Bisnis.com, JAKARTA — PT ITSEC Asia Tbk. mengeksplorasi peluang pendapatan baru dari segmen ritel. Bekerja sama dengan produsen smartphone Infinix, CYBR menanamkan produk keamanan siber IntelliBroń Aman di smartphone terbaru Infinix Note Edge 5G+ untuk melindungi pengguna dari bahaya malware hingga judi online.
Diketahui pada kuartal III/2025, ITSEC membukukan pendapatan sebesar Rp272 miliar atau naik 78% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan pertumbuhan itu, laba bersih yang dicatatkan ITSEC pada periode tersebut juga naik 46% menjadi Rp11,5 miliar.
Salah satu pendorong pertumbuhan itu adalah penggunaan layanan IntelliBroń di segmen korporasi. Adapun kini ITSEC memperluas target pasar IntelliBroń dengan menyasar ke segmen ritel atau B2C.
President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher menjelaskan ITSEC telah melakukan riset selama 2 tahun sebelum meluncurkan produk IntelliBroń ke segmen B2C. Lamanya proses riset karena perusahaan ingin memastikan produk yang dihadirkan benar-benar matang, mudah digunakan, dan efektif dalam mencegah ancaman siber.
Pada tahun pertama layanan IntelliBroń masuk ke segmen B2C, Patrick menargetkan produk ini dapat menjangkau sebanyak mungkin pengguna smartphone di Indonesia agar masyarakat terlindungi dari bahaya siber yang makin ganas, terlebih di era kecerdasan buatan (AI).
“Kami ingin membuat agar keamanan siber dapat diakses oleh semua orang, tidak hanya perusahaan. Anda dan saya harus terlindungi dari ancaman siber,” kata Patrick kepada Bisnis, Selasa (27/1/2026).
Patrick mengatakan untuk memperluas akses IntelliBroń di masyarakat, perusahaan akan memperbanyak kerja sama dengan berbagai pihak.
Saat ini, ITSEC menggandeng Infinix yang membuat solusi IntelliBroń tertanam di smartphone terbaru Infinix Note Edge 5G+ dan smartphone premium lainnya.
Bagi ITSEC, kerja sama ini akan membuat perusahaan makin mudah dalam menjangkau pelanggan ritel, terlebih para pengguna Infinix. Sementara itu bagi Infinix, smartphone premium mereka tidak hanya andal secara fitur, namun juga dapat menghadirkan pengalaman berinternet yang lebih aman kepada para pengguna.
Dengan kerja sama ini, ketika pengguna membeli smartphone terbaru Infinix, aplikasi keamanan IntelliBroń nantinya sudah terinstal di smartphone. Berbeda dengan aplikasi keamanan lainnya, ITSEC memastikan bahwa IntelliBroń tidak membuat smartphone menjadi boros baterai dan cepat panas karena cara kerjanya yang berbeda.
Selain itu untuk mendorong agar produk ini lebih mudah diakses, ITSEC juga membuka peluang kolaborasi kepada berbagai pihak. Dia juga mengatakan bahwa saat ini aplikasi IntelliBroń Aman telah tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh oleh pengguna di luar smartphone Infinix.
ITSEC juga berencana membawa solusi B2C ini ke negara-negara lain tempat mereka beroperasi seperti Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius.
“Kami akan melakukan banyak inisiatif untuk membuat masyarakat lebih sadar akan keamanan siber. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak-anak. Mereka harus terproteksi,” kata Patrick.
Harga HP Infinix Naik?
Sementara itu, Head of Marketing Infinix Indonesia Sergio Ticoalu mengatakan kolaborasi yang terjalin antara ITSEC dan Infinix tidak akan berhenti pada smartphone Infinix Note Edge 5G+. IntelliBroń akan tertanam di seluruh produk note series Infinix, yang merupakan produk inti perusahaan pada tahun ini.
“Lewat kolaborasi ini intinya satu bagaimana kami bisa memberikan kenyamanan kepada konsumen,” kata Sergio.
Sergio juga mengatakan kerja sama ini tidak mempengaruhi harga smartphone Infinix di pasaran. Menurutnya, seluruh pemain smartphone saat ini tengah mengatur strategi mengenai harga seiring dengan kelangkaan cip di global. Alhasil, hal ini akan berdampak pada harga smartphone secara keseluruhan.
Namun, Sergio memastikan meskipun harga smartphone berpotensi fluktuatif tahun ini, Infinix akan menjadi smartphone yang paling affordable di masyarakat.
“Infinix selalu fokus pada inovasi for everyone. Kalau pun harga naik, semua industri pasti harga naik. Tapi kami bisa pastikan bahwa harga kami yang terbaik. Dan kenaikan harga tidak ada hubungannya dengan kolaborasi ini,” kata Sergio.
Desain yang Tertanam
Sementara Ketua Umum Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), Firlie Ganinduto, berpendapat sudah seharusnya sebuah smartphone tertanam aplikasi keamanan siber sejak awal datang ke pasar.
Menurutnya, keamanan siber harus dipandang sebagai desain, bukan insiden. Artinya, keamanan siber harus sudah dipikirkan sejak pertama kali pabrikan membuat smartphone bukan ketika terjadi insiden.
Dia mendorong Kementerian Perindustrian dan regulator lainnya untuk membuat regulasi yang memasukan unsur keamanan siber sebagai salah satu syarat produk teknologi yang masuk ke Indonesia.
Dengan pendekatan ini maka masyarakat akan terlindungi sejak awal mereka mendapat perangkat.
bagi produsen sehingga smartphone yang dijual ke Indonesia telah terproteksi dari ancaman siber.
“Jadi pemerintah harus mewajibkan kepada seluruh penyedia smartphone untuk memasang keamanan siber di setiap smartphone. Kita selalu mendorong dan menyadarkan mereka pemerintah. Kami coba mendorong ini ke dalam regulasi,” kata Firlie.
Dia mengatakan saat ini smartphone yang hadir di Indonesia belum dilengkapi dengan keamanan siber yang memadai. Tanpa adanya keamanan siber yang mumpuni ancaman siber hingga penipuan digital masih sangat mungkin terjadi.