Bisnis.com, JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk menghadirkan pemerataan akses kesehatan bekerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) untuk peningkatan akses dan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Aksi ini direalisasikan melalui pembangunan Rumah Sakit Kapal (RSK) dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli II yang akan beroperasi pada 2026 serta menjangkau masyarakat di wilayah 3T Kalimantan melalui jalur sungai.
Sebagai perusahaan pertambangan batu bara terintegrasi, Bayan Resources menargetkan lebih dari 5.000 pasien dapat merasakan manfaat langsung dari layanan kesehatan RSK kedua ini. Bayan Peduli berupaya menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah terpencil yang hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai.
Manajemen PT Bayan Resources Tbk menegaskan bahwa program kesehatan Bayan Peduli tidak bersifat sesaat, melainkan dirancang sebagai sistem pemberdayaan berkelanjutan yang dimulai dari identifikasi kebutuhan riil hingga menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
"Bayan Resources melalui program Bayan Peduli meneguhkan perannya sebagai mitra pembangunan bangsa tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam menghadirkan harapan, kesehatan, dan meningkatkan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar manajemen PT Bayan Resources Tbk dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Program Kesehatan Bayan Peduli dijalankan melalui penyediaan infrastruktur kesehatan, layanan medis terpadu, dan penguatan kapasitas kesehatan masyarakat. Kolaborasi dengan doctorSHARE yang telah berjalan sejak 2024 menjadi salah satu implementasi dalam program tersebut.
Penyediaan infrastruktur kesehatan berfokus pada pembangunan Rumah Sakit Kapal utamanya untuk menjangkau wilayah 3T. RSK dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli I telah selesai dibangun dan diresmikan pada 26 Juli 2025 di Marina Batavia, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, dengan spesifikasi panjang kapal 41 meter, lebar 8 meter, dan kedalaman 3,5 meter.
Kapal ini dilengkapi fasilitas medis lengkap dan didukung 25 tenaga medis yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, bidan, perawat, serta 8 orang kru kapal. Pelayaran perdana dimulai Oktober 2025 dengan tujuan tiga desa di Kutai Timur, yakni Desa Manubar, Desa Maloy, dan Desa Sandaran.
Keberadaan RSK ini dirancang sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan akses kesehatan di daerah yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan konvensional.
Sementara itu, penyediaan layanan medis terpadu diwujudkan melalui program kesehatan komprehensif yang telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia sejak 2024. Program Dukungan Pengobatan Pasien Tuberkulosis (TBC) telah menjangkau 1.100 pasien di Kalimantan dan Papua melalui 111 fasilitas kesehatan (faskes).
Program Penanganan Kaki Pengkor (CTEV) telah memberikan harapan baru bagi 120 pasien yang tersebar di Kalimantan Timur, Aceh, dan Jawa Barat. Sementara Program Pengadaan Bank Darah untuk Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II melayani masyarakat di Papua dan Papua Barat Daya, menjangkau tiga kabupaten dengan lebih dari 10.000 pasien yang mendapat manfaat.
Adapun, penguatan kapasitas kesehatan masyarakat diwujudkan melalui layanan medis yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan promotif. RSK dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli I menargetkan 8.000 pasien dapat merasakan manfaat nyata dari layanan kesehatan yang akan menjangkau delapan lokasi di Kalimantan dan Sulawesi.
Lebih dari 100 pasien berkesempatan mendapatkan tindakan operasi, termasuk bedah mayor, operasi sectio caesarea, hingga perawatan rawat inap bagi pasien dengan kondisi serius seperti anemia berat, kehamilan berisiko, dan perdarahan hebat.
Pendiri doctorSHARE, dr. Lie Dharmawan, mengapresiasi kolaborasi dengan Bayan Peduli yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat di wilayah terpencil.
"Kehadiran RSK ini diharapkan mampu menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses fasilitas kesehatan konvensional, sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas," ujar dr. Lie.
Kerja sama antara Bayan Peduli dan doctorSHARE yang ditandatangani dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan.
"Program ini mencerminkan upaya Bayan Group untuk menghadirkan akses kesehatan yang lebih merata, memberi harapan baru, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sebelumnya terbatas pada layanan medis," pungkas manajemen Bayan Resources.