilayah Amerika Utara bagian barat serta kawasan Asia Pasifik. Bulan purnama April, yang dikenal sebagai Pink Moon, terjadi pada 2 April 2026 pukul 02.11 UTC atau 10.11 p.m. EDT pada 1 April, setara dengan pukul 09.11 WIB. Flower Moon menyusul pada 1 Mei pukul 17.23 UTC atau 1.23 p.m. EDT, yang bertepatan dengan 20.23 WIB.
Pada akhir Mei, tepatnya 31 Mei 2026, akan terjadi Blue Moon, yakni bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Fase purnama ini terjadi pada 08.45 UTC atau 4.45 a.m. EDT, setara dengan 15.45 WIB.
Selanjutnya, Strawberry Moon pada 29 Juni 2026 akan mencapai puncak pada 23.56 UTC atau 7.56 p.m. EDT, yang sama dengan pukul 06.56 WIB pada 30 Juni. Bulan purnama ini juga tercatat sebagai micromoon karena terjadi saat bulan berada di titik apogee, jarak terjauh dari Bumi.
Bulan purnama Juli, Buck Moon, terjadi pada 29 Juli 2026 pukul 14.35 UTC atau 10.35 a.m. EDT, setara dengan 21.35 WIB. Sementara itu, Sturgeon Moon pada Agustus akan mencapai puncak pada 28 Agustus 2026 pukul 04.18 UTC atau 12.18 a.m. EDT, yang bertepatan dengan 11.18 WIB. Bulan purnama Agustus ini juga akan disertai gerhana bulan sebagian.
Gerhana bulan sebagian tersebut terjadi pada 27–28 Agustus 2026, ketika sekitar 96% permukaan bulan memasuki bayangan umbra Bumi. Puncak gerhana berlangsung pada 12.12 a.m. EDT atau 12.12 WIB pada 28 Agustus, dan dapat diamati dari wilayah Amerika Utara dan Selatan, Eropa, serta Afrika.
Memasuki paruh akhir tahun, Harvest Moon terjadi pada 26 September 2026 pukul 16.49 UTC atau 12.49 p.m. EDT, setara dengan 23.49 WIB. Hunter’s Moon menyusul pada 26 Oktober 2026 pukul 04.11 UTC atau 12.11 a.m. EDT, yang sama dengan 11.11 WIB.
Pada 24 November 2026, Beaver Moon akan mencapai puncaknya pada 14.53 UTC atau 9.53 a.m. EST, setara dengan 21.53 WIB, dan kembali menjadi salah satu supermoon tahun ini.
Rangkaian bulan purnama 2026 ditutup dengan Cold Moon pada 23 Desember 2026 pukul 01.28 UTC pada 24 Desember atau 8.28 p.m. EST pada 23 Desember, yang bertepatan dengan pukul 08.28 WIB pada 24 Desember. Bulan purnama ini juga tercatat sebagai supermoon.
Siklus bulan sendiri berlangsung sekitar 29,5 hari dan terbagi ke dalam delapan fase, mulai dari bulan baru hingga kembali ke fase bulan baru. Pada fase bulan baru, bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga tidak terlihat dari Bumi. Tahun 2026 juga akan diwarnai dua gerhana matahari, yakni gerhana matahari cincin pada 17 Februari dan gerhana matahari total pada 12 Agustus.
Deretan Fenomena Langit Menakjubkan yang Menghiasi Tahun 2026
Fenomena langit 2026: Supermoon, gerhana, dan parade planet akan menghiasi langit, memberikan pengalaman unik bagi pengamat di seluruh dunia. [1,338] url asal
#supermoon-2026 #fenomena-langit-2026 #gerhana-bulan-total #gerhana-matahari-total #hujan-meteor-perseid #planet-sejajar #konjungsi-venus-jupiter #supermoon-november #supermoon-desember #oposisi-jupite
(Bisnis.Com - Teknologi) 16/12/25 13:45
v/74516/
Bisnis.com, JAKARTA — Momen menakjubkan di luar angkasa selalu menarik perhatian karena menghadirkan keindahan serta peristiwa alam yang jarang terjadi. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa alam semesta menyimpan banyak keajaiban.
Sepanjang tahun 2026, berbagai fenomena langit diperkirakan akan menghiasi langit di berbagai belahan dunia. Peristiwa-peristiwa ini dapat disaksikan pada waktu tertentu dan menjadi pengalaman menarik bagi para pengamat langit.
Beragam kejadian langit tersebut mencakup fenomena unik yang patut dinantikan oleh masyarakat.
Dilansir dari National Geographic, berikut rangkaian fenomena ini menawarkan kesempatan langka untuk menikmati keindahan luar angkasa.
1. Supermoon Mendekati Jupiter (3 Januari)
Fenomena supermoon akan menghiasi awal tahun dengan tampilan yang mengesankan. Pada Sabtu malam, 3 Januari, Bulan purnama bersinar lebih terang dari biasanya dan tampak berdekatan dengan planet Jupiter karena jaraknya sedang paling dekat dengan Bumi.
