Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Iran menutup sementara wilayah udaranya kecuali penerbangan internasional dengan izin resmi pada Rabu pukul 17.15 waktu setempat.
Langkah yang ditempuh Teheran itu bersamaan dengan ancaman dari Presiden Donald Trump yang akan melakukan intervensi militer ke negeri teluk tersebut imbas bentrokan berdarah selama beberapa hari terakhir. Ribuan nyawa melayang akibat bentrokan tersebut.
Melansir Reuters, larangan tersebut dijadwalkan berlangsung selama lebih dari dua jam hingga pukul 19.30 ET, atau 0030 GMT, tetapi dapat diperpanjang, kata pemberitahuan tersebut.
Sebelumnya, AS menarik beberapa personel dari pangkalan di Timur Tengah, kata seorang pejabat AS pada hari Rabu, setelah seorang pejabat senior Iran memperingatkan negara-negara tetangga bahwa mereka akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington menyerang.
Serangan rudal dan drone di sejumlah zona konflik yang semakin meningkat merupakan risiko tinggi bagi lalu lintas penerbangan.
Maskapai penerbangan terbesar India, IndiGo (INGL.NS), mengatakan beberapa penerbangan internasionalnya akan terpengaruh oleh penutupan wilayah udara Iran yang tiba-tiba.
Sebuah penerbangan Aeroflot Rusia (AFLT.MM), yang menuju Teheran, kembali ke Moskow setelah penutupan jalur penerbangan, menurut data pelacakan dari Flightradar24.
Sebelumnya pada hari Rabu, Jerman mengeluarkan arahan baru yang memperingatkan maskapai penerbangan negara itu untuk tidak memasuki wilayah udara Iran, tak lama setelah Lufthansa (LHAG.DE), mengubah operasi penerbangannya di seluruh Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Amerika Serikat telah melarang semua penerbangan komersial AS untuk melintasi Iran dan tidak ada penerbangan langsung antara kedua negara.
Operator penerbangan seperti flydubai dan Turkish Airlines telah membatalkan beberapa penerbangan ke Iran dalam seminggu terakhir.
"Beberapa maskapai penerbangan telah mengurangi atau menangguhkan layanan, dan sebagian besar maskapai menghindari wilayah udara Iran," kata Safe Airspace, sebuah situs web yang dikelola oleh OPSGROUP, sebuah organisasi berbasis keanggotaan yang berbagi informasi risiko penerbangan."
Sementara itu, pihak Lufthansa mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan hanya akan mengoperasikan penerbangan siang hari ke Tel Aviv dan Amman mulai Rabu hingga Senin minggu depan agar awak kabin tidak perlu menginap.
Beberapa penerbangan juga dapat dibatalkan sebagai akibat dari tindakan ini, tambah Lufthansa dalam sebuah pernyataan.
Maskapai Italia ITA Airways, di mana Lufthansa Group sekarang menjadi pemegang saham utama, mengatakan bahwa mereka juga akan menangguhkan penerbangan malam ke Tel Aviv hingga Selasa minggu depan.