#30 tag 24jam
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
PT Adiwisesa Mandiri Building Products Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang Indo Build Tech 2026. Mereka akan membawa sejumlah inovasi baru. PT Adiwisesa... | Halaman Lengkap [488] url asal
#pameran #teknologi-bangunan #sektor-konstruksi #infrastruktur #material-bangunan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 20/06/26 12:43
v/255148/
JAKARTA - PT Adiwisesa Mandiri Building Products Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang Indo Build Tech 2026. Sebuah pameran konstruksi dan material bangunan terbesar di Indonesia, yang akan digelar di ICE BSD, Tangerang pada 8-12 Juli 2026.Kehadiran PT AMBPI ini bentuk komitmen perusahaan untuk terus mengedepankan inovasi produk kepada masyarakat dan pelaku industri konstruksi di Indonesia. Melalui Indo Build Tech 2026, PT AMBPI ingin memperkenalkan langsung berbagai solusi material bangunan berkualitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan saat ini.
Sales & Marketing Department Head PT AMBPI, Yadrata mengatakan, Indo Build Tech 2026 menjadi strategi perusahaan memperkenalkan inovasi produk kepada pasar secara luas. ”Pameran ini tidak hanya menjadi ajang bersaing, tetapi juga menjadi kesempatan perusahaan untuk terus memahami kebutuhan pasar di dunia konstruksi,” katanya, Sabtu (20/6/2026).
Indo Build Tech 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperluas jaringan di industri bahan bangunan. Dalam Indo Build Tech tahun ini, PT AMBPI akan menghadirkan berbagai kategori produk unggulan. Mulai dari perekat keramik ( Adeshive), Anti Bocor (Waterproofing), pengisi nat (Tile Grout), Campuran Beton(Bonding agent), hingga pelapis batu alam (Stone Coating).
Tidak hanya menampilkan produk unggulan, PT AMBPI juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan material yang tepat dan berkualitas dalam proses konstruksi. Di pameran nantinya, pengunjung dapat melihat langsung produk contoh dari masing-masing kategori dan contoh pengaplikasian produk.
PT AMBPI juga akan memperkenalkan beberapa inovasi produk terbarunya, yaitu AM 56 Epicron Pro 2K sebagai solusi pengisi nat premium yang tahan air, jamur, dan lumut serta bahan kimia. Serta AM 79 Campuran Beton Super Plasticizer Technology yang dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas dan kekuatan konstruksi, serta mempercepat pengerasan beton.
Partisipasi PT AMBPI di Indo Build Tech 2026 diharap menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Indonesia mengenai perkembangan material bangunan di era saat ini. Melihat kebutuhan pembangunan yang kian bertambah, pemilihan produk berkualitas menjadi faktor penting dalam mempertahankan kekuatan dan ketahanan bangunan.
Oleh karena itu, PT AMBPI terus berinovasi sehingga dapat relevan dengan kebutuhan pasar. Melalui pameran ini, PT AMBPI juga ingin membangun kedekatan dengan konsumen dan kontraktor sekaligus memberikan pengalaman interaktif. Selain menghadirkan produk unggulan, PT AMBPI juga menyiapkan berbagai aktivitas dan hadiah menarik selama pameran berlangsung.
Pengunjung dapat langsung berkonsultasi dengan tenaga pemasar dan tim teknis secara langsung. Dengan konsep booth yang berbeda dari pameran sebelumnya, besar harapan PT AMBPI untuk pengunjung dapat mengenal lebih dekat produk yang ditawarkan.
Peluncuran AM 59 Epicron Pro 2K dan AM 79 Campuran Beton Super Plasticizer Technology menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menghadirkan solusi material bangunan yang lebih modern, praktis,berkualitas tinggi, dan sesuai dengan kebutuham masyarakat saat ini. PT AMBPI akan terus menghadirkan produk yang berkualitas tingg dengan standar premium.
Melalui Indo Build Tech 2026, PT AMBPI berharap dapat memperkuat hubungan dengan konsumen, kontraktor, dan para pemangku kepentingan di dunia konstruksi Indonesia. Perusahaan akan terus berinovasi untuk menghadirkan jawaban bagi tantangan yang ada di lapangan. Kedepannya, PT AMBPI berkomitmen untuk terus menghadirkan produk berkualitas dan layanan terbaiknya ke industri konstruksi Indonesia.
3 Dekade Jaga Kualitas, Marwani Indah Perkokoh Posisi di Pasar Genteng Beton dan Paving Block
CV Marwani Indah, produsen material beton asal Solo, membuktikan dengan mempertahankan eksistensinya selama hampir 30 tahun sebagai penyedia utama Genteng Beton... | Halaman Lengkap [384] url asal
#bahan-bangunan #atap-rumah #konstruksi #material-bangunan #sektor-konstruksi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/05/26 21:43
v/224262/
SOLO - Di tengah gempuran material bangunan modern dan fluktuasi industri konstruksi , keberlanjutan sebuah produk ditentukan oleh konsistensi kualitas. CV Marwani Indah, produsen material beton asal Solo, membuktikan dengan mempertahankan eksistensinya selama hampir 30 tahun sebagai penyedia utama Genteng Beton MI dan Paving Beton MI di wilayah Jawa Tengah dan DIY.Sejak didirikan pada tahun 1995, CV Marwani Indah telah menjadi saksi sekaligus penggerak pembangunan hunian di berbagai daerah. Berdasarkan data internal perusahaan, hingga tahun 2026 ini, produk Genteng Beton MI tercatat telah digunakan pada lebih dari 10.000 unit rumah tinggal dan mencatatkan akumulasi penjualan lebih dari 20 juta keping genteng.
