Bisnis.com, JAKARTA - Sempat menduduki peringkat pertama orang terkaya dunia dalam waktu singkat, pendiri dan kepala teknologi Oracle Corp, Larry Ellison mengakhiri tahun 2025 sebagai orang terkaya kelima dengan kekayaan bersih sebesar US$247 miliar.
Tiga bulan memasuki tahun 2026, Ellison menjadi orang yang mengalami penurunan kekayaan terbesar dengan penurunan sebesar US$46,7 miliar atau lebih dari Rp790 triliun, menurut Bloomberg.
Ellison kini berada di peringkat keenam dengan kekayaan bersih sebesar US$201 miliar.
Miliarder ini tidak sendirian dalam mengalami penurunan kekayaan bersih pada tahun 2026, dengan tujuh dari 10 orang terkaya di dunia mengalami penurunan kekayaan sepanjang tahun ini.
Penurunan kekayaan bersih Ellison setara dengan 19% dari kekayaan bersihnya di awal tahun dan terjadi setelah dia menambahkan 28,8% ke kekayaan bersihnya pada tahun 2025.
Kontribusi utama terhadap penurunan tahun 2026 adalah penurunan saham Oracle sebesar 22,2% sepanjang tahun ini. Ellison juga merupakan pemegang saham di Tesla Inc. dan Paramount Skydance, yang masing-masing turun 9,73% dan 10,07% pada tahun 2026.
Meskipun kekayaan bersih Ellison akan sangat terkait dengan Oracle di tahun-tahun mendatang, dengan asumsi dia tidak menjual lebih banyak sahamnya, dia juga membantu putranya, David Ellison, dan Paramount Skydance untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery.
Ellison mendukung kesepakatan tersebut dan juga memberikan jaminan lebih dari US$40 miliar dari kesepakatan tersebut melalui pembiayaan ekuitas untuk membantu meredakan kekhawatiran bahwa Paramount memiliki modal untuk mengakuisisi perusahaan tersebut.
Miliarder itu juga menambahkan investasi di operasional TikTok di AS, yang merupakan bagian dari kesepakatan yang diperlukan oleh pemerintah agar perusahaan induk China, ByteDance, menjual kendali mayoritas divisi AS.
Dengan kekayannya sekarang, Ellison tertinggal US$31 miliar dari Mark Zuckerberg yang berada di posisi kelima, yang berarti dia akan tetap berada di posisi keenam kecuali terjadi pergerakan besar pada saham Oracle atau Paramount Skydance, yang merupakan sumber sebagian besar kekayaannya.