PT WASKITA Karya (Persero) Tbk meraih kontrak baru senilai Rp 719,25 miliar untuk membangun Sekolah Rakyat (SR) di Sumatera Selatan. Sarana pendidikan akan dibangun di tiga kabupaten yakni Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang.
Seluruh bangunan ditargetkan rampung tahun depan. “Pembangunan proyek SR merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung program pemerintah, terutama terkait pengentasan kemiskinan," ujar Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko lewat keterangan resmi, Selasa, 30 Desember 2025.
Ini merupakan proyek sekolah rakyat keempat yang dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak utama di sektor konstruksi dan infrastruktur tersebut. Pada pertengahan November lalu Waskita Karya meraih kontrak untuk pembangunan sekolah rakyat di lima kabupaten di Sulawesi Selatan senilai Rp1,23 triliun.
Pada Desember, perusahaan berkode saham WSKT ini juga dipercaya membangun sekolah rakyat di empat kabupaten dan satu kota di Jawa Timur, dengan total nilai mencapai Rp 1,16 triliun. Perseroan turut mengerjakan proyek serupa di tiga lokasi di Aceh dengan nilai kontrak Rp 757,05 miliar.
Untuk sekolah rakyat di Sumatera Selatan, Waskita Karya berupaya mempercepat pengerjaan gedung agar bisa segera digunakan dengan tetap memperhatikan standar mutu yang berlaku. Bagi Perseroan, keamanan dan kenyamanan pengguna fasilitas menjadi prioritas utama. "Kami juga memastikan bangunan menggunakan material ramah lingkungan serta metode kerja yang memperhatikan keselamatan dan efisiensi. Sejalan dengan prinsip konstruksi berkelanjutan yang mendukung komitmen ESG (Enviromental, Social, and Governance)," ujar Paulus.
Waskita nantinya mengerjakan gedung sekolah dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Kemudian asrama siswa, asrama guru, kantin, gedung serbaguna, serta sarana ibadah dan olahraga.