Proyek Gentengisasi Prabowo Ditanggung APBN, Purbaya: Nggak Sampai Rp1 Triliun
Kepercayaan Sektor Properti dan Developer Kualitas produk CV Marwani Indah tidak hanya diakui oleh konsumen perorangan, tetapi juga oleh para pengembang besar di Jawa Tengah. Sejumlah nama besar di industri properti seperti Safira Grup, Fajar Group, hingga Rajawali Group mempercayakan kebutuhan material atap dan pengerasan lahan mereka pada produk buatan perusahaan ini.
“Kualitas material bangunan memiliki korelasi langsung terhadap kenyamanan dan nilai aset properti dalam jangka panjang. Kami memahami bahwa rumah adalah investasi seumur hidup bagi masyarakat, itulah mengapa kami tidak pernah berkompromi dengan standar produksi,” ujar Direktur CV Marwani Indah, Faiz.
Faiz menambahkan, bahwa kepercayaan lebih dari 1.000 pelanggan setia merupakan aset terbesar perusahaan. “Bertahan sejak 1995 bukan hal yang mudah. Kuncinya adalah menjaga kontrol kualitas dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi, karena kami mengelola fasilitas pabrik milik sendiri,” lanjutnya.
Genteng Lembaran Praktis dan Ekonomis
Distribusi Luas di Jawa Tengah dan DIY Memiliki basis produksi di Solo, jangkauan distribusi CV Marwani Indah kini telah meluas mencakup wilayah Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, hingga kota-kota besar seperti Semarang, Salatiga, Kudus, dan Yogyakarta.
Secara teknis, penggunaan genteng beton dinilai lebih unggul untuk kebutuhan rumah modern karena strukturnya yang kuat, ukuran yang presisi, serta kemampuan isolasi suhu yang baik. Di sisi lain, penggunaan paving block beton kian diminati untuk area lingkungan dan komersial karena daya tahannya terhadap beban berat serta kemampuannya dalam menjaga daerah resapan air.
“Seiring meningkatnya pembangunan kawasan hunian dan infrastruktur pasca-pandemi, kami melihat kebutuhan terhadap material beton yang stabil dan berkualitas terus bertumbuh. Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat dan pengembang dalam membangun hunian yang kokoh dan rapi,” tutup Faiz.
Kebut Sekolah Rakyat di Sulut dan Kalsel, Brantas Abipraya Menjaga Laju, Menjamin Mutu
Brantas Abipraya memastikan seluruh proses pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).... | Halaman Lengkap [586] url asal
#pt-brantas-abipraya #sekolah-rakyat #perusahaan-konstruksi #sektor-konstruksi #bumn-konstruksi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/05/26 20:57
v/212318/
JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan infrastruktur pendidikan nasional. Proyek ini ditargetkan rampung tepat waktu agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026.Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Percepatan pekerjaan saat ini dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk di Minahasa, Sulawesi Utara dan dua Kabupaten di Kalimantan Selatan yaitu Banjarbaru, serta Barito Kuala yang telah menunjukkan progres signifikan.
Hingga awal Mei 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Minahasa mencapai 37,51%. Capaian tersebut mencakup pekerjaan struktur utama, baja struktur, baja ringan, serta pekerjaan kawasan. Realisasi terhadap kurva rencana (S-Curve) juga menunjukkan deviasi positif sebesar 2,36%, yang menandakan pelaksanaan proyek lebih cepat dari target.
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat, Ada Dedikasi dan Komitmen Para Pekerja
Sedangkan untuk progress pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Barito Kuala dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan telah mencapai 52,49%. Sama halnya dengan di Minahasa, pembangunan proyek ini juga menunjukkan devisiasi positif.
Ditemui dalam kunjungannya ke lokasi proyek Sekolah Rakyat di Kalimantan, Komisaris Independen Brantas Abipraya, Isra D. Pramulya menegaskan, bahwa percepatan pembangunan tetap diimbangi dengan pengendalian kualitas.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini kami pastikan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan aspek keselamatan kerja,” ujarnya
Di tengah progres tersebut, proyek juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain tingginya curah hujan yang memengaruhi aktivitas konstruksi serta kelangkaan solar (BBM) yang berdampak pada distribusi material alam seperti pasir, baik untuk pekerjaan di lapangan maupun suplai ke batching plant.
Merayakan 45 Tahun lewat Beragam Inovasi, Brantas Abipraya Merajut Masa Depan
Menanggapi tantangan tersebut, Brantas Abipraya menerapkan berbagai langkah strategis guna menjaga target penyelesaian proyek pada 20 Juni 2026. Perusahaan menambah dua unit mobile crane sehingga total menjadi empat unit, serta mengubah metode pengecoran pelat dari sistem konvensional menjadi metal deck untuk meningkatkan efisiensi waktu. Optimalisasi pekerjaan juga dilakukan melalui penerapan tiga shift kerja.
Selain itu, percepatan dilakukan melalui penggunaan material fasad GRC super panel menggantikan plester aci, serta perubahan struktur gedung SMA dari beton bertulang menjadi baja profil. Di SR Barito Kuala dan Banjarbaru, percepatan pembangunan dilakukan dengan mengganti bekisting konvensional ke bondex, dan pembesian plat lantai dari besi konvensional menjadi wiremesh.
Jumlah tenaga kerja juga ditingkatkan demi percepatan pembangunan hingga 600 orang, termasuk melalui mobilisasi menggunakan pesawat carter.
Dari sisi logistik, perusahaan mempercepat pengadaan material seperti keramik, MEP, dan furnitur dengan memaksimalkan sewa gudang. Pengiriman material juga dialihkan menggunakan pesawat Hercules dan kargo udara untuk memastikan kelancaran suplai di tengah keterbatasan distribusi konvensional.
