RAJA setujui dividen Rp65/saham dan stock split 1:5 untuk tingkatkan likuiditas. Kinerja 2025 tumbuh, laba naik 20,3%. Pengangkatan direksi baru disetujui. [426] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp274,17 miliar atau setara Rp65 per saham untuk tahun buku 2025 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (23/6/2026).
Dividen tersebut terdiri atas dividen interim sebesar Rp25 per saham yang telah dibayarkan pada 29 Januari 2026 dan dividen final sebesar Rp40 per saham yang akan dibagikan sesuai jadwal yang akan diumumkan kemudian.
Persetujuan pembagian dividen tersebut sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang tumbuh sepanjang 2025. RAJA membukukan pendapatan sebesar US$266,7 juta, meningkat 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar US$35 juta atau naik 20,3% secara tahunan.
Manajemen menjelaskan pertumbuhan kinerja didorong oleh peningkatan kontribusi bisnis gas, proyek EPC Ubadari, mulai beroperasinya Fasilitas Kompresor Gas Sengkang, serta kontribusi Grup Hafar pada segmen offshore EPCI dan shipping.
Selain menyetujui penggunaan laba, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota direksi dan dewan komisaris perseroan. Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham mengangkat Praba Diwangkara Caraka Putra Soma sebagai direktur baru.
Perseroan menyebut penambahan jajaran direksi tersebut merupakan bagian dari strategi regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. Masa jabatan direksi dan dewan komisaris berlaku hingga penutupan RUPST tahun 2029.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5.
Melalui aksi korporasi tersebut, nilai nominal saham RAJA berubah dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. Dengan demikian, jumlah saham beredar akan meningkat dari 4,23 miliar saham menjadi 21,14 miliar saham.
Manajemen menilai stock split diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan sekaligus memperluas basis investor di pasar modal.
RUPSLB juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan yang mencakup penyesuaian kewenangan direksi serta maksud dan tujuan serta kegiatan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi mengatakan kinerja yang terus bertumbuh sepanjang 2025 menjadi fondasi bagi perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
"Kinerja Perseroan yang terus bertumbuh sepanjang 2025 memberikan landasan yang kuat bagi kami untuk membagikan nilai kepada pemegang saham melalui dividen serta meningkatkan likuiditas saham melalui stock split," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, perseroan juga terus menyiapkan regenerasi kepemimpinan guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan dalam jangka panjang.
Memasuki 2026, RAJA tetap optimistis terhadap prospek industri energi nasional. Dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi dari sektor hulu, midstream hingga hilir, serta didukung pengembangan proyek strategis dan implementasi prinsip ESG, perseroan menargetkan dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
PT Rukun Raharja (RAJA) akan menetapkan harga teoritis saham Rp660 pasca stock split 1:5 dalam RUPSLB pada 23 Juni 2026 untuk meningkatkan likuiditas. [524] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) akan menetapkan harga teoritis sahamnya pasca stock split menjadi Rp660 per saham atau Rp66.000 per lot. Aksi korporasi tersebut akan dibahas dan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Selasa (23/6/2026).
Melansir keterbukaan informasi, Selasa (23/6/2026), harga tersebut ditetapkan dengan memperhatikan jumlah saham RAJA yang saat ini diterbitkan dan dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia sejumlah 4.227.082.500 dengan nilai nominal Rp25 per saham dengan harga penutupan pada tanggal 18 Juni 2026 sebesar Rp3.870 per saham.
Manajemen juga mempertimbangkan keterlibatan pemegang saham masyarakat dengan permodalam terbatas memberikan kesempatan untuk pengembangan investor masyarakat di Bursa Efek di Indonesia. Pada 2026 ini, saham RAJA diperdagangkan pada rentang harga Rp2.800–Rp 8.500 per saham, sehingga 1 lot saham RAJA akan dapat di beli dengan nilai Rp280.000–Rp 850.000. Hal ini menurut manajemen dapat menyebabkan keterbatasan bagi investor ritel yang memiliki dana terbatas bisa membeli saham RAJA.
"Bilamana stock split dapat menjadi efektif, secara teoritis saham perseroan akan diperdagangkan di harga Rp660 per saham menggunakan harga penutupan saham perseroan pada tanggal 3 Juni 2026, sehingga 1 lot saham perseroan akan dapat dibeli dengan harga Rp66.000," tulis manajemen, Selasa (23/6/2026).
Dengan aksi korporasi ini, manajemen berharap jumlah lembar saham RAJA akan bertambah sehingga likuiditas perdagangan saham akan meningkat dan lebih aktif. Pemecahan nilai nominal saham yang direncanakan juga akan membuat harga saham terjangkau bagi investor ritel sehingga diharapkan akan meningkatkan jumlah investor yang dapat melakukan transaksi atas saham RAJA.
RAJA melakukan stock split saham dengan rasio 1:5, membuat nilai nominal per saham akan berubah dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. Sedangkan, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh akan bertambah dari 4,22 miliar saham menjadi 21,13 miliar saham.
Adapun, rencana stock split saham RAJA telah mendapat persetujuan prinsip dari BEI pada 5 Mei 2026. Manajemen telah mengumumkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan keterbukaan informasi sehubungan dengan stock split pada 13 Mei 2026. RUPS perseroan akan digelar pada Selasa 23 Juni 2026.
Rencananya, tanggal distribusi saham dengan nilai nominal baru akan dilakukan pada Kamis 16 Juli 2026. Kemudian, awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler, negosiasi dan tunai dilaksanakan pada Senin 20 Juli 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis terpisah, manajemen mengumumkan panggilan RUPST dan RUPSLB pada Selasa 23 Juni 2026 di Hotel Mulia Jakarta pada pukul 10.30 WIB. Dalam mata acara RUPSLB tersebut, salah satunya adalah persetujuan pemegang saham atas rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split).
Adapun, dalam perdagangan Senin (22/6/2026), saham RAJA ditutup melemah 2,35% ke level Rp3.740. Level harga tersebut mencerminkan koreksi 38,69% secara year to date (YtD).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56