Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) Yulisar Khiat kembali menambah kepemilikan saham perseroan sebanyak 11,27 juta lembar pada akhir 2025.
Manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi, Senin (5/1/2026), menjelaskan bahwa Yulisar membeli 11.274.200 saham HEAL pada 30 Desember 2025 dengan harga Rp1.387 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan mencapai Rp15,63 miliar.
Adapun tujuan transaksi tersebut adalah untuk menambah investasi sekaligus mempertahankan pengendalian langsung atas saham perseroan.
Pasca transaksi, kepemilikan Yulisar atas saham HEAL meningkat menjadi 986.829.166 saham atau setara 6,42%, dari sebelumnya 975.554.966 saham atau 6,35% hak suara.
Sebelumnya, sepanjang November 2025, jajaran Direksi dan Komisaris Utama HEAL juga tercatat aktif memborong saham perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Yulisar telah melakukan tiga kali pembelian saham pada November 2025. Pembelian pertama dilakukan pada 6 November 2025 dengan membeli 2,24 juta saham di harga Rp1.442 per saham, senilai Rp3,23 miliar, yang meningkatkan kepemilikannya menjadi 6,21%.
Selanjutnya, pada 25 November 2025, Yulisar membeli 10,26 juta saham dengan nilai transaksi Rp14,68 miliar. Keesokan harinya, 26 November 2025, ia kembali memborong 10,32 juta saham di harga Rp1.425 per saham, dengan nilai transaksi Rp14,70 miliar.
Dua transaksi terakhir tersebut membuat kepemilikan Yulisar meningkat menjadi 6,35% atau 975,55 juta saham, sekaligus menjadikannya sebagai pengurus perseroan dengan kepemilikan saham terbesar. Sementara itu, Astra International masih menjadi pemegang saham terbesar HEAL setelah publik.
Dengan demikian, sepanjang November 2025, Yulisar telah memborong total 22,83 juta saham HEAL dengan nilai transaksi mencapai Rp32,61 miliar.
Selain Yulisar, Komisaris Utama HEAL Hasmoro juga tercatat menambah kepemilikannya melalui lima kali transaksi sepanjang November 2025.
Hasmoro membeli 139.900 saham pada 7 November 2025 di harga Rp1.450 per saham, kemudian 1,38 juta saham pada 10 November 2025 di harga Rp1.443, serta 64.000 saham pada 11 November 2025 di harga Rp1.430. Dari tiga transaksi awal tersebut, Hasmoro menggelontorkan dana sekitar Rp2,29 miliar dan meningkatkan kepemilikannya menjadi 4,85%.
Aksi pembelian berlanjut pada 13 November 2025 dengan pembelian 241.100 saham di harga Rp1.420, serta pada 14 November 2025 dengan pembelian 463.400 saham di harga yang sama, dengan nilai transaksi Rp658,02 juta.
Alhasil, kepemilikan Hasmoro di HEAL meningkat menjadi 4,86% atau setara 746,49 juta saham.
Adapun, baik Yulisar maupun Hasmoro menyatakan bahwa tujuan transaksi tersebut adalah investasi, tanpa penjelasan tambahan terkait rencana strategis lainnya.
Di lantai Bursa, saham HEAL terpantau menguat 6,16% atau 85 poin ke level Rp1.465 per lembar pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026). Dalam sebulan terakhir, saham emiten rumah sakit tersebut tercatat naik 1,38%.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.