Isra menambahkan, langkah-langkah percepatan tersebut tetap mengedepankan kualitas hasil pembangunan. “Percepatan yang dilakukan tidak mengorbankan mutu. Ini menjadi upaya kami untuk memastikan proyek dapat selesai lebih cepat dengan tetap memenuhi standar terbaik,” katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akses pendidikan yang layak dan merata. Sekolah ini dirancang dengan konsep asrama terpadu yang dilengkapi fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga.
Dengan pengalaman panjang di sektor konstruksi, Brantas Abipraya optimistis proyek ini akan memberikan dampak positif berkelanjutan. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda di berbagai daerah.
“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, khususnya sektor pendidikan. Melalui proyek ini, kami berkomitmen turut membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” pungkas Isra D. Pramulya.
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Seiring dengan transformasi Surabaya menjadi pusat bisnis megapolitan di Indonesia Timur, peran infrastruktur berkualitas menjadi semakin krusial. Seiring dengan... | Halaman Lengkap [280] url asal
#surabaya #perusahaan-konstruksi #konstruksi #sektor-konstruksi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/01/26 22:06
v/103756/
SURABAYA - Seiring dengan transformasi Surabaya menjadi pusat bisnis megapolitan di Indonesia Timur, peran infrastruktur berkualitas menjadi semakin krusial. PT. Medex Prima, perusahaan konstruksi yang telah berkiprah selama lebih dari 17 tahun, menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat wajah perkotaan melalui pembangunan kawasan industri dan komersial yang modern dan tangguh.Pembangunan gedung perkantoran dan pabrik bukan sekadar menambah jumlah bangunan di peta kota, melainkan menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi baru. Medex Prima hadir untuk memastikan bahwa setiap investasi fisik tersebut memiliki nilai jangka panjang.
Infrastruktur dan Pembiayaan
Direktur PT. Medex Prima, Rudy Irsan Sutanto menjelaskan, bahwa sektor industri memerlukan perlakuan khusus. "Membangun pabrik atau fasilitas publik memerlukan ketelitian teknis yang berbeda dari hunian biasa. Dengan pengalaman lapangan lebih dari 30 tahun, kami memastikan bahwa setiap proyek kami memiliki daya tahan maksimal untuk mendukung operasional bisnis klien kami tanpa hambatan teknis di masa depan," ujarnya.
Di tengah persaingan kontraktor di Jawa Timur, Medex Prima membedakan diri melalui pengawasan ketat dan pemilihan material yang tepat guna menghadapi dinamika iklim dan kebutuhan struktur di Surabaya. Komisaris Medex Prima, Steven Sutanto menambahkan, bahwa perusahaan memiliki visi untuk menjadikan setiap bangunan sebagai investasi masa depan bagi kota.
"Surabaya dan kota-kota sekitarnya akan terus berkembang. Kami ingin menjadi bagian dari sejarah kota ini dengan menghadirkan bangunan yang tidak hanya estetis, tetapi juga efisien dan berkelanjutan. Fokus kami adalah keseimbangan antara kualitas teknis dan efisiensi biaya bagi klien," jelas Steven.
Bisnis Coworking Space di Surabaya Sukses, GoWork: MNC Land Punya Lokasi dan Fasilitas Terbaik
Melalui komitmen "Kualitas Tanpa Kompromi", PT. Medex Prima terus memperluas jangkauan proyeknya, mulai dari renovasi skala besar hingga pembangunan kompleks industri dari nol, guna mendukung percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor konstruksi.
Korosi: Ancaman Tersembunyi di Balik Rusaknya Logam dan Konstruksi
Menjelang perayaan Natal, 58 tahun yang lalu, sebuah peristiwa yang menggemparkan terjadi di Amerika Serikat. Sore itu, tanggal 15 Desember 1967, Silver Bridge,... | Halaman Lengkap [1,466] url asal
#opini #konstruksi #industri-logam #sektor-konstruksi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 30/12/25 20:13
v/89023/
Dr Eng Ir Muhammad Kozin, M.Sc.Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Ketua Umum Indonesian Corrosion Association (INDOCOR)
MENJELANGperayaan Natal, 58 tahun yang lalu, sebuah peristiwa yang menggemparkan terjadi di Amerika Serikat. Sore itu, tanggal 15 Desember 1967, Silver Bridge, sebuah jembatan gantung yang terbentang di atas Sungai Ohio, yang memisahkan negara bagian West Virginia dan Ohio, Amerika Serikat secara tiba-tiba runtuh. Jembatan megah yang dibangun pada tahun 1928 dengan desain yang inovatif pada saat itu menggunakan struktur eyebars dari baja berkekuatan tinggi, bukan menggunakan kabel pilin seperti jembatan gantung pada umumnya.
Dalam waktu yang singkat, jembatan sepanjang ratusan meter itu runtuh seketika, menghanyutkan 31 kendaraan dan puluhan orang ke dalam sungai serta menewaskan 46 orang. Hasil investigasi yang dilakukan oleh lembaga Federal Amerika Serikat menyimpulkan bahwa penyebab runtuhnya Silver Bridge bukan karena gempa bumi atau ditabrak kapal. Penyebabnya adalah sebuah retakan mikroskopis pada sambungan eyebars. Retakan ini disebabkan oleh fenomena yang dikenal dengan istilah retak korosi tegangan (stress corrosion cracking) dan korosi sumuran (pitting corrosion).
