Bisnis.com, JAKARTA — Seorang peneliti AI ternama David Silver, melalui startup barunya Ineffable Intelligence, berhasil mengumpulkan dana sekitar US$1,1 miliar atau Rp18,7 triliun yang berasal dari sejumlah perusahaan teknologi termasuk Google dan NVIDIA.
Dengan valuasi mencapai US$5,1 miliar atau Rp86,7 triliun, perusahaan akan menggunakan dana untuk mengembangkan jenis kecerdasan buatan baru yang dapat belajar tanpa bergantung pada data buatan manusia.
Ineffable Intelligence ingin menciptakan apa yang mereka sebut sebagai “superlearner”. Berbeda dengan AI pada umumnya yang dilatih menggunakan data manusia, sistem ini akan belajar secara mandiri melalui metode coba-coba, atau yang dikenal sebagai reinforcement learning. Metode ini memang sudah lama menjadi keahlian Silver.
Sebelum mendirikan perusahaannya sendiri, Silver yang juga merupakan profesor di University College London merupakan bagian penting dari tim di DeepMind selama lebih dari satu dekade.
Di sana, dia berkontribusi dalam pengembangan program AI yang mampu mengalahkan manusia dalam permainan seperti catur dan Go.
Salah satu yang paling terkenal adalah AlphaZero, yang belajar bermain hanya dari pengalaman tanpa bantuan strategi manusia.
Dengan pendekatan serupa, Ineffable Intelligence berharap AI mereka dapat menemukan pengetahuan dan keterampilan sepenuhnya secara mandiri.
“Jika berhasil, ini akan mewakili terobosan ilmiah yang sebanding dengan Darwin,” tulis situs Ineffable Intelligence, dikutip dari TechCrunch, Selasa (28/4/2026).
Silver sendiri menyebut proyek ini sebagai karya hidupnya. Dia juga menyatakan keuntungan yang diperolehnya nanti akan disumbangkan untuk kegiatan amal berdampak tinggi.
Pendanaan besar ini dipimpin oleh perusahaan investasi seperti Sequoia Capital dan Lightspeed Venture Partners, dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk Google dan Nvidia.
Dengan valuasi di atas US$5 miliar atau Rp8,67 triliun, Ineffable kini masuk dalam kategori pentacorn, yaitu startup dengan valuasi sangat tinggi. Mereka juga bergabung dengan gelombang perusahaan AI baru yang didirikan oleh para peneliti ternama.
Misalnya, AMI Labs yang didirikan bersama oleh Yann LeCun juga berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1,03 miliar atau Rp17,51 triliun dengan valuasi pra-pendanaan US$3,5 miliar sekitar Rp59,5 triliun.
Selain itu, ada pula Recursive Superintelligence yang didirikan oleh Tim Rocktäschel, yang dilaporkan telah mengumpulkan dana sebesar US$500 juta atau Rp8,5 triliun, dengan potensi peningkatan hingga US$1 miliar atau Rp17 triliun.(Nur Amalina)