Momen terbaik untuk menyaksikannya terjadi saat Bulan mulai terbit menjelang matahari terbenam. Walau ukuran aslinya tetap sama, ilusi optik membuat Bulan terlihat lebih besar di dekat cakrawala, dan purnama bulan Januari ini dikenal sebagai wolf moon yang dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas serigala di musim dingin.
2. Oposisi Jupiter (10 Januari)
Pada pertengahan Januari, Jupiter mencuri perhatian saat mencapai posisi oposisi pada 10 Januari, ketika Bumi berada tepat di antara planet raksasa ini dan Matahari. Posisi tersebut membuat Jupiter berada lebih dekat ke Bumi dibandingkan sejak Desember 2024, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang, terutama pada 9 dan 10 Januari, dan kondisi sejelas ini baru akan terulang lagi pada 2027.
Fenomena ini bisa dilihat ketika matahari terbenam dengan mengarah ke bagian timur. Sepanjang bulan ini, Jupiter berada di konstelasi Gemini dan akan terlihat sepanjang malam, membentuk segitiga sementara bersama Sirius dan Sabuk Orion.
3. Planet Sejajar di Malam Hari (Akhir Februari)
Pada minggu terakhir bulan Februari, langit malam dihiasi fenomena penyelarasan enam planet yang sering disebut parade planet. Sesaat setelah matahari terbenam, Venus, Merkurius, dan Saturnus dapat diamati di arah barat, terlihat berdekatan dan cukup rendah di dekat cakrawala.
Ketiga planet tersebut bisa dilihat tanpa alat bantu, sementara Neptunus yang berada tak jauh darinya memerlukan teleskop untuk diamati dengan jelas. Di sisi lain, Jupiter tampak lebih tinggi di langit selatan dekat Bulan, sedangkan Uranus berada di sekitar gugusan Pleiades dan hanya bisa terlihat dengan teropong kuat atau teleskop.
4. Gerhana Bulan Total (3 Maret)
Pada pagi hari 3 Maret, gerhana Bulan total akan membuat Bulan tampak berwarna jingga kemerahan yang dikenal sebagai blood moon. Meski namanya terdengar menyeramkan, fenomena ini terjadi melalui proses alam yang mudah dipahami.
Peristiwa ini muncul ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangannya menutupi seluruh permukaan Bulan. Cahaya biru tersaring oleh atmosfer Bumi, sementara cahaya merah dan oranye diteruskan ke Bulan dan memberi warna tembaga yang khas.
Gerhana Bulan total 3 Maret dapat disaksikan di sebagian besar Amerika Utara dan Selatan, wilayah Pasifik, serta Asia dan Oseania, dengan pemandangan terbaik di bagian barat Amerika Serikat, Kanada, kepulauan Pasifik, dan Selandia Baru. Fenomena ini menjadi yang paling menarik pada tahun 2026 karena gerhana Bulan pada 27–28 Agustus hanya bersifat sebagian dan tidak menampilkan blood moon.
5. Titik Balik Musim Semi (20 Maret)
Di bagian bumi utara, ekuinoks musim semi tidak hanya menghadirkan udara yang lebih hangat dan durasi siang yang lebih panjang. Peristiwa ini juga sering diikuti oleh kemunculan aurora yang lebih intens akibat pengaruh kemiringan Bumi.
Keindahan cahaya langit tersebut semakin diperkuat oleh puncak aktivitas Matahari dalam siklus 11 tahunan pada 2024–2025 yang efeknya masih terasa hingga 2026. Karena itu, bulan Maret dikenal sebagai waktu yang tepat untuk menyaksikan aurora di Alaska, dengan peluang lebih besar berkat langit cerah dan meningkatnya aktivitas geomagnetik.
6. Konjungsi Venus-Jupiter (8-9 Juni)
Langit malam pada tanggal 8 dan 9 Juni akan dihiasi pemandangan menarik ketika Venus dan Jupiter terlihat sangat berdekatan, hanya terpaut sedikit lebih dari 1 derajat atau sekitar selebar jari kelingking di cakrawala barat. Pada waktu yang sama, Merkurius juga dapat diamati berada di sekitar keduanya selama kurang lebih satu jam setelah matahari terbenam.
Meski jarak terdekat Venus dan Jupiter terjadi pada tanggal 8 dan 9 Juni, keindahan pasangan planet ini masih dapat dinikmati beberapa hari setelahnya. Jangan lewatkan tanggal 17 Juni, saat Venus dan Jupiter tampak sejajar dengan Merkurius serta bulan sabit, menciptakan susunan langit yang semakin memukau.
Deretan Fenomena Langit Menakjubkan yang Menghiasi Tahun 2026
7. Bulan Menutupi Pleiades (7 Agustus)
Setelah tengah malam pada tanggal 7 Agustus, arahkan pandangan ke timur untuk menyaksikan bulan sabit yang sedang terbit melintas di depan gugusan bintang Pleiades. Secara bertahap, bintang-bintang paling terang dari gugusan tersebut akan tertutup oleh Bulan, lalu muncul kembali sekitar satu jam sebelum matahari terbenam, sementara Merkurius, Mars, dan Saturnus turut menghiasi langit menjelang fajar.
