#30 tag 24jam
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ponsel terbaik nyata teruji saat kondisi tersulit. Bukan saat cahaya sempurna. Bukan saat Anda punya waktu bersiap. Tapi saat konser. Lampu berubah warna tiap detik.... | Halaman Lengkap [1,086] url asal
#vivo-x300-series #galaxy-s26-ultra #oppo-find-x9-ultra #harga-oppo-find-x9-ultra #spesifikasi-oppo-find-x9-ultra
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/06/26 12:14
v/260544/
CIBINONG - Ponsel terbaik nyata teruji saat kondisi tersulit. Bukan saat cahaya sempurna. Bukan saat Anda punya waktu bersiap. Tapi saat konser. Lampu berubah warna tiap detik. Penyanyi melompat-lompat. Asap melekat. Tangan Anda gemetar. Dan autofokus perangkat bingung.Minggu, 21 Juni, di Pesta Bebas Berselancar (PBB '26) Gelora Pakansari Cibinong, SindoNews coba tiga ponsel paling mahal saat ini sekaligus paling ditunggu: Samsung Galaxy S26 Ultra (Rp23.098.200), OPPO Find X9 Ultra (Rp28.000.000), dan vivo X300 Ultra (Rp25.999.000).
Objek: Feast. dan Hindia. Disclaimer: SindoNews bukan fotografer profesional. Hanya pengguna awam. Dan ini mewakili Anda. Seperti apa rasa menggunakannya?
1. Kenyamanan Saat Memegang
vivo X300 Ultra paling enak dipegang. Cara sistem kamera mengenali objek paling cepat. Zoom-nya responsif. Fitur "Stage Mode" untuk fokus penyanyi langsung jadi. Tidak perlu pikir dua kali.OPPO Find X9 Ultra menyusul. Menunya intuitif. Tidak berbelit.
Samsung Galaxy S26 Ultra kalah. Interface terlalu banyak pilihan. Saat konser, Anda tidak butuh banyak pilihan. Anda butuh hasil cepat.
2. Jumlah Foto yang Bisa Dibagikan
Dari 10 jepretan, rata-rata ketiga ponsel hanya menghasilkan 2-3 foto fokus. Yang benar-benar OK cuma 1. Sisanya buram. Jelek. Itu realitas konser.Tapi vivo X300 Ultra menang lagi. Jumlah foto layak-posting ke Instagram paling banyak. Sekitar 5 dari 10 shot.
OPPO Find X9 Ultra berapa kira-kira 4 dari 10.
Galaxy S26 Ultra hanya 3 dari 10.
3. Warna dan Tone
Hasil foto ketiga ponsel mirip dalam hal ketajaman. Semua bisa tangkap detail wajah penyanyi meski dari jarak jauh. Teknologi kamera memang sudah level itu.Tapi tone warna berbeda.
vivo X300 Ultra paling natural. Warna kulit penyanyi terlihat asli. Lampu panggung terekam apa adanya tanpa overdosis warna. Fitur dokumenter asli kerjanya.
OPPO Find X9 Ultra: Sentuhan Hasselblad berasa berkelas. Foto terlihat premium. Ada "character" tersendiri. Sengaja dibuat berbeda dari ponsel lain. Kalau untuk Instagram, ini paling bagus. Untuk dokumentasi pribadi, kurang autentik.
Galaxy S26 Ultra: Sesuai ekspektasi. Intim. Nyaman dilihat. Tapi tidak ada yang benar-benar membedakan dari ponsel lain. Mungkin karena daily driver SindoNews S25 Ultra. Sudah terlalu terbiasa.
Detail Kamera: Masing-masing Unggulan
1. Samsung Galaxy S26 Ultra – F/1.4 Terbaik untuk Low-Light
Kamera utama 200 MP. Aperture f/1.4 (yang terbaru). Sensor 1/1,3 inci. Ini terbesar di ketiga ponsel.Efeknya: cahaya masuk 47% lebih banyak dibanding generasi sebelumnya. Saat konser dengan lampu minim, Galaxy S26 seharusnya juara. Tapi tidak.
Mengapa? Karena prosesor Samsung masih kewalahan. Di kondisi cahaya berubah cepat, autofokus Samsung "overthinking". Terlalu lama mikir mau fokus ke mana.
