KOMPAS.com - Saham Tesla menguat pada perdagangan Kamis (22/1/2026) setelah CEO Tesla Elon Musk mengklaim perusahaan telah memulai layanan robotaxi tanpa kehadiran pengawas keselamatan di dalam kendaraan di Austin, Texas.
Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (23/1/2026), klaim tersebut disampaikan di tengah persaingan ketat layanan kendaraan otonom, menyusul langkah Waymo, unit kendaraan otonom milik Alphabet, yang terus memperluas layanan robotaxi di Amerika Serikat.
Klaim Elon Musk soal Robotaxi Tesla
Melalui unggahan di platform X, Elon Musk menyatakan Tesla telah memulai perjalanan robotaxi di Austin tanpa pengawas keselamatan di dalam mobil.
“Tesla telah memulai perjalanan Robotaxi di Austin tanpa pengawas keselamatan di dalam kendaraan. Selamat kepada tim AI Tesla,” tulis Musk.
Unggahan tersebut merupakan respons atas sejumlah video yang dibagikan pengguna X, yang memperlihatkan robotaxi Tesla beroperasi tanpa pengemudi keselamatan.
Kepala divisi AI Tesla, Ashok Elluswamy, turut memberikan penjelasan. Ia menyebut layanan robotaxi tanpa pengawasan tersebut masih dilakukan secara terbatas.
Menurut Elluswamy, Tesla memulai layanan dengan beberapa kendaraan tanpa pengawas yang digabungkan dengan armada robotaxi yang masih menggunakan pengawas keselamatan. Rasio kendaraan tanpa pengawas akan ditingkatkan secara bertahap.
Pasar merespons positif klaim tersebut. Saham Tesla (TSLA) ditutup menguat lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis.
Pada penutupan perdagangan, saham Tesla berada di level 449,36 dollar AS, naik 17,92 dollar AS atau 4,15 persen. Pada perdagangan setelah jam bursa, saham Tesla kembali menguat ke level 450,20 dollar AS.
Waymo Perluas Layanan Robotaxi
Pada hari yang sama, Waymo mengumumkan ekspansi layanan robotaxi ke wilayah Miami. Dalam blog resmi perusahaan, Waymo menyatakan telah mulai mengundang penumpang publik pertama di kota tersebut.
Waymo mencatat hampir 10.000 warga telah mendaftar untuk layanan ini. Undangan kepada penumpang baru akan dilakukan secara bertahap guna memastikan pengalaman layanan yang lancar di area layanan awal seluas sekitar 60 mil persegi.
Waymo juga menyebut layanan perjalanan menuju Bandara Internasional Miami akan segera tersedia.
Sebelum ekspansi ke Miami, Waymo telah mengoperasikan layanan robotaxi di lima pasar utama di Amerika Serikat, yakni Austin, Atlanta, Los Angeles, Phoenix, serta wilayah San Francisco Raya.
Sepanjang tahun ini, Waymo menargetkan ekspansi ke Dallas, Denver, Detroit, Houston, Las Vegas, Orlando, San Antonio, San Diego, Washington DC, dan Nashville. Selain itu, pengujian juga dilakukan di kota-kota dengan kepadatan tinggi seperti New York, Tokyo, dan London.
Posisi Tesla dalam Layanan Otonom
Sementara itu, layanan kendaraan otonom Tesla masih tertinggal dibandingkan Waymo. Dalam ajang World Economic Forum di Davos, Musk menyampaikan bahwa layanan Full Self-Driving (FSD) Tesla yang bersifat supervised akan segera mendapatkan persetujuan di Eropa dan China.
“Kami berharap bisa mendapatkan persetujuan Full Self-Driving Supervised di Eropa, mudah-mudahan bulan depan, dan kemudian dengan waktu yang kurang lebih sama di China,” kata Musk.
Saat ini, layanan Waymo beroperasi pada level 4 otonom, yakni sepenuhnya otonom di wilayah geografis tertentu. Adapun FSD Tesla masih dikategorikan sebagai sistem otonom level 2.
Prospek Robotaxi Tesla
Robotaxi Tesla saat ini beroperasi di Austin dan wilayah San Francisco Bay Area. Namun, layanan tersebut selama ini masih membutuhkan pengemudi keselamatan karena bersifat supervised.
Video yang dibagikan Musk mengindikasikan bahwa Tesla telah memperoleh izin untuk mengoperasikan robotaxi tanpa pengemudi keselamatan di Austin. Namun, Musk tidak menjelaskan secara rinci apakah izin tersebut telah resmi diberikan.
Analis Morgan Stanley menilai penghapusan pengemudi keselamatan menjadi katalis penting bagi pengembangan layanan robotaxi Tesla. Morgan Stanley memperkirakan Tesla akan mengoperasikan sekitar 1.000 unit robotaxi hingga akhir tahun ini.
Sebagai perbandingan, Waymo mengungkapkan telah memiliki sekitar 2.500 robotaxi yang beroperasi di jalan umum.
Tesla dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartal keempat pada 28 Januari setelah penutupan perdagangan. Dalam agenda tersebut, Tesla diperkirakan akan memberikan pembaruan terkait layanan Full Self-Driving, robotaxi, serta produk robotaxi khusus Cybercab.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang