Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) mendorong penguatan tata kelola produksi, konsistensi mutu, serta kesiapan operasional.
Penguatan tersebut bertujuan agar UMKM pangan lokal mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Untuk mewujudkan komitmen itu, perseroan menggelar Program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025.
Melalui kegiatan ini, PT Pertamina (Persero) membangun UMKM pangan fungsional agar tumbuh sebagai pelaku usaha yang berstandar dan berdaya saing. Program ini juga mendorong UMKM tidak hanya menghasilkan produk alami, tetapi juga menghadirkan pangan fungsional yang aman, teruji, dan berdampak nyata bagi ketahanan pangan nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan bahwa pendekatan tersebut menempatkan keamanan pangan dan kualitas produk sebagai fondasi utama dalam proses pendampingan UMKM, agar bisnisnya berkembang serta naik level.
Penguatan UMKM pangan, tuturnya, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“UMKM pangan perlu didorong untuk naik kelas dengan standar yang kuat. Dengan sistem dan kualitas yang terjaga, UMKM dapat berperan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menyediakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Muhammad Baron.
Dia menambahkan, melalui Program Pertapreneur Aggregator, Pertamina menegaskan komitmen mendukung UMKM pangan agar tumbuh sebagai pelaku usaha yang berstandar, berdaya saing, serta berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat Indonesia.
Naik Kelas
Salah satu peserta Program Pertapreneur Aggregator 2025, Imago Raw Honey asal Bogor, merupakan satu dari 10 Champion PAG 2025, yang saat ini tengah memasuki tahap Business Acceleration & Scaling Up.
Henry, pemilik Imago Raw Honey mengatakan, melalui pendampingan program tersebut, pihaknya memperkuat strategi bisnis dan kesiapan ekspansi melalui pengembangan madu fungsional berbasis riset, guna menjaga kualitas produk sekaligus memastikan keamanan pangan secara konsisten.
Menurutnya, pendampingan dalam PAG memperkuat kapasitas manajemen dan operasional usaha.
Pada Desember 2025, Imago Raw Honey berhasil memperoleh sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai langkah penting dalam memastikan keamanan pangan dan kesiapan produksi skala besar.
Adapun Program Pertapreneur Aggregator yang berlangsung sejak akhir 2025, mencakup beberapa rangkaian, mulai dari tahapan Business Acceleration secara online, dilanjutkan dengan kelas Business Acceleration & Scaling Up dengan mentor dari Universitas Gadjah Mada.
Sebanyak 10 Champion PAG 2025 mengikuti pembekalan intensif yang mencakup penguatan strategi bisnis serta penyusunan awal business improvement plan (BIP), termasuk aspek finansial sebagai dasar perencanaan pengembangan usaha.
Memasuki Januari 2026, program berlanjut ke tahap visitasi lapangan oleh tim asesor ke lokasi usaha masing-masing Champion. Visitasi ini difokuskan pada validasi lapangan melalui pencocokan antara dokumen BIP dengan kondisi riil usaha, meliputi aset, kapasitas produksi, stok, dan operasional sebagai penetapan data baseline.
Selain itu, visitasi juga diarahkan untuk melakukan finalisasi objective and key results (OKR) dengan menurunkan strategi BIP ke dalam target bulanan yang terukur sebagai dasar pemantauan kinerja dan kesiapan pencairan hibah.
Tahap ini turut mencakup verifikasi kesiapan agregasi, termasuk keberadaan dan kesiapan calon UMKM untuk dikembangkan melalui skema kolaborasi dan agregasi usaha. (*)