Spesifikasi lengkap:
Utama: 200MP f/1.4, sensor 1/1,3", PDAF, OIS
Ultrawide: 50MP f/1.9, sensor 1/2,5", 120° FoV
Tele 3x: 10MP f/2.4, sensor 1/3,94", 67mm setara
Tele 5x: 50MP f/2.9, sensor 1/2,52", 111mm setara
Zoom digital sampai 100x. Tapi di konser, jarang berguna. Penyanyi bergerak cepat. Digital zoom malah buat blur.
Charging: 60W wired. Baterai 5.000 mAh. Cukup seharian.
Harga: Rp23.098.200 (256 GB). Rp26.098.200 (512 GB). Rp30.098.200 (1 TB).
Video: 8K 30 fps. Super Steady Mode. Horizon Lock. Hasil bagus tapi berat untuk editing di smartphone.
2. OPPO Find X9 Ultra – Hasselblad Terpercaya
Kamera utama: 200 MP Hasselblad. Sensor 1/1,12 inci. Aperture f/1.5.Ini yang bikin beda. Hasselblad bukan sekadar merek. Ini filosofi. Foto dirancang untuk terlihat premium dari mulai ambil hingga simpan.
Teknologi kunci: 10x optical zoom (20x optical-quality zoom pertama di industri). Ini artinya Anda bisa foto penyanyi dari jarak 30 meter, terlihat seperti dari 3 meter. Teknologi periskop lima lipatan. Kompleks. Tapi berguna banget di konser.
Spesifikasi:
Utama: 200MP Hasselblad f/1.5, sensor 1/1,12", Sony IMX, OIS
Ultrawide: 50MP (14 mm setara)
Telephoto 3x: 200MP Hasselblad APO
Telephoto 10x: 50MP Hasselblad, 10x optical zoom
Layar AMOLED 6,74 inci, 144 Hz, 3.600 nits brightness di HDR. Detail di layar terlihat jernih bahkan di bawah sinar matahari konser.
Video: 8K 30 fps. Cinematic LUT support. Log format. Professional banget.
Charging: 100W wired. 50W wireless. Baterai 7.050 mAh (terbesar ketiga ponsel). Durability terbaik untuk merekam video panjang.
Harga Indonesia: Rp28.000.000 (12GB/256GB). Rp29.999.000 (12GB/512GB).
Benefit selama pre-order: aksesori gratis senilai Rp9 juta. Trade-in cashback Rp3 juta.
3. vivo X300 Ultra – Raja Video Sinematik
Inilah pembeda.Ketiga lensa utama tidak main-main: 14 mm (ultrawide), 35 mm (normal), 85 mm (telephoto). Bukan zoom digital. Ini tiga lensa fisik beda dengan kualitas setara. Artinya dari ketiga perspektif, ketajaman sama. Detail sama.
Kamera utama 35 mm: 200 MP ZEISS Documentary. Sensor Sony LYTIA-901 (1/1,12 inci). Ini favorit fotografer dokumenter. Perspektif natural tapi dramatis. Cocok untuk penyanyi yang bergerak dinamis.
Telephoto 85 mm: 200 MP juga. ZEISS Gimbal-Grade APO. Stabilisasi CIPA 7.0 (standar profesional kamera). Saat Anda zoom sambil konser berjalan, hasil tetap smooth. Tidak goyang.
Video: Multi-Focal 4K 120 fps di semua lensa. Artinya Anda bisa pindah dari wide shot ke close-up sambil perekaman berlangsung tanpa drop kualitas. Hanya ponsel ini yang bisa.
10-bit Log Video. HDR Dolby Vision. Pro Video Mode dengan kontrol manual exposure, fokus, warna, real-time.
Layar LTPO 6,82 inci 2K, 144 Hz, 4.500 nits. Ini untuk color-correction langsung. Kreator bisa lihat hasil akurat sebelum share.
Baterai: 6.600 mAh. 100W FlashCharge. 40W wireless. Liquid Cooling Vapor Chamber untuk jaga suhu saat rekam lama.
Harga: Rp25.999.000 (16GB/512GB). Rp29.999.000 (16GB/1TB).
Aksesori tambahan: vivo ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra (400 mm setara), Rp5.999.000. Biar zoom lebih jauh.