Korosi yang tersembunyi di dalam sambungan baja, ditambah beban lalu lintas dan suhu dingin menjadi pemicu terjadinya bencana tersebut. Peristiwa ini membuka mata dunia bahwa korosi bukan lagi sekadar masalah karat pada logam tua yang mengganggu dari sudut padang estetika saja, tetapi bisa juga menjadi ancaman yang mematikan.
Korosi sebagai Proses Alamiah
Korosi atau karat pada logam besi/baja sejatinya merupakan proses alamiah. Logam-logam yang diekstraksi dari alam berupa bijih mineral biasanya berada dalam kondisi yang tidak stabil secara termodinamika. Ketika terpapar lingkungan, logam cenderung kembali ke bentuk senyawa yang lebih stabil, seperti oksida. Korosi didefinisikan sebagai penurunan mutu/degradasi material akibat reaksi dengan lingkungannya. Proses ini melibatkan anoda (tempat terjadinya oksidasi logam), katoda (tempat terjadinya reaksi reduksi) dan elektrolit, media penghantar ion (air, tanah, larutan).Dampak Korosi
Korosi tidak hanya berdampak terhadap keselamatan manusia, tetapi juga berdampak sangat merugikan dari sisi ekonomi. Berdasarkan studi dari National Association of Corrosion Engineers (NACE) - Association for Materials Protection and Performance (AMPP), kerugian ekonomi akibat korosi di seluruh dunia diperkirakan mencapai sekitar USD 2,5 triliun per tahun, atau setara dengan sekitar 3–4% dari Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) global. Artinya, dari setiap USD 100 nilai ekonomi yang dihasilkan di dunia, sekitar USD 3–4 hilang hanya untuk menangani dampak korosi.Di Amerika Serikat, misalnya, biaya langsung akibat korosi diperkirakan mencapai sekitar USD 276 miliar per tahun, yang setara dengan sekitar 3,1% dari PDB nasional. Biaya ini mencakup perbaikan jembatan dan jalan, penggantian pipa air dan gas, perawatan kendaraan dan mesin industri, serta perlindungan struktur bangunan. Negara-negara industri besar lainnya menunjukkan pola serupa, dengan biaya korosi berkisar 3–4% dari PDB masing-masing negara.
Di sektor industri dan manufaktur, korosi menurunkan umur pakai mesin dan peralatan. Akibatnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan, penggantian suku cadang, dan penghentian sementara proses produksi (downtime). Penghentian sementara proses produksi ini berdampak langsung pada penurunan produksi dan pendapatan.
Di sektor energi, khususnya minyak dan gas, dampak ekonominya bahkan lebih besar. Korosi pada pipa, tangki, dan fasilitas lepas pantai menyebabkan biaya perawatan dan perbaikan yang sangat tinggi. Sementara itu, pada sektor infrastruktur publik, korosi mempercepat kerusakan jembatan, pelabuhan, rel kereta api, dan sistem perpipaan baik pipa air maupun gas.
Secara keseluruhan, korosi tidak hanya menimbulkan biaya langsung (perbaikan dan penggantian), tetapi juga biaya tidak langsung seperti berhentinya proses produksi, gangguan distribusi, kecelakaan, kerusakan lingkungan, dan penurunan nilai aset. Menariknya, berbagai studi menunjukkan bahwa dengan penerapan sistem manajemen pencegahan dan pengendalian korosi yang baik, akan ada penghematan sekitar 15–35% dari total biaya korosi, atau setara dengan USD 375–875 miliar per tahun. Hal ini semakin menegaskan bahwa korosi merupakan masalah teknis yang berdampak langsung terhadap sektor ekonomi secara keseluruhan.
Teknik Pengendalian Korosi
Pengendalian korosi merupakan upaya untuk mencegah atau memperlambat kerusakan logam akibat reaksi kimia maupun elektrokimia dengan lingkungannya. Pengendalian korosi dapat dilakukan sejak awal melalui pemilihan material yang tepat. Beberapa logam dan paduan, seperti baja tahan karat atau aluminium, memiliki ketahanan korosi yang lebih baik karena mampu membentuk lapisan pelindung alami di permukaannya. Dengan memilih material yang sesuai dengan lingkungan kerja, poteni korosi dapat dikurangi sejak awal.Di samping pemilihan material yang tepat, desain teknik yang baik akan sangat membantu dalam pencegahan korosi. Desain yang menghindari celah sempit, genangan air, serta kontak langsung antara logam yang berbeda dapat mengurangi kemungkinan terjadinya korosi. Dengan demikian, pengendalian korosi bukan hanya dilakukan setelah kerusakan terjadi, tetapi harus dipertimbangkan sejak tahap perencanaan dan desain dari sebuah produk/konstruksi.
Salah satu teknik yang paling umum digunakan untuk mencegah korosi adalah dengan teknik pelapisan (coating) terhadap permukaan logam. Logam yang akan dilindungi dilapisi dengan bahan tertentu seperti cat atau lapisan logam lain agar permukaan logam tidak bersentuhan langsung dengan udara, air, atau zat kimia yang bersifat korosif. Selama lapisan ini tetap utuh, proses korosi dapat ditekan secara signifikan.
Selain teknik pelapisan, proteksi katodik juga banyak diterapkan, terutama pada struktur logam yang berada di dalam tanah atau air laut. Teknik ini bekerja dengan menjadikan logam yang dilindungi sebagai katoda dalam suatu sistem elektrokimia, sehingga logam tersebut tidak mengalami oksidasi. Biasanya digunakan logam lain yang lebih reaktif digunakan sebagai anoda korban, yang akan terkorosi terlebih dahulu demi melindungi logam utama.