Peristiwa langit ini dikenal sebagai okultasi, yaitu ketika Bulan seolah “menelan” cahaya bintang untuk sementara waktu. Fenomena ini dapat diamati di sebagian besar wilayah daratan Amerika Serikat dan dimanfaatkan astronom untuk mengukur ukuran, posisi, serta pergerakan benda langit dengan menelusuri momen cahaya yang menghilang dan kembali terlihat.
8. Gerhana Matahari Total (12 Agustus)
Pada tanggal 12 Agustus, langit akan menyuguhkan puncak fenomena astronomi berupa gerhana Matahari total dengan latar yang sangat memukau. Jalur totalitasnya membentang dari sebagian Samudra Arktik, Greenland bagian timur, Islandia barat, wilayah terpencil Portugal, hingga Spanyol utara.
Di area jalur sempit tersebut, Bulan akan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari hingga menutup hampir seluruh cahayanya. Peristiwa ini membuat suasana siang berubah menjadi senja sementara dan memicu reaksi alam, termasuk terdengarnya aktivitas hewan seperti jangkrik.
Sementara itu, wilayah yang berada sedikit di luar jalur totalitas, seperti sebagian Kroasia, Denmark, dan Austria, masih dapat menyaksikan gerhana sebagian. Seluruh rangkaian gerhana berlangsung sekitar lima jam sejak Bulan mulai menutupi Matahari hingga kembali menjauh.
Momen paling menegangkan, yakni fase totalitas, hanya bertahan sekitar satu hingga dua menit pada tanggal 12 Agustus. Walau singkat, peristiwa ini sangat bersejarah karena menjadi gerhana Matahari total pertama yang terlihat di daratan Eropa sejak tahun 1999, dengan penggunaan filter Matahari tetap wajib kecuali saat totalitas.
9. Puncak Hujan Meteor Perseid (12-13 Agustus)
Kondisi langit pada tahun 2026 dinilai sangat ideal untuk menyaksikan hujan meteor Perseid. Fenomena ini dikenal dengan meteor yang melesat cepat dan tampak terang karena Bumi melintasi langsung sisa debu komet Swift–Tuttle.
Puncak hujan meteor terjadi pada tanggal 12 hingga 13 Agustus dan bertepatan dengan fase bulan baru. Situasi ini membuat cahaya bulan tidak mengganggu pengamatan sehingga di lokasi gelap jumlah meteor bisa mencapai sekitar 90 per jam.
Aktivitas hujan meteor Perseid berlangsung panjang, mulai tanggal 14 Juli hingga 1 September 2026 dan masih aktif hingga pertengahan Agustus. Waktu terbaik mengamatinya adalah dari tengah malam hingga menjelang fajar, dengan peluang melihat meteor sangat terang atau bola api.
10. Supermoon (25 November)
Supermoon kedua pada tahun ini akan muncul pada 25 November dan mencapai puncak pencahayaan pada malam Thanksgiving. Momen paling menarik terlihat saat bulan terbit bersamaan dengan matahari terbenam sehingga ukurannya tampak lebih besar dan cahayanya lebih menonjol.
Dalam tradisi penamaan, bulan purnama November dikenal sebagai “bulan berang-berang.” Sebagian orang juga menyebutnya “bulan embun beku,” seiring datangnya udara dingin di akhir musim gugur.
11. Supermoon Terdekat Tahun 2026 (23 Desember)
Menjelang akhir tahun, supermoon terdekat sekaligus yang tampak paling besar akan muncul pada tanggal 23 Desember, hanya beberapa hari sebelum liburan. Bulan purnama yang dikenal sebagai “bulan dingin” ini terlihat sangat memukau terutama saat terbit di awal malam.
Keindahan langit malam tidak berhenti di situ. Jupiter dan Mars akan terlihat sedikit di bawah bulan di cakrawala timur menjelang tengah malam, sementara Saturnus sudah lebih dulu tampak rendah di arah barat setelah matahari terbenam.
12. Penyelarasan Planet (Akhir Desember)
Menjelang penghujung tahun, langit malam kembali menyuguhkan pemandangan istimewa berupa penyelarasan sejumlah planet. Mars, Jupiter, Uranus, Saturnus, dan Neptunus akan terlihat bersamaan sekitar pukul 10 malam waktu setempat, dengan bulan terang melintas di antara mereka selama pekan liburan.
Saat Saturnus dan Neptunus tenggelam menjelang fajar, Venus justru muncul di atas cakrawala timur dan membentuk penyelarasan planet kedua sebelum matahari terbit. Parade planet ini dapat disaksikan hingga akhir tahun, dengan puncak keindahan pada tanggal 25 dan 26 Desember ketika Mars, Jupiter, dan bulan sabit membentuk garis diagonal di cakrawala timur hingga fajar. (Angel Rinella)
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56