Bisnis.com, PADANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatra Barat mencatat hingga Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB ada sebanyak 106.747 penumpang yang menggunakan layanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bila dilihat dari angkutan lebaran 2025 lalu, maka untuk angkutan lebaran 2026 ini mengalami peningkatan. Dimana tahun 2025 itu sebanyak 103.864 penumpang dan tahun 2025 ini 106.747 penumpang
“Angkutan Lebaran 2026 ini total kapasitas tempat duduk yang kami siapkan 171.424 tempat duduk yang disediakan atau rata-rata 7.792 tempat duduk setiap harinya. Kalau dibandingkan tahun 2025 itu, tempat duduk lebih sedikit yakni 154.528 tempat duduk yang disediakan, dengan rata-rata harian mencapai 7.024 penumpang,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).
Dia menyampaikan adanya jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama pada masa libur lebaran ini.
“Angka ini masih akan terus bertambah karena masa Angkutan lebaran masih berlangsung hingga 1 April 2026 mendatang,” tegasnya.
Dari sisi stasiun, lanjut Reza, mobilitas penumpang tertinggi baik untuk kedatangan maupun keberangkatan tercatat di Stasiun Padang, seperti pada Stasiun Padang 29.253 penumpang, Stasiun Pariaman 21.209 penumpang, Stasiun Air Tawar 8.571 penumpang, Stasiun Naras 7.401 penumpang, dan Stasiun Lubuk Alung 5.698 penumpang.
Sementara untuk keberangkatan penumpang, Stasiun Padang 28.506 penumpang, Stasiun Pariaman 19.320 penumpang, Stasiun Air Tawar 10.252 penumpang, Stasiun Lubuk Alung 6.382 penumpang, dan Stasiun Naras 6.322 penumpang.
Reza menjelaskan tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api. Hal ini tercermin dari penjualan tiket harian menembus angka 10.000 tiket lebih, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang Idulfitri.
Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Divre II Sumbar telah mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas mencapai 171.424 tempat duduk.
Bahkan melihat pada volume penumpang pada Selasa (24/3) kemarin, angkanya mencapai 10.252 penumpang atau 132% dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca hari raya, terutama untuk perjalanan wisata.
Dikatakannya peningkatan jumlah penumpang ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan KAI dalam mengelola operasional angkutan Lebaran secara efektif dan terencana.
“Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan aman, tertib, dan tepat waktu. Hal ini didukung oleh kesiapan petugas di lapangan, optimalisasi rangkaian kereta, serta peningkatan pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kenyamanan pelanggan,” tambahnya.
Menurutnya tingginya angka perjalanan selama masa Lebaran juga menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya untuk menjangkau berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatra Barat.
Selain menawarkan tarif yang relatif terjangkau, moda transportasi ini juga dinilai lebih aman, nyaman, serta memiliki jadwal keberangkatan dan kedatangan yang pasti.
Dengan keandalan tersebut, kata Rezam KAI Divre II Sumbar terus berupaya memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan.
“Ada berbagai upaya peningkatan layanan terus dilakukan, mulai dari kebersihan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelayanan petugas, hingga kemudahan akses informasi perjalanan,” tutupnya.