Teknik lain yang juga biasa digunakan adalah proteksi anodik, yaitu dengan mengatur potensial listrik logam agar berada pada kondisi pasif. Dalam kondisi ini, permukaan logam membentuk lapisan oksida tipis yang stabil dan mampu menghambat korosi lebih lanjut. Metode ini efektif untuk lingkungan tertentu, seperti baja karbon dalam larutan asam kuat, meskipun sistem proteksi ini relatif lebih rumit dan mahal.
Selain itu, inhibitor korosi sering ditambahkan ke dalam fluida atau lingkungan tertentu. Inhibitor ini adalah zat kimia yang bekerja dengan memperlambat reaksi korosi, misalnya dengan membentuk lapisan pelindung tipis pada permukaan logam atau menghambat reaksi elektrokimia yang terjadi.
Pengendalian kondisi lingkungan juga berperan penting. Faktor-faktor seperti kelembapan tinggi, kadar oksigen, garam, dan tingkat keasaman sangat memengaruhi laju korosi. Dengan mengontrol kondisi tersebut, misalnya dengan menurunkan kelembapan atau menyesuaikan pH, proses korosi dapat ditekan.
Riset dan Inovasi dalam Pengendalian Korosi
Beberapa riset dan inovasi telah dan sedang dikembangkan oleh peneliti-peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka pengendalian korosi. Salah satu teknik yang dikembangkan adalah dengan teknik Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) atau Micro-Arc Oxidation (MAO). Pada dasarnya, PEO/MAO adalah proses elektrolisis dengan menggunakan larutan elektrolit dan listrik bertegangan tinggi yang memicu timbulnya sejumlah percikan plasma dalam air karena adanya fenomena dielectric breakdown dan membentuk lapisan oksida tipis sebagai penghalang korosi yang tumbuh di permukaan logam (biasanya logam non-ferrous).Metode lain yang juga dikembangkan adalah dengan teknik Electrophoretic Deposition (EPD) yaitu teknik pelapisan yang memanfaatkan medan listrik untuk mendepositkan/mengendapkan partikel bermuatan dari suspensi ke permukaan logam dan juga teknik Electrochemical Deposition (ECD) yaitu teknik pelapisan logam yang memanfaatkan arus listrik untuk mendepositkan/mengendapkan ion logam pelapis ke atas permukaan logam yang ingin dilindungi.
Teknik pelapisan lain yang juga dikembangkan adalah teknik pelapisan dengan High Velocity Oxygen Fuel (HVOF) yaitu teknik pelapisan termal (thermal spray) yang menggunakan pembakaran campuran bahan bakar dan oksigen untuk mempercepat partikel serbuk sebagai material pelapis dengan kecepatan yang sangat tinggi, lalu menumbukkannya ke permukaan substrat sehingga terbentuk lapisan pelindung yang padat dan kuat.
Beberapa peneliti di BRIN juga mengembangkan Thermal Barrier Coating (TBC) yaitu teknik pelapisan yang dirancang untuk menghambat perpindahan panas dari lingkungan bersuhu tinggi ke material substrat (biasanya logam atau paduan). Disamping untuk perlindungan termal, teknik pelapisan TBC juga meningkatkan ketahanan terhadap oksidasi dan korosi pada temperatur tinggi (hot corrosion).
Di samping riset pengendalian korosi dengan teknik pelapisan (coating), beberapa peneliti di BRIN juga melakukan riset pengendalian korosi dengan menggunakan inhibitor. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah memanfaatkan - bahan aktif alami sebagai inhibitor korosi. Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang kaya menyediakan peluang bagi peneliti untuk mengekstrak zat-zat dari tanaman atau material hayati yang memiliki kemampuan menghambat proses korosi misalnya, ekstrak dari kulit buah alpukat, kulit buah kelengkeng, kulit buah naga, daun teh, dauh tembakau, dan daun talas yang memiliki kemampuan untuk mengurangi laju korosi pada logam tertentu.
Beberapa peneliti dari BRIN juga bekerjasama dengan Asosiasi Korosi Indonesia (Indonesian Corrosion Association – INDOCOR) dalam mengembangkan sistem monitoring dan pengendalian korosi berbasis Artificial Intelligence (AI). Di samping itu juga direncanakan akan dilakukan studi Peta Korosi Atmosferik Indonesia.
Peta ini bukan sekadar gambar melainkan basis data yang memuat tingkat agresivitas lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia dari pesisir pantai hingga pegunungan. Data ini nantinya bisa menjadi rujukan bagi banyak pihak dalam menentukan spesifikasi logam yang tepat untuk dalam mengembangkan produk ataupun konstruksi di suatu tempat agar tidak over-spec yang berdampak pada pemborosan biaya atau under-spec yang bisa membahayakan manusia.
Sementara itu, untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengendalian korosi, beberapa peneliti dari BRIN juga mengikuti skema sertifikasi profesi sebagai corrosion inspector, coating inspector dan juga cathodic protection yang dilakukan oleh INDOCOR.
Kunci Perusahaan Lokal Mampu Tangani Proyek Strategis Nasional
Meski hanya perusahaan lokal, PT ASM telah mampu menembus berbagai proyek strategis berskala nasional. Di tengah pesatnya perkembangan industri konstruksi kelautan... | Halaman Lengkap [403] url asal
#proyek-strategis-nasional #perusahaan-konstruksi #pembangunan-kelautan #perusahaan-lokal #sektor-konstruksi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/12/25 21:49
v/60050/
JAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan industri konstruksi kelautan nasional, satu nama dari Semarang secara konsisten muncul sebagai pemain yang tidak bisa diabaikan. Namanya PT Anugerah Samudera Madanindo (PT ASM).Meski perusahaan lokal, PT ASM telah menembus berbagai proyek strategis berskala nasional . Sebagai kontraktor kelautan , PT ASM berperan dalam sejumlah pembangunan infrastruktur penting, mulai dari Proyek Pelabuhan Patimban, Central Java Coal-Fired Power Plant (Batang), hingga proyek industri besar seperti LOTTE Chemical Indonesia New Ethylene (LINE Project) Complex.