Software: OriginOS 6. 5 tahun update Android. 7 tahun update keamanan. Dukung lintas ekosistem Apple.
Mana yang Menang?
OPPO Find X9 Ultra paling professional-looking. Foto terlihat mahal. Kalau untuk kerja (posting media, portfolio), ini pilihan. Teknologi zoom 10x juga nyata membantu di konser.
Galaxy S26 Ultra paling powerful (aperture terbesar, chipset terkuat). Tapi di skenario konser, fitur tidak terpakai maksimal. Cocok untuk fotografi siang hari. Landscape. Studio. Bukan konser.
Kesimpulannya? Jangan tanya mana yang terbaik. Tanya kebutuhan Anda. Suka video? vivo. Suka tone premium? OPPO. Suka power mentah? Samsung.
SindoNews sendiri? Dari kejadian minggu itu, lebih respect vivo untuk foto konser. Tidak karena ponsel ini paling canggih. Tapi karena paling paham apa yang dibutuhkan saat konser. Artinya desainer vivo pernah berada di posisi SindoNews. Coba. Gagal. Belajar. Ulangi.
Bawa Pulang Hasselblad Seharga Puluhan Juta dalam Genggaman: Rahasia Find X9 Ultra Tembus Rp31 Juta
Kamera profesional kini benar-benar harus waspada. Pabrikan smartphone asal China kini tidak sedang bermain-main dengan jargon. Kamera profesional kini benar-benar... | Halaman Lengkap [991] url asal
#oppo-find-x9-ultra #harga-oppo-find-x9-ultra #spesifikasi-oppo-find-x9-ultra
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/06/26 15:45
v/236802/
JAKARTA - Kamera profesional kini benar-benar harus waspada. Pabrikan smartphone asal China kini tidak sedang bermain-main dengan jargon.Tahun 2026 ini, trennya bukan lagi sekadar menambah jumlah lubang lensa di bodi belakang. Tapi melompat jauh ke dalam teknologi telephoto jarak jauh yang setara dengan peralatan fotografer profesional.
Oppo baru saja menancapkan bendera tertingginya di Jakarta. Perangkat itu bernama Oppo Find X9 Ultra.

Ponsel ini tidak lahir dari ruang hampa. Ada nama besar pabrikan kamera legendaris asal Swedia, Hasselblad, yang digandeng di dalam ekosistemnya.
Kerja sama ini melahirkan New-Generation Hasselblad Master Camera System dengan konfigurasi lima kamera belakang. Ini bukan sekadar urusan estetika kosmetik, tapi lompatan mekanis.
Mari kita bongkar rahasia di dalam bodi Find X9 Ultra ini.
Ada satu lensa yang membuat para insinyur optik geleng-geleng kepala: Hasselblad 50MP 10x Ultra-Sensing Optical-Zoom Telephoto.
Ini adalah kamera smartphone pertama di industri yang membawa native 10x optical zoom dan sanggup menghasilkan 20x optical-quality zoom.
Zoom digitalnya bahkan bisa ditarik sampai 120x.
Logikanya: bagaimana memasukkan lensa dengan panjang fokus (focal length) setara 230mm ke dalam bodi HP tipis? Kalau pakai cara lama, moncong kameranya harus keluar sepanjang sedotan.
Di sinilah letak kejeniusannya. Oppo menciptakan Quintuple Prism Reflection Periscope Structure.
Di dalam modul itu, pantulan prisma cahaya dilipat sampai lima kali. Hasilnya, panjang modul kamera berhasil dipangkas hingga 30 persen tanpa mengorbankan kualitas optik.
Ditambah teknologi Triple Ultra-Precision Active Optical Alignment dan Oppo Telephoto Sensor Shift, gambar tetap stabil dan tajam meskipun Anda memotret satwa liar atau ekspresi penyanyi di panggung konser dari jarak ekstrem.
Lensa ini bahkan memiliki aperture f/3.5 yang setara dengan DSLR kelas atas.
Di sebelah lensa periskop lipat lima itu, tertanam Dual Hasselblad 200MP Camera.

Pertama, kamera utama 200MP Ultra-Sensing. Sensornya raksasa: 1/1.12-inci menggunakan Sony LYTIA 901 dengan bukaan lensa sangat besar f/1.5 dan panjang fokus 23mm.
