Bisnis.com, JAKARTA — PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menyatakan pengoperasian Satelit Nusantara 5 bukanlah babak akhir dari era satelit geostasioner (Geostationary Earth Orbit/GEO) di Indonesia.
Layanan Starlink yang makin mendominasi dengan menguasai 45% pasar konektivitas berbasis satelit di Tanah Air dalam 2 tahun terakhir tidak menjadi indikator tamatnya riwayat satelit GEO.
Karakteristik geografis Indonesia yang penuh tantangan dinilai tetap menempatkan teknologi GEO sebagai pilar konektivitas yang kokoh dan memiliki keunggulan kompetitif tersendiri dibandingkan konstelasi satelit orbit bumi rendah (Low Earth Orbit/LEO).
Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwongso, menjelaskan teknologi GEO memiliki ketahanan spasial yang sangat tinggi untuk menjangkau wilayah luas sepanjang memiliki sudut pandang langsung ke arah satelit.
Menurutnya, klaim mengenai superioritas mutlak satelit LEO tidak sepenuhnya tepat jika dihadapkan pada realitas topografi ekstrem di lapangan, seperti kawasan pegunungan ataupun wilayah perkebunan yang memiliki hambatan fisik alami.
“[Satelit] LEO itu kalau di depan kantor saya tidak bisa karena terhalang. Mereka masuk ke dalam jalan-jalan sawit juga tidak bisa karena tidak kelihatan,” kata Adi kepada Bisnis, dikutip Selasa (2/6/2026).
Adi optimistis posisi pasar satelit GEO masih sangat kuat di Indonesia. Kendati demikian, PSN tidak menutup mata terhadap perkembangan inovasi global. PSN juga telah memulai langkah riset dan pengembangan untuk bergerak masuk ke ceruk pasar satelit LEO dengan fokus pada orbit ekuator.
Strategi ekspansi LEO ini dilakukan secara bertahap tanpa publikasi masif sebelum teknologi tersebut benar-benar siap diluncurkan ke ruang angkasa.
“Pelan-pelan, kita biasanya tidak pernah ribut-ribut,” kata Adi.
Terkait persaingan langsung dengan Starlink dan pemain global lainnya di pasar LEO, Adi menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi secara terbuka. Namun, Adi memberikan catatan penting mengenai pentingnya iklim kompetisi yang sehat, adil. Jika persaingan berjalan secara adil, industri satelit lokal diproyeksikan mampu bertahan dan terus bertumbuh.
Sebaliknya, jika pasar dibiarkan beroperasi tanpa kendali regulasi yang setara, keberlanjutan investasi infrastruktur digital dalam negeri akan berada dalam posisi yang terancam.