Direktur Utama PT ASM, Faris Muhammad Abdurrahim mengatakan, meskipun berpusat di Semarang, jangkauan proyek PT ASM telah meluas dari barat hingga timur Indonesia. Capaian itu membuktikan kapasitas ASM bukan hanya sebagai kontraktor kelautan nasional yang andal dan kompetitif.
“Tetapi juga sebagai perusahaan yang memberikan dampak ekonomi nyata melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas tenaga lokal di berbagai daerah,” jelas Faris dalam keterangannya dikutip Rabu (3/12/2025).
Kolaborasi Memajukan Potensi Kelautan dan Kemaritiman Lokal
Menariknya, PT ASM dimotori oleh dua figur anak muda berpengalaman di bidangnya. Bersama sahabatnya, Hendi Setiawan, Faris menghabiskan lebih dari 10 tahun berkarier di perusahaan konstruksi kelautan yang berbasis di Singapura.

Menurut Faris, perusahaan konstruksi yang profesional tidak cukup hanya mengerjakan proyek, melainkan juga harus menerapkan sistem manajemen berstandar global agar mampu bertumbuh dan bersaing secara berkelanjutan. Karena itu sejak berdiri pada tahun 2021, PT ASM terus mengembangkan sistem manajemennya.
PT ASM kini telah memperoleh sertifikasi ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu. Lalu, ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Menurut Hermawan, Quality Management Team PT ASM, sertifikasi hanyalah tahap awal. Tantangan sebenarnya terletak pada standar tersebut dijalankan secara konsisten di lapangan, mulai dari kedisiplinan prosedur kerja, kontrol mutu, keselamatan tenaga kerja, pengelolaan lingkungan, hingga integritas dalam setiap transaksi.
“Untuk memastikan standar itu benar-benar hidup dalam keseharian operasional, PT ASM menerapkan nilai-nilai DREAMS (Decent, Resolute, Excellent, Adept, Manner, Succeed) sebagai fondasi budaya kerja,” lanjut Hermawan.
Raih Kontrak Rp600 Miliar, ASM Jamin Kelancaran Pembangunan PLTU Batang
Dengan proyek yang tersebar dari Sumatra hingga Papua, manajemen berpengalaman internasional, serta implementasi sistem manajemen berkelas global, PT ASM kini menempatkan dirinya sebagai salah satu kontraktor kelautan yang paling progresif di Indonesia.
Sebagai perusahaan lokal Semarang yang mampu bersaing di tingkat nasional, PT ASM menunjukkan bahwa profesionalisme, disiplin, dan komitmen pada pengembangan berkelanjutan dapat membawa perusahaan lokal melangkah jauh melebihi batas geografisnya.
4 BUMN Ini Bakal Gelar RUPSLB Pada Desember 2025
Sejumlah BUMN, termasuk PT Telkom dan PT Wijaya Karya, akan menggelar RUPSLB pada Desember 2025. Agenda rapat dan divestasi saham juga dibahas. [479] url asal
#rupslb #pt-telkom #bumn #pt-wijaya-karya #pt-pembangunan-perumahan #pt-timah #bursa-efek-indonesia #divestasi #sektor-konstruksi #pemegang-saham
(CNBC Indonesia - Market) 13/11/25 14:42
v/37490/
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah perusahaan BUMN akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada bulan Desember 2025. Perusahaan tersebut mulai dari sektor telekomunikasi, tambang, hingga kontruksi.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) akan melaksanakan RUPSLB pada tanggal 12 Desember 2025.
Padahal, belum lama ini Telkom juga menggelar RUPSLB dengan mata acara perubahan susunan perseroan pada 26 September lalu dengan memberhentikan posisi Wakil Direktur Utama (Wadirut) yang sebelumnya diisi oleh Muhammad Awaluddin. Selain itu, terdapat perubahan Komisaris Telkom yang semula dijabat Ismail.
Mengutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), belum ada keterangan mata acara dalam agenda RUPSLB yang akan dilakukan pada 12 Desember 2025 mendatang.
"Usulan harus diajukan secara tertulis kepada Direksi Perseroan selaku penyelenggara RUPSLB selambat-lambatnya tanggal 13 November 2025," tulis Manajemen Telkom.
Selanjutnya, perusahaan pelat merah yang akan melaksanakan RUPSLB bulan depan yaitu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) pada tanggal 15 Desember 2025.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, manajemen belum menjelaskan terkait agenda mata acara rapat RUPSLB yang akan dilakukan. Namun, sesuai dengan ketentuan Pasal 23 ayat (16) Anggaran Dasar Perseroan juncto Pasal 17 dan Pasal 52 POJK 15/2020, pemanggilan rapat akan diumumkan pada hari Jumat, tanggal 21 November 2025 melalui situs web BEI, situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan situs web Perseroan (www.wika.co.id)
Lalu, emiten konstruksi lainnya yang akan meggelar RUPSLB, yaitu PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) yang direncanakan pada 18 Desember 2025.