Kedua, kamera telephoto 200MP 3x Super Portrait dengan sensor 1/1.28-inci dan bukaan f/2.2 yang mampu mengambil fokus makro sedekat 15 cm.
Bayangkan, dua sensor beresolusi 200 Megapiksel dijejal bersamaan. Efeknya ke hasil foto malam hari (low-light) atau portrait di gang sempit yang minim cahaya sangat impresif.
Ditambah lagi dengan kamera ultra-wide 50MP (14mm, f/2.0) yang sanggup menangkap cahaya 56 persen lebih banyak, serta New-Generation True Color Camera yang memiliki 24 saluran spektral untuk menghasilkan akurasi warna alami dan high dynamic range hingga 15EV.

Total, Anda seperti mengantongi delapan lensa pro dari rentang 14mm hingga 460mm.
Jiang Linlin, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, menegaskan posisi produk ini. "Oppo Find X9 Ultra membawa inovasi kamera dan AI imaging terbaik kami untuk menghasilkan detail, zoom, dan kualitas portrait kelas profesional," ujarnya.
Urusan merekam gambar bergerak pun dibuat gila. Ponsel ini mampu merekam video beresolusi 8K Ultra-Clear Video Recording pada 30fps hingga zoom 18x.
Format perekaman sudah mendukung Log 10-bit dengan pipeline warna bersertifikasi ACES dan O-Log2 terbaru. Untuk kebutuhan sinematik harian, ia sanggup mengunci rekaman stabil pada format 4K 120fps atau 4K 60fps Dolby Vision HDR.
Bagi kantong kebanyakan orang, harga Rp27.999.000 untuk varian 12GB+512GB tentu bikin menelan ludah.
Apalagi varian tertingginya, 16GB+1TB, yang dipatok Rp31.999.000.
Belum lagi jika Anda menambah OPPO Find X9 Ultra Hasselblad Earth Explorer Kit (terdiri dari Explorer Case, Adapter Ring, dan lensa tambahan 300mm Explorer Teleconverter) seharga Rp6.999.000.
Tapi mari kita lihat lagi target marketnya. Bagi seorang kreator konten profesional, jurnalis, atau fotografer ekspedisi, Find X9 Ultra ini justru sebuah bentuk "efisiensi".
Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk membeli satu bodi kamera mirrorless profesional saat ini?
Berapa harga satu lensa telephoto premium yang beratnya membuat pundak kiri-kanan pegal?
Angkanya pasti jauh melampaui Rp31 juta.
Sekarang, studio produksi visual berspesifikasi monster itu diringkas, diperkecil, dan dimasukkan ke saku celana jeans Anda.
Hasil foto ataupun video, bisa langsung diedit di HP. Menggunakan CapCut atau aplikasi olah digital lainnya. Lalu, dikirim ataupun diunggah ke media sosial. Seketika. Kepraktisan di era modern adalah kemewahan tertinggi.
Apalagi performanya disokong oleh dapur pacu nomor satu: chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang menaikkan performa CPU 20 persen, GPU 23 persen, dan NPU 37 persen lebih cepat.
Semua itu didinginkan oleh 3D Cryo-velocity Cooling System dengan teknologi Encapsulated Thermal Unit agar bodi tidak panas saat merekam video 8K jangka panjang.
Baterainya pun menggunakan teknologi masa depan: OPPO Silicon-Carbon Battery berkapasitas masif 7050mAh.
Ukurannya tipis tapi dayanya awet luar biasa untuk dipakai hunting seharian. Pengisian dayanya kilat berkat kabel 100W SUPERVOOC dan nircakup 50W AIRVOOC.
Ditambah lagi dengan sertifikasi ketahanan bodi yang ekstrem. Tidak cuma satu, tapi tiga sekaligus: IP66, IP68, dan IP69. Mau dibawa memotret di tengah badai pasir, hujan lebat, atau tercebur ke dalam air, ponsel ini tidak akan mati kutu.
Secara estetika, bodi belakangnya dilapisi material vegan leather bertekstur matte organik dengan varian warna Tundra Umber (abu-hijau) atau Canyon Orange (oranye metalik), dengan modul kamera yang dirancang menyerupai lensa bukaan Hasselblad X2D 100C Earth Explorer Edition.
