Bisnis.com, JAKARTA — Dalam perhitungan penanggalan China, Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 berada dalam naungan Shio Kuda Api. Tahun ini dibaca sebagai periode dengan energi yang sangat kuat, cepat, dan agresif—sebuah kombinasi yang membuka peluang besar sekaligus menyimpan risiko tinggi bagi pelaku usaha dan investor.
Master Feng Shui Hong Xiang Yi menjelaskan bahwa karakter utama 2026 ditandai oleh dominasi unsur api yang berlapis. Dalam sistem feng shui, Kuda secara alami memiliki elemen api, sementara elemen tahunan 2026 juga disimbolkan dengan api.
“Kuda itu elemennya api, dan elemen tahunnya juga api. Api bertemu api berarti energinya sangat menyala. Segala sesuatu yang bergerak cepat, berubah cepat, dan muncul secara mendadak akan sangat dominan di tahun ini,” ujar Xiang Yi.
Dalam konteks ekonomi dan bisnis, unsur api tercermin pada sektor-sektor yang berbasis kecepatan dan dinamika tinggi, seperti teknologi, media, elektronik, hingga industri yang sangat sensitif terhadap perubahan tren dan sentimen pasar. Xiang Yi menilai peluang di sektor-sektor tersebut terbuka lebar, tetapi hanya menguntungkan bagi pelaku yang memiliki pengalaman serta manajemen risiko yang matang.
“Api itu cepat. Tantangan terbesar di tahun ini adalah pengendalian emosi. Keputusan yang diambil terlalu terburu-buru biasanya berujung pada kesalahan yang berpotensi menimbulkan kerugian,” katanya.
Sebaliknya, sektor berelemen air seperti jasa, transportasi, dan logistik dinilai lebih adaptif dalam menghadapi gejolak. Unsur air berperan sebagai penyeimbang api, sehingga sektor-sektor ini cenderung lebih lentur saat terjadi perubahan cepat. Sektor logam, termasuk keuangan dan sistem pembayaran, juga berpotensi lebih stabil karena kebutuhan akan struktur, disiplin, dan pengelolaan risiko diperkirakan meningkat.
Sementara itu, sektor tanah seperti properti dan konstruksi diproyeksikan bergerak lebih lambat. Xiang Yi menyarankan agar pelaku usaha di sektor ini tidak melakukan ekspansi agresif.
“Api menghasilkan tanah sehingga tanah menjadi kuat, tetapi pergerakannya lambat. Bukan berarti tidak baik, hanya perlu dijalankan dengan lebih sabar dan bertahap,” ujarnya.
Di tengah energi yang panas dan penuh dorongan, Xiang Yi menilai 2026 lebih tepat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi usaha ketimbang melakukan ekspansi besar-besaran. Dorongan untuk tumbuh cepat memang sangat kuat, namun tanpa arah yang jelas justru berisiko kontraproduktif.
“Bagi kebanyakan orang, menjaga fondasi dan mengelola risiko jauh lebih penting. Ekspansi yang terlalu cepat sering kali berakhir tidak memuaskan,” katanya.