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) akan mengumumkan rencana divestasi mayoritas saham di anak usahanya, PT PP Infrastruktur (PPIN) kepada PT Varsha Zamindo Laksana (VZL) dan afiliasinya. Nilai transaksi mencapai Rp1,41 triliun dan termasuk dalam kategori transaksi material sebagaimana diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adapun PTPP akan melepas 81% saham atau setara 621.161 lembar saham yang dimilikinya di PPIN. Setelah transaksi rampung, kepemilikan PTPP di PPIN akan berkurang dari 99,15% menjadi 18,15%.
Langkah divestasi ini sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029 bertema "Back to Core", yang menekankan fokus bisnis pada sektor konstruksi gedung, infrastruktur, dan engineering, procurement, & construction (EPC).
Terakhir, emiten BUMN yang akan menggelar RUPSLB, yaitu PT Timah Tbk. (TINS) yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 Desember 2025.
Mata acara agenda yang akan dibahas pada RUPSLB tersebut belum diketahui. Namun, pemanggilan rapat akan dilakukan melalui situs web PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI) situs web PT Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan pada hari
Selasa, 25 November 2025.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Transaksi Jumbo! PTPP Jual 81% Saham PP Infrastruktur Rp1,41 Triliun
PT PP merencanakan divestasi 81% saham di PT PP Infrastruktur senilai Rp1,41 triliun kepada PT Varsha Zamindo Laksana. [383] url asal
#pt-pp-persero #pt-pp-infrastruktur #transaksi-material #ojk #rups #arus-kas #sektor-konstruksi #investasi #divestasi
(CNBC Indonesia - Market) 11/11/25 23:03
v/35826/
Jakarta, CNBC Indonesia — PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengumumkan rencana divestasi mayoritas saham di anak usahanya, PT PP Infrastruktur (PPIN) kepada PT Varsha Zamindo Laksana (VZL) dan afiliasinya.
Nilai transaksi mencapai Rp1,41 triliun dan termasuk dalam kategori transaksi material sebagaimana diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adapun PTPP akan melepas 81% saham atau setara 621.161 lembar saham yang dimilikinya di PPIN. Setelah transaksi rampung, kepemilikan PTPP di PPIN akan berkurang dari 99,15% menjadi 18,15%.
Langkah divestasi ini sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029 bertema "Back to Core", yang menekankan fokus bisnis pada sektor konstruksi gedung, infrastruktur, dan engineering, procurement, & construction (EPC).
"Perseroan bermaksud meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas proyek untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta menyelaraskan portofolio investasi," tulis manajemen PTPP dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (12/11/2025)
Perusahaan pelat merah ini menilai, hasil divestasi akan memperkuat arus kas operasional, menambah likuiditas, serta memperbaiki rasio profitabilitas melalui penurunan beban keuangan.
Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, laba bersih PPIN tercatat Rp71,16 miliar, sedangkan laba bersih PTPP mencapai Rp51,27 miliar. Dengan demikian, kontribusi laba bersih PPIN terhadap PTPP mencapai 138,82%, melebihi ambang batas 20% yang ditetapkan dalam POJK No.17/POJK.04/2020.
Oleh karena itu, transaksi ini wajib memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan pendapat kewajaran dari penilai independen. Saat ini, proses penunjukan penilai independen masih berlangsung.
Sebagai informasi, Varsha Zamindo Laksana dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sistem air terpadu (integrated water system), dengan proyek-proyek SPAM di berbagai daerah seperti Pekanbaru-Kampar, Lhokseumawe, dan Ir. H. Djuanda.
Sementara itu, PP Infrastruktur merupakan anak usaha PTPP yang berdiri sejak 2016 dengan fokus investasi pada sektor strategis seperti sistem penyediaan air minum (SPAM), infrastruktur telekomunikasi, jalan tol, jaringan gas, logistik, dan pelabuhan.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Teknologi baru yang mentransformasi sektor konstruksi agar lebih hijau
Di tengah ancaman krisis iklim global yang semakin nyata, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam pembangunan perumahan.Kebutuhan akan hunian terus ... [942] url asal
#teknologi-pracetak-modular #hunian-berkelanjutan #sektor-konstruksi #backlog-perumahan
Jakarta (ANTARA) - Di tengah ancaman krisis iklim global yang semakin nyata, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam pembangunan perumahan.
Kebutuhan akan hunian terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, namun di sisi lain, sektor konstruksi masih menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar.
Paradoks ini mencerminkan dilema nyata tentang bagaimana menyediakan rumah yang layak dan terjangkau tanpa memperburuk kerusakan lingkungan.
Jawabannya, kini mulai menemukan bentuknya melalui terobosan teknologi pracetak modular, sebuah langkah baru yang mengubah cara pandang terhadap pembangunan hunian dari yang selama ini konvensional menjadi efisien, cerdas, dan berkelanjutan.
Teknologi pracetak modular menawarkan paradigma baru dalam industri konstruksi. Sistem ini memungkinkan pembangunan dilakukan jauh lebih cepat, presisi, dan hemat energi dibandingkan metode tradisional.
Panel-panel beton yang diproduksi secara terstandar dan presisi di pabrik tidak hanya mempercepat proses pembangunan di lapangan, tetapi juga mengurangi jumlah limbah konstruksi secara drastis.
Efisiensi penggunaan material dan energi ini secara langsung berkontribusi pada pengurangan jejak karbon, menjadikan sistem modular sebagai solusi strategis untuk masa depan pembangunan yang ramah lingkungan.
Lebih dari sekadar efisiensi waktu, teknologi pracetak modular membawa dampak positif terhadap kualitas hunian itu sendiri.
Panel yang dirancang dengan kemampuan meredam panas dan suara membuat rumah menjadi lebih hemat energi karena suhu ruangan dapat dipertahankan secara alami, tanpa bergantung pada pendingin udara.