Layarnya menggunakan panel 6,82 inci 2K ProXDR AMOLED 144Hz dengan tingkat kecerahan luar ruangan mencapai 3.600 nits. Memotret di bawah terik matahari Gurun Sahara pun layar tetap terlihat jelas.

Lompatan ini disempurnakan oleh ColorOS 16 yang membawa ekosistem pintar berbasis kecerdasan buatan. Salah satu yang paling berdampak untuk konsumen yang sering bepergian adalah fitur AI Menu Translation.
Ketika Anda berada di restoran luar negeri, cukup foto menunya, AI akan menerjemahkannya secara instan, menampilkan visualisasi hidangannya, mendeteksi bahan makanannya, sekaligus mengonversi mata uang asing tersebut langsung ke Rupiah secara otomatis.
Martin Liu, Director of Global AI Product, menyebutkan, "Di ColorOS, kami percaya AI harus terasa benar-benar relevan dan membantu pengguna dalam kehidupan sehari-hari."
Pada akhirnya, pasar premium akan bergeser. Standar ekspektasi konsumen terhadap sebuah ponsel kasta tertinggi kini sudah dinaikkan secara paksa oleh Oppo.
Mereka tidak lagi membeli alat komunikasi yang diberi bonus kamera, melainkan membeli sebuah kamera masa depan yang kebetulan bisa dipakai untuk menelepon.
Era Baru Fotografi Genggam: Mengapa Oppo Find X9 Ultra Bikin Kamera Profesional Ketar-Ketir?
Oppo baru saja meluncurkan seri tertingginya di Jakarta. Tanggal 26 Mei 2026. Namanya: Oppo Find X9 Ultra. Dan sang adik, Oppo Find X9s. Kamera profesional kini... | Halaman Lengkap [778] url asal
#oppo-find-x9-ultra #harga-oppo-find-x9-ultra #spesifikasi-oppo-find-x9-ultra
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/06/26 11:24
v/236639/
JAKARTA - Kamera profesional kini benar-benar terancam. Oleh sebuah telepon genggam.Oppo baru saja meluncurkan seri tertingginya di Jakarta. Tanggal 26 Mei 2026. Namanya: Oppo Find X9 Ultra. Dan sang adik, Oppo Find X9s.
Keduanya tidak lahir sendirian. Ada nama besar Hasselblad di baliknya. Ini bukan sekadar tempelan merek. Ini soal visi. Mengubah cara orang memotret dan merekam video. Dari alat yang berat, menjadi seukuran kantong.
Mari kita bedah kebuasan Find X9 Ultra. Ia dibekali lima kamera belakang. Sistemnya disebut New-Generation Hasselblad Master Camera System.

Ada satu lensa yang membuat industri terbelalak: kamera telephoto 50MP. Lensa ini punya 10x optical zoom. Dan 20x optical-quality zoom. Ini yang pertama di dunia smartphone.
Bagaimana lensa sepanjang itu bisa masuk ke bodi tipis? Jawabannya ada pada Quintuple Prism Reflection Periscope Structure.
Prisma cahaya dilipat lima kali. Panjang modul kamera berhasil dipangkas 30 persen.
Hasilnya: gambar tetap tajam dari jarak ekstrem. Untuk menonton konser atau memotret satwa liar, ini jagoannya.

Belum cukup. Oppo menanamkan Dual Hasselblad 200MP.
Pertama, kamera utama 200MP Ultra-Sensing. Sensornya luar biasa besar: 1/1.12-inch Sony LYTIA 901.
Kedua, kamera telephoto 200MP 3x Ultra-Sensing. Sensornya 1/1.28-inch, terbesar di industrinya. Keduanya menjamin hasil jepretan malam hari atau kondisi minim cahaya tetap terang benderang.

Sistem ini disempurnakan kamera ultra-wide 50MP. Ia menangkap cahaya 56% lebih banyak. Ditambah New-Generation True Color Camera dengan sensor multispektral.
Rentang focal length-nya luar biasa. Setara lensa 14mm hingga 460mm. Ada fitur Hasselblad Master Mode pula. Benar-benar seperti membawa koper berisi lensa profesional.
Maka pantas Jiang Linlin bicara lantang. Dia Chief Marketing Officer OPPO Indonesia.

