Bisnis.com, JAKARTA — PT Gadai Mas Nusantara melihat persaingan industri pergadaian pada 2026 akan semakin ketat, seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha dan variasi layanan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Corporate Secretary & Legal Gadai Mas Nusantara, Evi Mayanti Situmorang mengungkap tiga cara yang perusahaannya lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut.
Tiga cara tersebut adalah perusahaan akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, menguatkan kapabilitas SDM, dan memanfaatkan teknologi pendukung.
“Dengan pendekatan tersebut, PT Gadai Mas Nusantara optimistis dapat menjaga kinerja tetap sehat sekaligus mempertahankan kepercayaan nasabah,” katanya kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (31/12/2025).
Strategi itu pun sejalan dengan target perusahaan pada 2026 yang ingin terus bertumbuh berkelanjutan dan sehat. Pada 2026, perusahaan akan fokus memperluas jaringan usaha, menguatkan fondasi bisnis dan tata kelola perusahaan sejalan dengan izin lingkup usaha nasional yang diberikan OJK.
Untuk memperluas jaringan usaha, Evi memastikan ketersediaan likuiditas Gadai Mas Nusantara memadai untuk mendukung rencana pertumbuhan ke depan, dengan tetap menjaga struktur permodalan agar sejalan dengan ketentuan yang berlaku.
“Selain kerja sama dengan perbankan, perusahaan juga akan mengeksplorasi alternatif pendanaan lain untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan,” tegasnya.
Di lain sisi, Evi menyoroti kebutuhan masyarakat terus berkembang, sehingga usaha gadai perlu beradaptasi. Akan tetapi, pengembangan produk dan perluasan jenis jaminan harus dilakukan secara hati-hati.
“Dengan menjaga keseimbangan antara inovasi, pengelolaan risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi, sehingga pertumbuhan yang dicapai dapat berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi nasabah,” tuturnya.
Walaupun demikian, Gadai Mas Nusantara optimistis bahwa industri pergadaian masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup solid. Pasalnya, pergadaian relevan bagi masyarakat yang membutuhkan likuiditas jangka pendek.
Adapun, faktor utama yang perusahaan rasa akan memengaruhi pertumbuhan bisnis pergadaian pada 2026 adalah kondisi daya beli masyarakat dan pergerakan harga emas.
“Selain itu, peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi juga sebagai faktor pendukung bagi keberlanjutan industri,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Gadai Mas Nusantara saat ini telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp2 triliun. Nilai ini meningkatkan kurang lebih 30% dibandingkan akhir tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh kenaikan harga emas dan bertambahnya jumlah nasabah.