Artinya, pengeluaran listrik rumah tangga berkurang, kenyamanan penghuni meningkat, dan kontribusi terhadap emisi karbon menurun. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang kualitas hidup manusia yang lebih baik.
Kiki Dirnata, perwakilan PT Amani Inovasi Konstruksi, mengatakan sistem pracetak modular sangat efisien bagi masa depan sektor konstruksi karena dirancang khusus untuk mendukung penyediaan perumahan terjangkau yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan panel beton modular tiga dimensi yang tidak hanya kuat dan cepat dipasang, tetapi juga ramah lingkungan, teknologi semacam ini menghadirkan cara baru membangun rumah yang bukan hanya cepat dan kuat, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Efisiensi biaya
Di Indonesia, langkah konkret ke arah ini ditunjukkan oleh sejumlah perusahaan yang telah menerapkan teknologi tersebut, salah satunya menggunakan sistem bernama Chandi yang menggunakan metode mobile-casting, hasil kolaborasi dengan penyedia solusi industri asal Jerman, Rieckermann.
Teknologi ini memungkinkan panel diproduksi langsung di lokasi proyek, sehingga tidak perlu diangkut dari pabrik dalam jumlah besar. Pengurangan aktivitas transportasi berarti penurunan emisi karbon yang signifikan, sekaligus efisiensi biaya logistik.
Lebih dari itu, metode semacam ini juga mempercepat proses pembangunan karena elemen-elemen struktural dapat diproduksi secara paralel dengan pekerjaan lapangan.
Inovasi ini mencerminkan pendekatan baru dalam konstruksi, tidak hanya membangun lebih cepat, tetapi juga lebih cerdas dan berkelanjutan. Fleksibilitas juga menjadi nilai penting dari sistem modular ini.
Melalui katalog rumah yang dapat disesuaikan, teknologi seperti ini memungkinkan desain hunian yang relevan dengan kebutuhan sosial dan budaya masyarakat, tanpa mengorbankan efisiensi konstruksi.
Hal ini menjadi transformasi penting dimana teknologi pracetak modular, menciptakan ruang hidup yang bukan hanya layak huni, tetapi juga selaras dengan dinamika sosial dan lingkungan.
Produksi panel modular ini dijadwalkan mulai pada Januari 2026, menandai babak baru dalam perjalanan industri konstruksi Indonesia menuju praktik yang lebih hijau.
Langkah ini membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan lagi wacana idealistis, melainkan sesuatu yang nyata dan bisa dicapai melalui integrasi teknologi, kolaborasi, dan visi jangka panjang.
Jika diadopsi secara luas, teknologi pracetak modular memiliki potensi untuk merevolusi sektor perumahan Indonesia. Lebih jauh lagi, penerapan teknologi pracetak modular juga membawa implikasi ekonomi yang signifikan. Dengan proses pembangunan yang jauh lebih cepat dan hemat biaya, pemerintah dan sektor swasta memiliki peluang untuk memperluas akses terhadap hunian layak bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Efisiensi ini memungkinkan pengalihan anggaran pada aspek lain, seperti pembangunan infrastruktur pendukung, fasilitas publik, atau peningkatan kualitas lingkungan sekitar.
Artinya, inovasi konstruksi tidak hanya menjawab persoalan teknis bangunan, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial.
Konstruksi hijau
Di sisi lain, transformasi menuju konstruksi hijau seperti ini akan mendorong terciptanya ekosistem industri baru yang lebih berorientasi pada keberlanjutan.
Permintaan terhadap material ramah lingkungan, teknologi efisiensi energi, dan desain adaptif akan membuka lapangan kerja baru dan memacu lahirnya inovasi di sektor manufaktur, riset, serta teknologi digital.
Kehadiran teknologi modular dapat memicu kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama menciptakan standar baru pembangunan yang tidak lagi mengorbankan lingkungan demi pertumbuhan.
Lebih penting lagi, perubahan paradigma ini juga menyentuh ranah kesadaran kolektif tentang hubungan manusia dengan ruang hidupnya. Rumah tidak lagi dipandang hanya sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Ketika masyarakat mulai menyadari bahwa hunian mereka dapat dibangun, tanpa merusak alam, bahkan berkontribusi pada pemulihannya, maka transformasi menuju kehidupan berkelanjutan akan menjadi gerakan yang tumbuh dari bawah.
Di sinilah teknologi pracetak modular memainkan peran strategis, tidak hanya sebagai solusi teknik konstruksi, tetapi juga sebagai simbol peradaban baru yang lebih selaras dengan bumi.
Bagi Indonesia, teknologi ini tidak hanya menyediakan solusi terhadap backlog perumahan yang masih besar, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya nasional untuk mencapai target pengurangan emisi karbon.
Rumah yang dibangun juga bukan lagi sekadar tempat berlindung, melainkan representasi dari kesadaran baru bahwa kemajuan tidak boleh merusak bumi dan inovasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab ekologis.
Inilah masa depan yang mulai terbentuk, hari ini, di mana teknologi bukan hanya alat untuk membangun lebih banyak rumah, tetapi juga jalan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan.
Dengan mengadopsi sistem pracetak modular, Indonesia menunjukkan bahwa langkah kecil dalam cara kita membangun dapat membawa perubahan besar bagi masa depan.
Teknologi ini tidak hanya menjawab tantangan masa kini, tetapi juga membuka jalan bagi generasi mendatang untuk hidup di bumi yang lebih sehat, lebih efisien, dan lebih harmonis dengan alam.
Hunian berkelanjutan, kini bukan lagi sekadar visi, melainkan kenyataan yang sedang diciptakan satu panel pracetak pada satu waktu.
Copyright © ANTARA 2025
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56