“Melalui Oppo Find X9 Ultra dan Oppo Find X9s, kami ingin menghadirkan pengalaman mobile imaging flagship dengan spesifikasi tertinggi saat ini untuk pengguna di Indonesia. Oppo Find X9 Ultra membawa inovasi kamera dan AI imaging terbaik kami untuk menghasilkan detail, zoom, dan kualitas portrait kelas profesional," ujar Linlin.
Ia juga menyinggung sang adik. "Sementara Oppo Find X9s menghadirkan pengalaman flagship camera yang powerful dalam desain compact dengan triple 50MP camera yang ideal untuk travel dan everyday content creation."
Kita lihat X9s. Desainnya ultra-slim. Tebalnya hanya 7,99mm. Tapi ia garang. Ada tiga kamera 50MP: kamera utama 50MP OIS, telephoto periskop 3x optical zoom, dan ultra-wide 50MP.
Ditambah LUMO Image Engine, Hasselblad Portrait, dan XPAN Mode. Ini kawan sepadan untuk jalan-jalan santai.
Soal video, Oppo membidik para sineas. X9 Ultra bisa merekam cinematic 4K 120fps. Bahkan 8K 30fps. Untuk harian, ada 4K 60fps Dolby Vision HDR yang stabil hingga zoom 30x.
Adanya format O-Log2 dan ACES membuat proses color grading setara standar industri film. X9s pun tak mau kalah. Ia mendukung 4K 60fps Dolby Vision HDR di semua kameranya.
Langkah Oppo cerdas. Konsumen premium kini mobilitasnya tinggi. Mereka butuh alat serba bisa. Yang baterainya tidak gampang habis.
Maka Oppo membenamkan Silicon-Carbon Battery. Kapasitasnya raksasa. 7050mAh di X9 Ultra. Dan 7025mAh di X9s.
Ngecasnya pun kilat. X9 Ultra pakai 100W SUPERVOOC dan 50W AIRVOOC untuk nirkabel. X9s pakai 80W SUPERVOOC. Durabilitasnya ekstrem. Keduanya punya tiga sertifikasi sekaligus: IP66, IP68, dan IP69. Tahan air. Tahan debu. Tahan cuaca ekstrem.
Mesin X9 Ultra ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5. Layarnya 6,82 inci AMOLED. QHD+.
Refresh rate 144Hz. Tingkat kecerahannya tembus 3.600 nits. Sangat terang di bawah terik matahari. Balutan kulit vegan dan modul bergaya lensa aperture membuat wujudnya sangat eksklusif, terinspirasi kamera Hasselblad X2D.
Tapi ini bukan cuma soal perangkat keras. Ini era kecerdasan buatan. ColorOS 16 membawa AI Mind Pilot, AI Bill Manager, dan AI Popout.
Bagi traveler, AI Menu Translation adalah keajaiban. Ia menerjemahkan menu makanan bahasa asing. Lengkap dengan gambar, komposisi bahan, sampai konversi mata uang rupiah secara otomatis.
"Di ColorOS, kami percaya AI harus terasa benar-benar relevan dan membantu pengguna dalam kehidupan sehari-hari," kata Martin Liu, Director of Global AI Product. "Melalui Oppo Find X9 Ultra dan Oppo Find X9s, kami menghadirkan pengalaman AI yang lebih personal, intuitif, dan seamlessly integrated dengan kebutuhan pengguna modern."
Inovasi mutakhir tentu ada harganya.
Find X9 Ultra varian 12GB+512GB dibanderol Rp27.999.000.
Varian tertinggi 16GB+1TB seharga Rp31.999.000.
Aksesori Hasselblad Earth Explorer Kit dijual terpisah Rp6.999.000.
Untuk X9s, harganya Rp15.999.000 (12GB+256GB) dan Rp17.999.000 (12GB+512GB).
Di masa pre-order, ada benefit hingga Rp9 juta untuk X9 Ultra. Dan Rp8,5 juta untuk X9s.
Isinya: gratis aksesori travel, garansi 180 hari ganti baru, gratis Oppo Care, cicilan 0%, hingga cashback trade-in eSwap sampai Rp3 juta.
Khusus X9s, ada ekstra cashback Rp1.000.000 baik online maupun offline.
Oppo juga menggandeng Indosat dan XLSmart. Memberi kuota besar dan fasilitas roaming internasional.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56

