Bisnis.com, JAKARTA — Elon Musk yang selama ini berfokus pada misi mengirim manusia ke Mars, kini mulai mengalihkan perhatian SpaceX ke Bulan karena waktu tempuhnya lebih singkat dan dinilai lebih efisien. Langkah tersebut sebelumnya telah dilakukan oleh Bos Amazon Jeff Bezos.
Perusahaan menargetkan pendaratan tanpa awak pada Maret 2027 dan berambisi membangun kota mandiri di satelit terdekat Bumi.
Perubahan ini mengejutkan banyak pihak, karena sebelumnya Musk menekankan Mars sebagai langkah utama untuk melindungi masa depan manusia dari bencana di Bumi. Baru setahun lalu, Musk menyebut misi ke Bulan sebagai pengalihan perhatian.
Dalam unggahan di X saat Super Bowl, Musk menegaskan strategi baru ini. Dia menjelaskan pembangunan kota di Bulan mungkin tercapai dalam kurang dari 10 tahun, sementara misi Mars diperkirakan membutuhkan lebih dari 20 tahun.
“Misi SpaceX tetap sama yaitu memperluas kehidupan manusia ke bintang-bintang,” tulisnya.
Ada alasan praktis di balik perubahan ini. Perjalanan ke Mars hanya bisa dilakukan setiap 26 bulan dengan durasi sekitar enam bulan, sedangkan perjalanan ke Bulan bisa dilakukan setiap 10 hari dan memakan waktu beberapa hari saja.
Dilansir dari Singularityhub Jumat (13/2/2026), SpaceX memiliki kontrak senilai US$4 miliar dengan NASA untuk mengembalikan astronot ke Bulan menggunakan roket Starship. Misi Artemis III direncanakan pada 2028, meski belum jelas Starship siap tepat waktu.
Musk juga menghubungkan misi Bulan dengan ambisinya di bidang kecerdasan buatan. Selain itu dia berencana membangun pusat data AI di permukaan Bulan untuk membantu mengatasi keterbatasan energi di Bumi.
Baru-baru ini, SpaceX mengakuisisi perusahaan AI milik Musk, xAI, dalam merger senilai US$1,25 triliun dengan rencana mendirikan pabrik pusat data AI di Bulan.
Rencana ini termasuk pengembangan penggerak massa, semacam ketapel elektromagnetik raksasa untuk meluncurkan satelit dari permukaan Bulan, serta pembangunan kota mandiri sebagai batu loncatan ke Mars.
Perubahan strategi ini juga muncul karena persaingan dengan Jeff Bezos dan Blue Origin, yang kini fokus pada misi Bulan dan sistem transportasi awak yang lebih sederhana dibanding Starship. Meski demikian, Starship tetap unggul dari sisi kapasitas muatan, mampu membawa lebih dari 100 ton ke permukaan Bulan.
Musk menegaskan bahwa Mars belum ditinggalkan. SpaceX masih memiliki rencana jangka panjang membangun kota di planet merah, dengan misi awal diperkirakan dimulai dalam lima hingga tujuh tahun mendatang. (Nur Amalina)