Bisnis.com, JAKARTA - FAA menurunkan pengurangan penerbangan wajib di 40 bandara tersibuk di Amerika Serikat menjadi 3% pada Sabtu pagi.
Departemen Perhubungan dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengumumkan perubahan tersebut pada hari Jumat, setelah sebelumnya menurunkan pengurangan penerbangan wajib menjadi 6% di bandara yang sama karena penutupan federal telah berakhir dan lebih banyak bandara memiliki staf yang memadai.
"Keputusan ini mencerminkan peningkatan jumlah staf pengendali lalu lintas udara dan penurunan berkelanjutan dalam peristiwa pemicu kepegawaian di seluruh Sistem Wilayah Udara Nasional," demikian pernyataan Departemen Perhubungan dan FAA.
Pengurangan staf sebesar 3% akan tetap berlaku sementara FAA memantau sistem lalu lintas udara nasional sepanjang akhir pekan dan menentukan apakah operasi normal dapat dilanjutkan paling cepat Senin.
FAA melaporkan hanya tiga pemicu staf pada hari Jumat, turun dari rekor tertinggi 81 pada 8 November.
Pemicu staf mengacu pada bandara yang memiliki lebih sedikit pengontrol lalu lintas udara yang tersedia untuk menjalankan operasi normal dengan aman.
Pemicu staf ini memaksa FAA untuk mengurangi penerbangan di bandara masing-masing atau memberlakukan pembatasan lain untuk membantu memastikan keselamatan.
Banyak pengontrol lalu lintas udara yang sakit atau mengundurkan diri dan menerima pekerjaan lain karena penutupan pemerintah federal yang tercatat selama 43 hari membuat mereka tidak dibayar.
Pengurangan penerbangan baru sebesar 3% di 40 bandara akan berlaku mulai pukul 6 pagi waktu setempat.
Pengurangan wajib penerbangan di bandara-bandara tersibuk di negara ini meningkatkan potensi tidak adanya pengurangan penerbangan saat liburan Thanksgiving mendekat pada 27 November.
Thanksgiving secara tradisional merupakan hari libur dengan perjalanan tersibuk, tetapi pengurangan penerbangan yang diwajibkan akibat penutupan pemerintah meningkatkan potensi kekacauan perjalanan liburan.