Bisnis.com, JAKARTA - Ryan Gosling kini terkenal sebagai aktor andalan banyak sutradara Hollywood, berkat talentanya memerankan berbagai jenis karakter.
Gosling bisa punya air muka dingin-serius untuk menghidupkan film aksi dan triler, tapi juga sekaligus cowok keren-charming-misterius saat memainkan adegan romantis.
Belum cukup sampai di situ, wajah ganteng Gosling buat film-film yang butuh komedi dan mimik serba aneh dan lucu, ternyata juga bisa begitu hidup.
Salah satu kapasitas Gosling lain yang menonjol buat para sineas, adalah kemampuannya menghidupkan performa tandem, kolega satu frame.
Kemampuan menyesuaikan diri ini penting, sebab kadang seorang bintang pun diminta tak jadi sorotan utama dalam suatu babak. Ini sulit buat aktor dan aktris ternama yang selalu tampil mencolok dan cenderung 'egois' di setiap scene.
Tak heran, aktor berdarah Kanada itu menjelma menjadi kepercayaan banyak sutradara untuk memainkan peran-peran sulit, terutama yang butuh racikan kombinasi berbagai persona manusia tanpa banyak berkata-kata.
Film teranyar Gosling sebagai tokoh utama, Project Hail Mary (2026) turut menggambarkan betapa pria kelahiran 1908 itu menonjol buat menjadi karakter serba bisa, tapi kaya emosi terpendam.
Tak pelak, adaptasi terbaru novel fiksi ilmiah karya Andy Weir itu pun telah ditunggu-tunggu khalayak.
Sekadar info, Andy Weir juga merupakan penulis The Martian yang diadaptasi menjadi film populer berjudul sama, besutan Ridley Scott dan dibintangi Matt Damon.
Sembari menunggu Project Hail Mary rilis bulan depan nanti, berikut merupakan lima rekomendasi film-film Ryan Gosling yang layak ditonton ulang:
The Nice Guys (2016)
Performa Ryan Gosling sebagai detektif culun dalam film bergenre aksi-komedi ini sampai menciptakan penggemar fanatik tersendiri di kalangan pencinta film.
Apalagi, chemistry-nya dengan Russell Crowe, aktor kawakan pemenang Oscar lewat Gladiator (2000), sukses menciptakan beragam punchline yang memikat.
Gosling menjadi detektif yang seakan tak kompeten, sementara Crowe memerankan pria dengan latar belakang tukang pukul. Keduanya menciptakan vibe macam film-film buddy cops lucu, tapi condong ke arah komedi gelap untuk penonton dewasa.
Alhasil, film ini kerap dibilang underrated oleh pencinta film karena kinerjanya di bioskop tak mencerminkan kualitasnya dan hujan pujian dari banyak kritikus.
Menariknya, Crowe mengungkap dalam sebuah siniar bahwa Gosling selalu punya kelucuan random dan improvisasi tak terduga dalam set, sampai-sampai membuatnya selalu tertawa, bahkan adegan paling sederhana pun jadi tak tertebak arahnya.
Drive (2011)
Kalau mau tahu awal mula Gosling bisa mendapat peran-peran yang identik dengan karakter kosong dan cenderung diam seperti Blade Runner 2049 (2017), tapi tetap menyimpan emosi terpendam yang bisa standout dalam layar, film inilah jawabannya.
Kombinasi mimik misterius Gosling dalam film neo-noir yang tak butuh banyak dialog nyatanya begitu apik. Terlebih, di film ini dia bertandem dengan Carey Mulligan yang punya kemampuan serupa.
Itulah alasan banyak pencinta film merekomendasikan Drive sebagai salah satu contoh film dengan karakter yang bisa memberikan kesan emosional walaupun tanpa dialog.
Film ini pun segar ditonton ulang, setelah banyak melihat Gosling memerankan karakter-karakter yang butuh tampil dengan air muka absurd.
La La Land (2016)
Film romantis kenamaan yang sangat relevan buat orang-orang yang sedang meraih mimpi.
Sebelumnya, Gosling memang sudah punya portofolio film romance legendaris bertabur pujian, seperti The Notebook (2004) dan Blue Valentine (2010).
Tapi La La Land berbeda. Ironis, tapi sekaligus manis dan memikat. Layak menyandang gelar masterpiece.
Gosling pun seperti punya aura tersendiri menghidupkan karakter Emma Stone selaku lawan mainnya, sampai aktris yang sempat terkenal sebagai Gwen Stacy-nya Amazing Spiderman itu diganjar Oscar.
The Big Short (2015)
Gosling menjadi narator sekaligus bankir oportunis dalam film yang bercerita tentang krisis sub-prime mortgage Amerika Serikat tahun 2008 ini.
Film ini juga melanjutkan kolaborasinya dengan Steve Carell setelah Crazy, Stupid, Love (2011). Tak heran, banyak adegan satu frame mereka berdua di dalam film ini yang menjelma begitu ikonik.
Menariknya, Steve Carell mengungkap Gosling ternyata sering melakukan banyak improvisasi, membuat dialognya jadi semakin cair dan lucu dari naskah asli.
Tak heran, sutradara Adam McKay ternyata juga membebaskan Gosling mengatakan hal-hal unik di luar naskah. Membuat beberapa monolognya sebagai narator terasa mengalir.
Barbie (2023)
Tak perlu banyak diperkenalkan karena sudah sangat populer. Margot Robbie sebagai Barbie dan Gosling sebagai Ken, merupakan kombinasi tepat yang patut mendapat jempol.
Film ini merupakan puncak dari kemampuan Gosling menampilkan mimik muka serba konyol dan eksentrik yang tetap pas di layar sinema.
Sebelum Barbie, Gosling juga punya Half Nelson (2006) dan Lars and the Real Girl (2007) buat membuktikan bahwa mimik ekspresif-nyelenehnya itu juga bisa ditarik sampai titik ekstrem.